
HAPPY READING GUYS
________________________
Ana yang telah tertidur akibat efek dari obat bius yang digunakan padanya oleh Nicholas tadi saat di mobil, lalu ia dibawa masuk ke dalam rumahnya dan Nicholas langsung menemui ayah Ana yang terkejut melihat kedatangan mereka di ruang tamunya itu,
“ Apa yang terjadi pada putriku?! ” tanya papa Ana pada Nicholas yang mendatanginya saat ini
“ Dan kalian siapa? ” tanya papa Ana lagi karena tidak ada satupun dari mereka yang ia kenali wajahnya
“ Tuan muda menyuruh kami untuk mengantar nona Ana kembali ke rumahnya setelah ia bangun pagi ini, dan juga anda tenang saja karena saya hanya menggunakan obat bius ringan tadi di dalam mobil karena nona Ana terlalu keras kepala jadi demi keamanan dirinya sendiri lebih baik anda menjaganya agar tidak melakukan hal bodoh, dunia luar sangat berbahaya bahkan jauh lebih berbahaya dari resiko bisnis anda ” ujar Nicholas pada papanya Ana sedikit sarkastik untuk membicarakan maksud asli dari yang ia bicarakan saat ini,
“ Kemana tuan mudamu itu? ” tanya papa Ana sambil mengerutkan keningnya, ia tidak bisa begitu saja percaya bahwa Art akan meninggalkan Ana begitu saja setelah meminta izin untuk menjadi kekasih dari putri kesayangannya
“ Saran saya jangan ingin tahu terlalu banyak karena anda tidak akan dapat melakukan apapun juga, saya hanya bisa mengatakan sesuatu hal yang mungkin dapat sedikit membantu anda memahami sedikit tentang situasi nya ” sahut Nicholas lalu ia sedikit menghela napasnya sebelum melanjutkan ucapannya,
“ Putri anda terlalu rapuh untuk berdiri disampingnya sekarang, menurut saya jika ini terus dilanjutkan entah dengan cara memaksa putri anda beradaptasi di dunia itu dengan resiko merusak mentalnya dan membuat sebuah trauma mendalam pada dirinya, atau membiarkan tuan muda yang selalu melindunginya dan menjadikan putri anda itu sebagai kelemahan terbesarnya tuan muda... ” ujar Nicholas lagi dengan raut wajahnya yang sangat serius, sementara papa Ana hanya memandanginya sambil berpikir beberapa saat,
“ Jadi... Pilihannya adalah hancur bersama-sama atau hancur sendiri? ” sahut papa Ana dengan raut wajah yang penuh keraguan,
“ Tidak... Anda salah, kedua pilihan itu sama-sama hancur berdua, perbedaannya hanya hancur bersama dan hancur secara terpisah ” sahut Nicholas lalu ia berbalik dan mulai berjalan pergi dari ruangan itu,
__ADS_1
“ Saya harap anda paham maksud saya, jika ingin lebih jelas mungkin anda bisa menghubungi bos besar secara diam-diam ” ujar Nicholas lagi di ambang pintu keluar mansion besar itu pada papa Ana,
“ ............. ” Gerald hanya terdiam melihat orang bernama Nicholas itu pergi, meskipun banyak keluhan yang ada di dalam hatinya, tentu saja ia tidak bisa begitu saja mengungkapkannya sembarangan, perlu memikirkan keseluruhan masalahnya dengan sangat bijaksana agak tidak menimbulkan masalah baru lagi tentunya,
***
Mexico,
Para kartel besar sedang bersitegang satu sama lainnya untuk memperebutkan wilayah kekuasaan dan alur distribusi obat-obatan terlarang yang mereka produksi dan kirimkan pada target jungki mereka,
Di jalanan benar-benar terasa horror dan mencekam karena setiap pejalan kaki tidak tahu kapan mereka akan bertemu nasib sial entah terkena peluru nyasar ataupun menemukan mayat yang telah dibagi menjadi beberapa bagian untuk menunjukkan kekuatan dari masing-masing kelompok geng di sana, melihat potongan kepala manusia serta potongan badan lainnya tentu bukanlah sesuatu yang sehat untuk mental orang pada umumnya. Melihat sesuatu yang mengerikan seperti itu bisa saja membuat orang menderita trauma yang mendalam,
Di suatu ruangan bawah tanah,
“ Kenapa bukan Peterson Hans yang datang hari ini? Apa ia menganggap pertemuan ini tidak penting? ” tanya pria berwajah sangar itu dengan nada provokasi yang tidak ditutup-tutupi pada pria itu,
“ Tuan Peter tidak perlu sampai ikut campur dalam hal ini karena ada 2 negara adidaya yang sedang terus berusaha untuk memonopoli persenjataan yang banyak untuk negara mereka masing-masing... Entah kapan perang mereka akan berkobar ” ujar pria itu sambil tersenyum simpul namun tatapan matanya begitu dingin pada setiap orang yang ada di sana seakan-akan ia tidak takut sedikitpun pada para petinggi kartel terkenal ini,
“ Apa anda tidak puas jika saya yang akan melayani negosiasi kali ini sebagai wakil ketua SDG tuan-tuan sekalian? Saya adalah Samuel Hans wakil ketua dan juga tangan kanan dari tuan Peterson dalam segala urusan SDG ” tanya pria itu dengan tegas lalu menatap satu persatu orang yang saat ini sedang duduk di hadapannya,
“ Lalu kesepakatan seperti apa yang bisa dibuat saat ini? tentu anda paham betul bahwa tidak akan ada satupun dari kami yang bisa menegosiasikan kekuatan dan keamanan dari kartel masing-masing, semua ingin keuntungan dan tidak mau menerima kerugian sedikitpun! ” ujar seorang pria yang mengenakan topi fedora di ujung meja
__ADS_1
“Tentu saja dari pihak SDG kami juga tidak mau dirugikan dan terseret dalam konflik kalian secara langsung, karena kami hanya melakukan bisnis yang menguntungkan ” sahut Samuel Hans sambil tersenyum dan menjentikkan jarinya,
“ Ketua kartel Sanchez... orang yang perlu ditangani dengan hati-hati ” gumam Samuel Hans dalam hatinya setelah melihat pria yang baru saja berbicara itu
“ Sejujurnya saya sangat mirip dengan tuan Peterson Hans karena saya tidak suka basa-basi tidak berguna yang terlalu lama... Jadi langsung saja kita bahas kesepakatan, seperti yang kita semua ketahui kami dari pihak SDG meminta kalian semua duduk dalam satu ruangan atas dasar berprilaku adil pada semua kelompok sesuai dengan asas bisnis yang kami selalu junjung tinggi, lalu alasan lainnya adalah untuk menghindari kesalahpahaman dari satu kelompok ke kelompok lainnya karena kami tidak hanya akan mendukung 1 kelompok tapi semua kelompok sesuai dengan kemampuan dan kesepakatan yang berani dibuat oleh masing-masing kelompok ” ujar Samuel Hans lagi sambil mengeluarkan sebuah koin
“ Pertama-tama mari gunakan keuntungan kalian masing-masing ” ujar Samuel Hans lagi sambil melemparkan koin itu lalu menangkapnya diantara punggung tangan dan telapak tangannya,
“ Jika ini kepala maka kita akan mulai dari sisi kanan saya, jika ekor maka kita mulai dari sisi kiri saya ” ujar Samuel Hans sambil berjalan mendekati meja mereka semua agar semuanya dapat melihat hasilnya bersama-sama,
“ Kepala... Jadi kita mulai dari kanan, tetapi anda semua tenang saja, karena semuanya bisa membuat kesepakatan yang sama meskipun urutannya berbeda karena kami punya barang yang sangat banyak untuk memenuhi semua kebutuhan perang geng anda sekalian ” ujar Samuel Hans lagi setelah melihat ketegangan di wajah orang-orang ini,
Lalu setelah memberikan isyarat kepada bawahannya, seluruh sampel pistol dan senapan laras panjang model terbaru lagsung dibawa masuk ke dalam ruangan, namun saat membuat kesepakatan hanya akan ada Samuel Hans dan pimpinan kartel yang akan berdiskusi bersama,
Kesepakatan terjadi cukup lama hingga akhirnya benar-benar berakhir dan semua orang itu pergi dari sana,
“ Tuan muda, anda mendapat telepon dari bos besar satu jam yang lalu ” ujar seorang pria sambil menyerahkan ponsel padanya,
“ Simpan identitas Thailand ku dengan aman, dan bawakan identitas Mexico ku ke ruangan secepatnya ” ujar Samuel Hans yang tidak lain adalah Arthit Hans Suppanad
______________________
__ADS_1
See You Tomorrow