
HAPPY READING GUYS
________________________
"tadi katanya tidak mau terlibat dalam masalah yang tidak penting karena dekat-dekat dengan asisten dosen baru yang sangat tampan ini... jadi apa sekarang kamu sebenarnya ingin pamer kalau aku menjemputmu pada semua orang di kampus ini?" tanya Art menggoda Ana...
"bukan seperti itu! kamu terlalu percaya diri! aku hanya bertanya... baguslah, seperti ini saja... agar para gadis yang menggilai'mu di kampus ini tidak datang mengerumuniku dan memintaku untuk mengenalkan diri mereka padamu... memangnya aku biro jodoh apa..." gerutu Ana pada Art...
"ooh... apa kekasihku ini sedang cemburu... astaga, aku mencium bau-bau terbakar... hahaha..." sahut Art sambil tertawa dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan parkiran kampus itu...
"kekasih apanya... memangnya siapa kekasihmu?!" gerutu Ana lagi
"ya... siapa lagi kalau bukan gadis cantik yang duduk di dalam mobil ini saat ini... hehehe" sahut Art sambil terkekeh geli mendengar Ana terus saja menggerutu padanya...
"maaf ya aku sedikit terlambat dan membuatmu menunggu, tadi aku harus menyelesaikan sesuatu di fakultas seni untuk acara tahunan kalian... kolaborasi antara fakultas ekonomi dan juga fakultas seni tahun ini..." ujar Art sambil terus fokus mengemudikan mobilnya...
"jadi tahun ini dengan fakultas seni ya... pasti menyenangkan..." sahut Ana
"ya... pastinya... karena fakultas seni katanya sudah mempersiapkan beberapa band dan juga penyanyi solo terbaik mereka, ada dance dan juga pertunjukan seni teater mereka katanya jika tidak ada halangan..." ujar Art...
"benarkah? tapi biasanya fakultas seni tidak akan menampilkan seni teater karena persiapan panggungnya juga harus di setting dengan sangat cepat dan bagus..." sahut Ana...
"masalah panggung itu adalah hal kecil... sangat mudah dilakukan... pasti bisa, selama ada aku disini..." sahut Art dengan penuh percaya dirinya...
__ADS_1
"ya, ya, ya... aku tahu kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau... ya... semuanya tanpa terkecuali..." sahut Ana sedikit menyindir Art yang benar-benar kaya raya dan juga memiliki kekuatan pendukung yang besar dari dunia gelap itu...
"aku memang hebat, dan aku bahkan sudah sangat percaya diri untuk bisa menjadi suamimu karena aku bisa memenuhi kualifikasi apapun yang kamu inginkan... tampan, kaya, manis, pintar, baik hati, tulus, kuat, dan dapat dibanggakan... memangnya apa lagi yang kurang dariku? tidak ada kan? hehehe..." ujar Art dengan bangga dihadapan Ana...
Ana yang mendengar ucapan Art saat ini mukanya benar-benar memerah, sepertinya jantungnya telah kembali tidak bisa berdetak dengan normal sehingga darahnya terpompa dengan sangat cepat dan membuat wajahnya memerah dalam sekejap mata...
Ia langsung memalingkan wajahnya kearah kiri... menatap lurus keluar jendela mobil sport milik Art ini agar Art tidak dapat melihat wajahnya yang pastinya sudah benar-benar merah saat ini...
"kenapa dia selalu berbicara blak-blakan seperti ini sih... hey jantungku... tenanglah... jangan berdetak terlalu cepat seperti ini... membuatku memerlukan oksigen lebih banyak saja!" gerutu Ana di dalam hatinya...
Sementara Art hanya tersenyum melihat semua itu, Ana yang mulai bungkam berarti sedikit demi sedikit dia sudah mulai berhasil ditarik kembali oleh Art, perlahan namun pasti Art sangat yakin akan bisa menaklukkan hati Ana lagi... dan tanpa Ana sadari rasa cintanya pada Art semakin bertambah seiring berjalannya waktu yang mereka habiskan bersama...
***
Saat sampai di depan rumah keluarga Geraldine, Art turun dengan cepat dan membukakan pintu mobilnya untuk Ana sebelum Ana sempat untuk menolaknya...
"memangnya siapa juga yang mau repot-repot untuk mencari dan membawa buku seperti itu kemana-mana... itu adalah tugas dari si beruang kutub... ah, maksudku dari dosen ekonomi mikro tadi..." sahut Ana
"aku hampir lupa, bagaimanapun juga dia kan sudah resmi menjadi asisten dosen killer kami itu... pantas saja dia sepintar ini... teman-temannya saja setara dengan dosen-dosen unggulan seperti itu..." gumam Ana dalam hatinya...
"kenapa hanya kamu yang mendapatkan tugas seperti ini? kenapa teman-temanmu tidak ada yang kulihat mendapatkan tugas sebanyak ini?" tanya Art sambil membolak-balikkan buku-buku itu, karena rasanya dia sudah pernah membacanya dulu saat masih kuliah...
"tentu saja mereka tidak dapat tugas sebanyak ini karena mereka tidak harus terkurung di rumah dan diberitakan telah diculik oleh gengster terkenal di negara ini..." sahut Ana menyindir Art karena alasan dari ia mendapatkan tugas sebanyak ini tidak lain karena misi terakhir itu, dimana ia harus bolos kuliah selama 1 minggu full dan diberitakan bahwa dirinya telah diculik oleh gengster terkenal baik di media online maupun offline...
__ADS_1
Mendengar apa yang Ana katakan itu, Art langsung menjepit ketiga buku itu di sela-sela siku tangan kirinya... lalu tangan kanannya yang masih bebas bergerak mulai mengusap pucuk kepala Ana dengan gemas sambil tersenyum manis...
"yang terpenting adalah gadis yang aku cintai dengan seluruh hidupku ini bisa selamat dan tidak harus mengalami ancaman lagi setiap harinya... maka apalah artinya tugas yang hanya sebatas 3 buku tebal ini..." ujar Art dengan lembut lalu ia mengecup kening Ana dengan lembut dan penuh kasih sayang...
"memangnya dosen itu menyuruhmu mengerjakan apa saja dari buku ini?" tanya Art lagi sambil tersenyum senang melihat wajah imut Ana yang tengah merona merah setelah menerima kecupan singkat yang manis itu darinya...
"i-itu... resume dan membuat contoh studi kasus..." sahut Ana sedikit terbata karena tiba-tiba saja pasokan oksigen di dalam tubuhnya terasa berkurang setelah kecupan manis itu mendarat dengan mulus di keningnya barusan... wajahnya pun terasa begitu panas saat ini...
"itu hal kecil... 3 jam saja sudah cukup untuk menyelesaikan semua ini..." sahut Art yang langsung menarik tangan Ana mengajaknya masuk ke dalam rumah...
"apa?! mana mungkin 3 jam itu cukup untuk buku setebal ini... jangan bohong Art..." sahut Ana tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Art itu
"mau bertaruh denganku Ana? jika aku bisa menyelesaikan semuanya dalam 3 jam maka kamu harus memberikanku hadiah sebuah ciuman manis bagaimana?" tanya Art dengan penuh percaya diri dan juga senyuman manis penuh makna itu...
"dasar mesum! sini berikan padaku!" seru Ana sambil berusaha meraih buku-buku itu dari tangan Art...
Namun bukannya memberikannya pada Ana, Art malah semakin meninggikan tangannya agar buku-buku itu tidak dapat dijangkau oleh tangan Ana meskipun ia berjinjit sekalipun...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐