Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Popular


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Jam istirahat siang, yang berarti 2 mata kuliah pagi hari ini sudah terlewati dengan begitu cepat seperti biasanya...


terkadang ada yang merasa semuanya berlalu dengan begitu cepat karena menikmati materi pelajaran yang menyenangkan, di sisi lainnya pasti ada juga yang merasa bahwa hari ini berjalan dengan sangat lambat karena tidak menyukai materi pelajaran yang sedang diajarkan hari ini di kelas mereka masing-masing oleh dosen yang berbeda-beda pula...


Sementara itu, di jam makan siang ini Ana dan kedua sahabatnya pun segera menuju ke kantin untuk membeli beberapa makanan agar mereka bertiga bisa segera mengisi perut mereka yang kosong yang sudah berdemo dan perlu segera diisi oleh berbagai macam makanan enak saat ini...


Sebelum memesan makanan, Ana teringat pada Art lalu ia mengeluarkan ponselnya dan mengirim sebuah chat pada Art yang sudah resmi kembali menjadi kekasihnya itu...


walaupun mereka masih merahasiakan hubungan ini dengan kesepakatan sepihak dari Ana dan tidak begitu sepakat dari arah Art nya sendiri...


"Sudah makan siang sayang?💕" Tulisannya dengan ditambahkan emoticon hati pada bagian akhirnya...


"Mau pesan apa sayang-sayangku?" Tanya Davika pada Ana dan Andeline...


"Aku samakan saja dengan pesanan'mu Dav..." Sahut Ana sambil menunggu balasan chat dari Art


"Aku juga sama Dav, biar lebih mudah hehe" sahut Andeline juga


"Okedeh kita pesan ini saja..." Ujar Davika sambil memanggil pelayan kantin yang akan mencatat pesanan mereka...


Namun tiba-tiba suasana kantin menjadi riuh karena kedatangan dosen killer tampan dan juga asistennya yang sangat tampan juga...


Walaupun mereka berdua hanya sekedar membeli minum saja, keriuhan para mahasiswi yang saling berbisik mengagumi ketampanan mereka itu sudah tidak dapat terbendung lagi...


"Pantas saja tidak dibalas... Dia tidak memegang ponselnya..." Gumam Ana dalam hatinya sambil menatap Art dan si dosen killer mereka itu dari tempat duduk mereka ini...

__ADS_1


"Gila... Popularitas KJ meningkatkan drastis ya... Ah, maksudku kak Art..." Ujar Davika yang memperhatikan penyebab keriuhan ini...


"Dia memang sangat pantas untuk dikagumi sih mau bagaimana lagi kan..." Sahut Andeline sambil tersenyum melihat kedua pria tampan itu...


"Sayangnya satunya sudah pasti sebentar lagi akan sold out, sedangkan yang satunya sangat sulit untuk di dekati..." Ujar Andeline lagi yang langsung membuat kedua sahabatnya ini tertarik dengan apa yang sedang ia bicarakan saat ini...


"Maksudnya? Siapa yang sebentar lagi pasti sold out Lin?" Tanya Davika


"Sold out? Menikah?" Tanya Ana juga namun dengan suara yang cukup rendah agar tidak mengundang perhatian orang lain...


"Ya... Kemarin aku tidak sengaja mendengar di ruang dosen bahwa sebentar lagi pak Simmon akan segera menikah... Entah seberapa cantik pacarnya itu... Secara dia itu sangat tampan dan juga keren begitu... Hihihi..." Sahut Andeline setengah berbisik menjelaskan apa yang sebenarnya telah ia ketahui secara tidak sengaja kemarin...


"Wow... Stok pria tampan semakin menipis ya... Hihihi" sahut Davika sambil menahan tawanya...


"Apa dia akan semakin killer setelah menikah atau mungkin sedikit bisa bernegosiasi karena sudah mulai berkeluarga ya? Hahaha" sahut Ana sambil tertawa pelan dan memperhatikan kedua pria itu yang tampak hendak membayar minumannya...


"Dia bahkan tidak melihatku disini..." Gumam Ana dalam hatinya karena Art sama sekali tidak menoleh kearahnya...


Beberapa kali Art tampak mengangguk setuju dan mengiyakannya...


Ana masih sangat betah menatap wajah Art dari kejauhan sampai Davika dan Andeline mengganggu kegiatannya itu...


"Sudah, jangan ditatap terus..." Ledek Davika


"Jika hanya ditatap saja tidak akan bisa dimiliki sampai kapanpun Ana... Atau kali ini aku punya kesempatan lagi untuk mendekati KJ jika kamu tidak cepat-cepat mengambil kesempatan yang ada?" Ujar Andeline yang juga ikut mengejek Ana...


Meskipun ia masih sangat menyukai pria yang selama ini ia kenal sebagai KJ yang ternyata nama aslinya adalah Arthit Hans Suppanad ini, Andeline masih lebih memilih untuk menjaga persahabatannya dengan Ana yang juga menyukai pria yang sama...


Pria tampan dan misterius ini benar-benar berhasil membius hati mereka berdua...

__ADS_1


Tapi akan sangat konyol jika seandainya kedua sahabat ini harus bertengkar hanya karena memperebutkan seorang pria yang bahkan sudah mulai terlihat menyukai Ana...


Begitulah pikir Andeline...


Terlalu konyol untuk mempertaruhkan sebuah hubungan yang sudah pasti untuk memperjuangkan sesuatu yang belum pasti dan sangat ambigu itu...


"Jangan bicara macam-macam huh..." Sahut Ana sambil memalingkan wajahnya dari menatap Art kearah kedua sahabatnya itu...


"Jangan berharap punya kesempatan untuk mendekati kekasihku ya..." Gumam Ana dalam hatinya...


"Hey, ngomong-ngomong bagaimana tentang acara kolaborasi tahunan dengan fakultas seni? Aku yakin pasti besok atau lusa sudah ada pengumuman tentang ini... Aku dengar-dengar kalau mahasiswa dan mahasiswi dari fakultas seni itu tampan-tampan dan cantik-cantik loh...." Ujar Davika setelah memberikan pesanan mereka kepada pelayan yang menghampiri meja mereka setelah tadi dipanggil oleh Davika...


"Ya Dav... Aku jadi tidak sabar... Rumor yang beredar sih begitu, tapi seringkali saat ada kegiatan kampus mereka malah memilih tidak hadir... Karena para calon seniman itu sangat idealis katanya..." sahut Andeline yang juga tiba-tiba semangat membahas tentang hal ini...


"Apa ini seperti kolaborasi biasanya? Seperti saat berkolaborasi dengan para calon dokter itu? Kita membuat manajemen bisnisnya sedangkan mereka melakukan eksekusi medisnya?" Tanya Ana pada kedua sahabatnya itu...


"Aku rasa tidak akan sesimpel itu sayang... Pasti event kolaborasi tahun ini akan menjadi semakin meriah karena kita bersama dengan fakultas seni... Ya, minimal pasti akan ada pertunjukan diatas panggung... Entah itu seni perannya atau musik dan tarian... Ah... Aku jadi benar-benar tidak sabar menunggu beberapa hari lagi..." Sahut Davika sambil menggosokkan kedua tangannya gregetan menunggu dan membayangkan seberapa serunya kolaborasi tahunan ini nantinya...


Saat Davika dan Andeline tengah seru membahas tentang event kampus yang sangat menarik ini, Ana masih saja sempat mencuri-curi pandang pada Art yang tampak masih begitu serius mendengarkan perkataan dari si dosen killer mereka itu...


"padahal aku yang memintanya untuk menyembunyikan hubungan ini, tapi kenapa malah aku sendiri yang tidak bisa menahan diri untuk memperhatikan setiap hal yang ia lakukan sih... dasar kau ini plin-plan sekali Ana!" gerutu Ana dalam hatinya pada dirinya sendiri...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2