
HAPPY READING GUYS
________________________
"Pelatihan pertama yang harus kamu hadapi agar bisa menjadi wanitaku akan kamu lihat dengan mata kepala sendiri hari ini, di tempat ini sayang... Aku yakin dan percaya sepenuhnya bahwa mentalmu jauh lebih kuat dari orang lain... Kamu adalah wanitaku yang hebat... Mengerti?" Ujar Art lagi pada Ana seolah-olah ia sedang memberikan sugesti yang begitu kuat untuk tetap menjaga Ana secara psikisnya...
"I-Iya..." Sahut Ana sedikit ragu, bagaimana tidak? Tangannya saja masih gemetar melihat pria tadi disiksa dan berlumuran darah sekujur tubuhnya...
"Aku tidak pernah suka pada orang yang ragu-ragu Ana... Jawab aku dengan tegas!" Ujar Art dengan nada suara yang meninggi namun tidak membentak, hanya menegaskan apa yang ia inginkan,
"Ya!" Sahut Ana sambil mengeraskan rahangnya, ia juga harus yakin bisa melewati semua ini...
Meskipun masih takut, ia meyakinkan dirinya sendiri untuk bisa menghadapi semuanya... Art saja bisa sepercaya ini pada dirinya, bagaimana mungkin ia bisa tidak percaya pada dirinya sendiri?
Hey!
Anastasya Geraldine tidak selemah itu!
Teriak Ana pada dirinya sendiri, meyakinkan hatinya untuk tidak gemetar melihat hal-hal kejam yang tentu saja akan terus ia lihat kedepannya karena ia sudah berani jatuh cinta pada seorang putra mafia yang sudah barang tentu menjadi mafia juga... Bukan saja gelar sebagai putra seorang mafia, tapi pria yang ia cintai ini benar-benar mampu menjadi seorang mafia yang ditakuti banyak orang...
"Ayolah Ana! Jangan jadi pengecut! Jangan terus menjadi katak dalam sumur!" Gumam Ana dalam hatinya lalu meraih tangan Art yang menempel di pipinya saat ini,
"Ya... Aku percaya pada diriku sendiri dan aku juga percaya sepenuhnya padamu... Aku akan berusaha sebaik mungkin, tapi untuk hari ini mungkin aku akan banyak mengecewakanmu karena ini adalah hari pertamaku melihat sisi lain dunia yang selama ini begitu mudah aku lalui... " Ujar Ana sambil berusaha untuk tersenyum, namun bukannya sebuah senyuman yang manis yang terlihat, melainkan sebuah senyum simpul kecil yang menandakan dirinya tengah berusaha keras menguatkan mentalnya sendiri...
Art tersenyum lembut, lalu mengusap pucuk kepala kekasihnya ini dengan penuh rasa sayang... Wanita nya ini tengah berusaha keras saat ini, tentu itu membuatnya sangat senang...
__ADS_1
"Aku tahu ini berat, tapi aku yakin kamu akan kuat... Karena sebuah pedang yang kuat dan tajam hanya akan bisa dihasilkan dengan cara menempanya dengan keras dan terus berulang-ulang hingga ia benar-benar menjadi kuat... Aku bangga padamu..." Ujar Art lalu menarik Ana ke sebuah sofa kulit yang ada di ruangan itu,
"Kenalilah aku, semua tentang diriku mulai dari sini... Seberapa banyak aku memiliki identitas, seberapa kejam diriku, seberapa jauh perbedaan karakter dari setiap identitas itu... Karena calon istriku harus tahu tentang aku dari luar dan dalam agar tidak ada lagi rahasia yang bisa aku simpan untuk alasan apapun nantinya..." Ujar Art tepat di telinga Ana ketika mereka duduk,
"Calon istri? Siapa? Apa kamu sudah melamar seseorang?" Tanya Ana dengan sindiran yang begitu kuat dan berpura-pura bodoh tidak mengerti kepada siapa kata-kata tadi ditujukan...
"Memangnya siapa lagi wanita yang ada disini yang mungkin akan aku nikahi?" Sahut Art dengan sebuah pertanyaan juga, salah satu kebiasaan yang sering membuat Ana kesal karena kekasihnya ini selalu enggan dan tidak mau langsung memberikan jawaban tentunya...
"Menyebalkan!" Gerutu Ana, dan tanpa ia sadari bahwa berdebat dengan Art telah berhasil menghilangkan rasa takutnya yang tadi sampai membuat tangannya gemetar...
Tok! Tok! Tok!
Suara pintu itu mengubah sikap Art yang tadinya hangat menjadi dingin lagi tentu karena akan ada orang lain di ruangan ini selain mereka berdua sesuai dengan apa yang ia katakan tadi...
"Masuklah" Sahut Art singkat untuk memberikan izin kepada orang yang ada di luar ruangan itu masuk...
Namun ada perubahan drastis pada raut wajah pria ini,
Ketakutan?
"Apa dia sedang ketakutan?“ gumam Ana dalam hatinya karena merasa penasaran, bagaimana bisa dalam waktu singkat pria yang tentunya bos di tempat ini bisa menjadi ketakutan hingga begitu terlihat dari raut wajahnya?
"Apa kau membuat kesalahan?" Tanya Art yang nampak hanya melirik pria itu sekilas,
"Bagaimana bisa kamu tahu?" Bisik Ana pada Art,
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku tidak tahu? Bahkan di jidatnya sudah tertulis dengan tulisan yang sangat besar bahwa ia bersalah" Sahut Art sambil melipat kakinya ke atas dan detik itu juga Nicholas langsung berlutut seakan memohon ampunan pada tuan mudanya ini,
"Kau bahkan memilih untuk cepat-cepat berlutut... Apa yang salah kali ini?" Tanya Art dengan suara rendah yang begitu dingin,
"Maafkan saya tuan... Saya memang bersalah karena kurang teliti dan tegas kepada para bawahan... Mohon ampuni saya tuan muda..." Ujarnya sambil berlutut di lantai,
"Kau tahu benar kalau aku tidak suka bertele-tele kan?" Tanya Art yang langsung membuat Nicholas menyeret kakinya mendekat dan memberikan sebuah berkas kepadanya, sebuah berkas permintaan jasa pencarian dan penculikan orang...
Sebenarnya jasa ini memang lazim ia lakukan seakan pekerjaan yang biasa-biasa saja, dan sangat mudah dilakukan oleh para gangster bawahannya, tapi isi formulir dan targetnya kali ini benar-benar akan membuatnya mati... Mati karena tidak tahu bahwa gadis target yang diajukan itu adalah wanita yang penting dan sangat berharga...
"Akankah kecerobohan ini membawaku terdorong ke ujung jurang malapetaka? Apa aku akan mati hari ini?" Gumam Nicholas dalam hati,
Art membuka berkas itu dan melihat-lihatnya seperti biasanya, tidak ada keanehan karena permintaan pencarian orang serta permintaan untuk menculik seseorang seperti ini sudah sangat sering ditangani oleh para gangster bawahan dari Nicholas... USA memang negara se berbahaya itu, kapanpun kamu mungkin akan hilang begitu saja tanpa ada yang tahu karena orang-orang sibuk mengurus dirinya sendiri...
Namun tangan Art terhenti ketika mencapai lembar berkas terakhir yang berisi biodata target yang akan diincar...
Bahkan tidak perlu baginya untuk melihat nama dari gadis yang diincar oleh client Nicholas kali ini...
Hanya dengan melihat fotonya saja Art sudah sangat tahu siapa target incaran para gangster ini yang dapat membuat Nicholas berlutut di lantai seputus asa itu...
"Anastasya Geraldine... Putri tunggal keluarga Geraldine, Seorang mahasiswi, tinggi badan 163 cm, berat badan 49 kg, tinggal di..." Ujar Art dengan suara datar seolah sedang membaca biodata seseorang yang tidak ingin ia baca...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
__ADS_1
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...