Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Hukuman yang manis


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Selama sesi pelatihan bisnis pertamanya yang baru berlangsung selama sekitar 20 menitan ini, Ana terlihat tidak begitu antusias dan sering kali menanggapi apa yang Art katakan dan tanyakan dengan bermalas-malasan...


"jadi semisalnya peluang pasar saat ini lebih menunjukkan peningkatan kearah produk B maka sebaiknya diadakan peningkatan jumlah stok hanya sampai setengahnya dulu dari stok biasanya... jangan langsung menyiapkan stok 2 kali lipat karena kemungkinan untuk terjadinya pembalikan trend harga dan pasar sangat mungkin terjadi dalam kurun waktu yang singkat... maka lebih baik untuk melakukannya dengan cara bertahap yang perputarannya harus benar-benar cepat... selain itu juga harus mencari mitra bisnis yang bisa menyuplai bahan dasarnya yang paling murah tapi kualitasnya benar-benar terjaga agar mutu dari produk yang dihasilkan tetap sama, jangan sampai terjadi penurunan karena alasan apapun..." ujar Art menjelaskan beberapa hal penting yang harus benar-benar Ana pahami sebelum harus berlatih langsung di lapangan dan juga di kantor papanya nanti...


"Kamu paham Ana?" tanya Art karena melihat Ana begitu malas dan tidak begitu tertarik pada apa yang ia jelaskan sedari tadi...


"hmmmm..." sahut Ana singkat tanpa menoleh kearah Art, ia hanya menatap chart dan diagram analisis usaha yang ditampilkan di layar laptop Art itu...


"hmmmm apa? hmmm mengerti atau hmmmm tidak mengerti?" tanya Art dengan tegas padanya...


"ya ya ya... aku paham..." sahut Ana malas


"sepertinya aku harus lebih keras padamu Ana... maka mulai sekarang, jika kamu bermalas-malasan dan tidak serius dalam pelajaran dan pelatihan bisnis ini maka aku akan memberikanmu hukuman..." ujar Art memberikan ancamannya kepada Ana...


"memangnya kau berani menghukumku? hukuman apa? mau menghukumku dengan hukuman fisik? apa kau benar-benar seorang pria yang akan menyakiti seorang wanita 'kakak Art?' " sahut Ana dengan percaya diri dan juga penuh tantangan kepada Art...


Ana benar-benar yakin bahwa Art tidak akan berani memberikan hukuman yang berat untuk dirinya... karena papanya sudah mempercayakan dirinya kepada Art dan dengan alasan apapun ia tidak akan pernah dibenarkan jika sampai Ana terluka sedikitpun...


"aku bisa memberikan hukuman yang benar-benar luar biasa padamu... kau menantangku bukan? hahaha... kau pikir aku adalah pria bodoh yang bisa takut dan tunduk dihadapan tuan putri sepertimu hanya karena papa dan paman Kim mu itu selalu ada untuk melindungi dirimu?" tanya Art sambil tersenyum penuh arti pada Ana...


Senyuman itu saja sudah dapat membuat Ana bergidik ngeri... apalagi ditambah oleh tatapan mata Art yang begitu tajam namun mempesona seperti milik paman tampannya Ana...


ya... tentu saja sama... dia adalah putranya...


Mendengar ancaman itu, Ana hanya tersenyum sinis karena merasa itu hanya sebuah gertakan dari Art...

__ADS_1


lalu ia mengambil tangan Art dan mengepalkan tangan Art itu serta menempelkan tangan itu di pipinya...


"ayo! kalau memang berani pukul saja aku! kau kan hebat dan kuat... apalagi dirimu juga seorang mafia... kau pasti sangat hebat dalam menyiksa dan menyakiti orang kan?!" ujar Ana menantang Art dengan penuh keberanian...


Sementara Art hanya tersenyum melihat apa yang sedang Ana lakukan... ia juga sangat senang melihat keberanian yang dimiliki oleh gadisnya ini... ia senang karena gadis yang ia cintai benar-benar memiliki keberanian dan itu pasti akan cocok untuk menjadi syarat dasar untuk menjadi istrinya kelak...


"tidak Ana... aku memiliki caraku sendiri untuk memberikan hukuman padamu..." sahut Art membuka genggaman tangannya lalu menyentuh dagu Ana dan berkata...


"ini hukumanmu..." ujar Art lagi lalu mengecup bibir mungil Ana yang begitu menggoda baginya...


Cuuuppphhh...


Ana yang terkejut dengan apa yang baru saja Art lakukan dengan sebutan sebuah 'hukuman' itu hanya membelalakkan matanya terkejut lalu setelah tersadar kembali setelah beberapa detik terkejut karena hal itu, ia langsung mendorong tubuh Art dan menggeser posisi duduknya dengan cepat seakan ia sedang berusaha untuk mencari titik teraman dari serangan Art selanjutnya...


"hahaha... bukankah hukuman ini begitu bagus nonaku yang cantik?" tanya Art sambil tertawa pelan penuh dengan kemenangan...


"dasar kau tutor mesum!" teriak Ana padanya...


Tentu saja hukuman ini akan membuatnya menang banyak setiap kali Ana melakukan kesalahan dan juga bermalas-malasan... hahaha...


"kau... kau berani-beraninya!" teriak Ana lagi yang bingung harus memarahi Art dengan apalagi karena jantungnya sendiri masih berdetak begitu kencang dan tidak karuan seperti ini...


"ceoat belajar lagi dengan benar atau mau aku hukum lagi?" tanya Art sambil mengedipkan matanya pada Ana...


"sial!" umpat Ana yang mau tidak mau harus benar-benar serius setiap detiknya agar tidak ada alasan lagi bagi Art untuk memberikan 'hukuman' tidak masuk akal ini padanya...


Karena sangat mewaspadai dan mengantisipasi dirinya untuk tidak mendapatkan hukuman lagi, Ana bisa benar-benar serius belajar dan memahami apa yang diterangkan oleh Art padanya...


ia sudah mulai memahami bagaimana konsep awal dari menjalankan perusahaan papanya ini...

__ADS_1


Walaupun ini hanya sebagian kecilnya saja, tapi untuk hari ini otak Ana benar-benar terasa panas karena sudah hampir selama 2 jam penuh ia benar-benar konsentrasi memahami segala hal yang diajarkan oleh Art... ia benar-benar kehabisan tenaga untuk memahami hal lain lagi hari ini...


Melihat Ana yang sudah mulai kelelahan, Art memutuskan untuk menyudahi sesi pelatihan bisnis untuk dirinya hari ini...


"baiklah untuk hari ini cukup sampai disini... karena selain belajar dan berusaha keras, istirahat juga adalah sebuah hal yang sangat penting untuk dilakukan... kerja bagus untuk hari ini..." ujar Art pada Ana yang sudah bernapas lega mendengar pelajaran hari ini sudah selesai... lalu...


Cuuuppphhh...


Art mencium kening Ana tanpa permisi...


"itu adalah hadiah untukmu karena sudah berusaha belajar dengan giat hari ini..." ujar Art yang langsung berdiri membawa laptopnya sebelum Ana mulai mengomelinya lagi...


"dasar pria tukang modus!!! jangan lari tutor sialan!" teriak Ana pada Art yang mulai berjalan sambil tertawa pelan ke arah pintu kamarnya itu...


Ana bangun dan hendak mengejar Art agar bisa memukulinya karena berani-beraninya menggunakan predikatnya sebagai tutor bisnis Ana saat ini untuk melancarkan modusnya... melihat itu Art mulai berlari keluar kamar Ana...


Saat menuruni tangga, Ana berteriak lagi...


"Berhenti kau tutor sialan!" teriak Ana pada Art yang sudah dengan cepat sampai di ruang tamunya...


"Hey... ada apa ini... kenapa kalian berdua main kejar-kejaran seperti anak kecil begini?" tanya tuan Gerald bingung melihat tingkah mereka berdua...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2