Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Konspirasi Papa!


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Di meja makan,


Ketika tuan Gerald sedang menikmati kopinya di pagi hari yang cerah ini, selain bisa bersantai karena hari minggu tidak pergi ke kantor... ia juga tidak memiliki pekerjaan ataupun kecemasan lagi seperti sebelumnya... hingga dirinya bisa menikmati secangkir kopinya dengan tenang saat ini...


Tapi hal ini tidak berlangsung lama karena teriakan Ana sudah seperti memenuhi seisi rumah megah mereka ini...


entah sejak kapan putrinya ini memiliki kemampuan untuk memekakkan telinga orang-orang seperti saat ini...


"Papa! apa maksudnya semua ini?! konspirasi macam apalagi yang papa mainkan sekarang!!!!" teriak Ana yang masih menuruni tangga hendak menuju meja makan untuk meluapkan semua protes dan kekesalannya yang sudah begitu banyak menumpuk padahal hari masih sepagi ini...


"sayang... tidak bisakah kamu berbicara seperti biasanya saja? tidak perlu berteriak seperti itu... tenggorokanmu bisa sakit loh..." ujar papanya sambil menggelengkan kepalanya pelan...


"aku tidak peduli! tapi apa ini?! papa bilang tutor yang akan mengajariku cara berbisnis adalah orang yang sangat berpengalaman... tapi apa ini, kenapa malah KJ yabg datang... ah, maksudku tuan muda Art ini yang datang?!" teriak Ana sambil duduk di meja makan tepat disamping papanya...


"dia memang sudah sangat berpengalaman sayang... dia juga sudah sangat ahli dalam mengurus perusahaan yang bahkan 2x lipat lebih besar daripada perusahaan kita ini..." sahut papanya dengan santai...


"aku tahu... kalian berdua pasti bekerja sama kan!" ujar Ana melontarkan tuduhannya itu pada Art dan juga papanya...


"hahaha... untuk apa papa berkonspirasi sayang... tidak ada untungnya juga bagi papa... satu-satunya yang menguntungkan bagi papa dalam hal ini adalah kamu bisa dan siap untuk mewarisi perusahaan ini... semakin pintar mengelola bisnis dan paham semua cara pelaksanaan dan juga strategi bisnisnya... hanya itu..." sahut papanya sambil berusaha keras menahan senyuman yang sudah benar-benar ingin mengembang di wajahnya karena sebenarnya konspirasi ini benar adanya...


"aku mau belajar bisnis, tapi tutorku harus diganti! aku tidak mau tuan muda Art yang menjadi tutorku!" ujar Ana sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya...


"tidakkah kamu terlalu memandang rendah kemampuan berbisnis yang aku miliki gadis cantik?" tanya Art dari belakang kursi yang sedang Ana duduki sambil mendekatkan wajahnya kearah wajah Ana yang tengah duduk disana...

__ADS_1


"aku akan membuktikan padamu, apapun yang aku ajarkan padamu pasti akan langsung masuk ke dalam otak dan juga hatimu... sehingga secara bertahap kamu bisa menjadi seorang pemimpin perusahaan yang hebat..." ujar Art lagi sambil menyentuhkan jari telunjuknya di kening dan juga di tengah-tengah dada Ana seakan memberikan penekanan bahwa ini bukanlah hanya sebuah omong kosong darinya...


"Cih percaya diri sekali!" sahut Ana sambil memalingkan wajahnya...


"sudah-sudah mari kita sarapan dulu... setelah itu kalian bisa segera memulai pelajaran pertama hari ini... paman percayakan Ana sepenuhnya padamu Art..." ujar tuan Gerald dengan entengnya kepada Art dan disahuti dengan senyuman dan anggukan kepala oleh Art...


Sementara Ana yang sedikit berpikiran terlalu jauh tentang perkataan papanya ini hampir saja tersedak roti yang sedang ia makan...


"ini minumlah... makannya pelan-pelan saja, jangan seperti anak kecil..." ujar Art sedikit mengejek Ana yang tiba-tiba saja tersedak...


"aku bukan anak kecil!" sahut Ana setelah meminum air yang diberikan oleh Art itu...


"dan papa! apa maksudnya papa mempercayakan diriku sepenuhnya kepada dia?!" ujar Ana tidak terima...


Ana mengira papanya membicarakan hal yang masih begitu jauh dari bayangannya...


mempercayakan putrinya kepada seorang pemuda bukankah itu artinya papanya telah memberikan persetujuan kepada laki-laki ini untuk menikahinya?!


"a-apa?" ucap Ana pelan karena ia sadar bahwa hanya dirinya yang berpikiran sejauh itu... padahal yang sebenarnya dipikirkan oleh papanya hanyalah tentang bisnis...


"aku tahu kamu sudah memikirkan sesuatu yang bahkan lebih jauh daripada apa yang papamu katakan tadi... jadi aku akan membantumu untuk mewujudkan semua itu... " bisik Art di telinga Ana dengan sangat lembut...


"ini adalah peringatan jatuh cinta dariku, sebuah jebakan cinta yang sekali saja kamu masuk ke dalamnya maka tidak akan ada lagi jalan keluarnya... jadi bersiap dan berhati-hatilah sekuat tenagamu..." bisik Art lagi pada Ana dengan penuh percaya diri...


Sementara Ana hanya diam saja sambil mengoleskan selai coklat keatas rotinya dengan sangat kasar karena saat ini ia benar-benar merasa terjebak...


Sesi sarapan pagi ini pun berlangsung dengan begitu menyebalkan bagi Ana...

__ADS_1


hanya bagi Ana saja karena kedua pria yang juga duduk di meja makan dan menikmati sarapan pagi ini bersamanya terlihat begitu senang bahkan terlihat begitu bahagia...


"lihat saja obrolan mereka begitu banyak canda tawa, sementara aku disini sendirian merasa kesal karenanya... dan sialnya aku tidak terbiasa dan tidak bisa makan cepat-cepat!" gerutu Ana dalam hatinya...


"ayo kita mulai pelajaran pertama hari ini Ana..." ujar Art setelah melihat Ana menghabiskan sarapan paginya ditambah susu hangatnya itu...


"..................." namun tanpa mengatakan apapun pada Art, Ana langsung pergi begitu saja dari meja makan menuju kamarnya...


Ketika ia hendak menutup pintu kamarnya, Art langsung menjegal pintunya hingga Ana tidak bisa lagi berusaha menutup pintu kamarnya itu...


"ini waktunya belajar nona cantik... jangan malas dan mari latih disiplinmu dalam berbisnis mulai dari saat ini... detik ini juga..." ujar Art dengan sangat tegas namun dihiasi oleh senyuman manisnya juga...


"ya! terserah kau saja!" sahut Ana sinis


"maka dari itu mari mulai pelajaran hari ini... analisis peluang pasar dan juga marginal keuntungan dari setiap tender yang berhasil dimenangkan serta apa saja kerugian yang akan bisa dialami oleh perusahaan jika gagal dalam perebutan tender kerjasama dengan perusahaan lain..." ujar Art sambil memperlihatkan laptop silver tipis yang ada di tangannya itu di hadapan wajah Ana saat ini...


Mereka berdua pun duduk diatas karpet halus yang menjadi alas dari meja pendek yang biasanya Ana gunakan untuk membuat tugas-tugas kuliahnya...


Awalnya Ana tidak percaya bahwa Art benar-benar ahli dalam hal ini, karena selama dirinya menjadi KJ Art hanya menunjukkan kehebatannya dalam segi kekuatan fisik dan juga mahir dalam menggunakan senjata serta berbagai macam peralatan elektronik canggih lainnya...


Tapi kali ini berbeda lagi, Art menunjukkan fakta lain bahwa dirinya juga hebat dalam bidang bisnis... otaknya seakan-akan bisa encer untuk memikirkan dan menguasai semua bidang ilmu yang ada...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2