Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Tidak Sakit


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Aku mau menggunakan kaos ini untuk mengompress luka di kepalaku Ana... kenapa kamu menutup mata? bukannya dulu kamu sudah pernah melihatku tidak memakai baju saat di rumah sakit?" sahut KJ sambil bertanya dengan polosnya...


"ah iya ya... aku lupa..." ucap Ana spontan dan langsung menutup mulutnya dengan cepat


"hahaha... kamu malu ya? apa aku terlihat seksi?" goda KJ pada Ana yang membuat wajah Ana semakin merona malu...


"iisshh... diam KJ, lalu sekarang bagaimana? bukannya kita tidak punya air es atau air hangat?" tanya Ana sambil menarik kaos itu dari tangan KJ


" Grrooaaarrr " raung harimau itu pelan sambil memperhatikan KJ


"tidak apa-apa biar aku saja Ana... ini cara alami membuat air hangat..." ujar KJ lalu ia mengambil kaos itu lagi dari tangan Ana sambil menuangkan air dari botol ke kaosnya itu, lalu KJ membakar bagian kaos yang sudah basah oleh air itu diatas api unggun sambil terus memutar-mutarnya...


"apa tidak akan terbakar KJ?" tanya Ana saat melihat KJ membakar kaos basah itu diatas api unggun


"tidak akan terbakar selama kaos ini masih basah Ana... kurasa ini sudah cukup..." ujar KJ lalu dengan cepat ia membalik kaos itu dan menggunakan bagian dalamnya untuk mengompres luka di kepalanya itu...


"biar aku yang mengompresnya KJ... kau tidak bisa melihat dengan jelas luka di kepalamu kan..." ujar Ana sambil menarik kaos itu lagi dari tangan KJ lalu mengusapkannya dengan sangat lembut dan perlahan pada luka-luka KJ itu...


KJ tersenyum senang, dia sangat senang Ana kembali bersikap lembut padanya...


Tapi sebuah bayang-bayang hitam terlintas di kepalanya...


apakah ini bisa berlangsung selamanya? setelah Ana tahu siapa dirinya sebenarnya, dan bagaimana dirinya selama ini tidak hanya dijaga tapi juga dimanfaatkan...


apa Ana masih akan mencintai dan bersikap lembut seperti ini padanya?


walaupun tidak sepenuhnya dimanfaatkan karena Win Win Solution...

__ADS_1


Tapi tetap KJ merasa terancam karena kenyataan akan siapa dirinya akan membuat semuanya berubah...


bukan hanya Ana, tapi dirinya sendiri juga masih bimbang, bisakah ia membiarkan seorang wanita yang sangat ia cintai ada di sampingnya... memastikan dia bahagia dan aman di dunia yang penuh dengan tipu muslihat ini...


"ternyata benar-benar bisa menjadi air panas ya..." gumam Ana dalam hatinya ketika merasakan kaos itu seperti sudah di celupkan di air mendidih panasnya...


KJ benar-benar tidak bergeming sedikitpun ketika Ana mengompres lukanya itu...


ia seakan tidak merasakan sakit sedikitpun walau sudah memiliki luka seperti ini di kepalanya...


"kenapa dia tidak meringis atau mengaduh karena biasanya luka seperti ini kan sakit ketika di kompres? dia bersikap pura-pura cool apa memang ia tidak merasakan apa-apa ya?" gumam Ana dalam hatinya, lalu sebuah ide jahil muncul di dalam benaknya...


Ana menekan luka KJ itu lebih keras sambil terus membersihkannya dari tanah dan darah yang menempel di rambut KJ itu...


"jika kamu terus berbuat seperti itu, maka darahnya pasti akan keluar lagi Ana..." ujar KJ dengan santai dan tenang...


"ah sakit ya KJ? maafkan aku..." sahut Ana sambil tersenyum malu karena ketahuan...


Lalu KJ menarik tangan Ana hingga wajah mereka sangat dekat...


"apa dia marah karena aku mencoba membuatnya mengeluarkan suara sedikit saja sewajarnya orang normal lainnya yang kesakitan ketika terluka?" gumam Ana gelagapan di dalam hatinya


"kamu pasti penasaran kenapa aku tidak meringis atau mengaduh seperti orang lainnya kan? makanya kamu menekan lukaku lagi?" ujar KJ sambil menatap mata Ana dengan sangat lekat...


"ah... ketahuan ya... hehehe" sahut Ana sambil terkekeh pelan


"kamu sama seperti adikku ya, dia juga sangat gemas ketika mengobati lukaku karena aku sama sekali tidak pernah memberikan reaksi kesakitan ketika diobati... ayah bilang itu hanya kelemahan ketika kita memperlihatkan bahwa kita sedang dalam kesulitan... aku belajar banyak hal dari ayahku, bahkan saat ia tertembak oleh peluru pun ia masih bisa tersenyum manis..." tutur KJ pada Ana sambil tersenyum


"apa kalian tidak memiliki saraf neuron yang membuat orang normal bisa merasakan sakit?" tanya Ana dengan bodohnya


"hahaha... kamu pikir kami mengalami kelainan apa? tidak Ana... tentu aku dan ayah merasakan sakit juga, tapi wajah kami sudah terlatih untuk menutupi rasa sakitnya..." sahut KJ sambil terkekeh geli mendengar pertanyaan dari Ana itu...

__ADS_1


"memangnya pekerjaan kalian sekeluarga menjadi bodyguard ya? kenapa kalian selalu terbiasa dengan kekerasan sih?" tanya Ana karena semakin penasaran kepada KJ dan asal usulnya...


Bahkan KJ terluka parah seperti dulu saat ia sampai harus dirawat di rumah sakit karena di kroyok oleh orang yang mengincar nyawa Ana itupun, ia tak begitu banyak memperlihatkan bahwa ia merasakan sakit karena luka-luka itu...


"kehidupan kami tidak biasa Ana... kami hidup diantara bahaya... disetiap sisinya selalu ada bahaya yang mengancam nyawa kami semua... tapi apa pekerjaan keluargaku itu sebenarnya hal yang biasanya saja... berdagang dan bekerja..." sahut KJ


"lalu kenapa sepertinya terluka itu sudah menjadi hal yang biasa menurut kalian?" tanya Ana lagi, lalu KJ menggenggam tangan Ana dan berkata...


"bukankah setiap perkerjaan yang ada di dunia ini selalu memiliki resiko dan musuhnya masing-masing Ana? bahkan orang baik seperti papamu tuan Gerald juga memiliki banyak musuh, walaupun ia berbisnis secara sah dan legal, ia hanya bersaing dengan lawan bisnisnya... tapi persaingan itu juga akhirnya membawa bahaya juga kan? itu semua hanya karena sifat manusia yang selalu tidak pernah puas akan apa yang ia punya Ana... bahkan aku dan dirimu juga pasti pernah bersikap buruk kan..." ujar KJ lagi, lalu ia mengenakan kembali kemejanya dan menuntun Ana duduk di depannya...


"duduk disini... udaranya sudah semakin dingin..." ujar KJ sambil menepuk tempat kosong diantara kakinya itu...


Dengan sedikit malu-malu akhirnya Ana duduk disana, lalu KJ menyelimutinya dengan jasnya saat melihat Ana mengusap-usap kedua lengannya...


"pakai ini biar makin hangat..." ujar KJ sambil tersenyum manis pada Ana


"tapi kamu kan jadi kedinginan juga KJ..." sahut Ana,


"boleh aku memelukmu dari belakang?" tanya KJ tiba-tiba pada Ana, tanpa permisi jantung Ana langsung berdetak kencang... ia senang namun merasa ingin berlari juga karena rasa groginya sudah hampir menguasai dirinya...


"i..iya boleh KJ..." sahut Ana sedikit canggung


"seharusnya kan kamu jangan minta izin KJ! itu akan terasa lebih romantis... dasar KJ!" gerutu Ana dalam hatinya


KJ memeluk pinggang Ana dari belakang sambil menempelkan kepalanya di punggung Ana... Napasnya mulai teratur dan ia menguap...


" sepertinya aku sudah mulai mengantuk Ana... kamu masuklah kedalam, tiduran disana akan terasa lebih nyaman" ujar KJ lalu ia menyandarkan tubuhnya di dinding goa itu...


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2