
HAPPY READING GUYS
_________________
"diam dan pelankan nafasmu Ana..." bisik KJ pada Ana, saat ia melihat seekor harimau ada di depan mulut goa itu... harimau itu berjalan semakin mendekat dan masuk ke dalam goa...
Tubuh Ana bergetar hebat di pelukan KJ yang dengan sengaja tak membiarkan Ana melihat kearah luar, KJ memeluknya sambil memperhatikan setiap gerakan harimau yang sedang masuk ke dalam goa itu... ia harus benar-benar fokus saat ini karena setiap detiknya akan menentukan titik kritis untuk mengambil keputusan untuk menyelamatkan nyawa mereka dari binatang buas yang ada di hadapan mereka saat ini...
"panjang tubuhnya sekitar 1,3 meter, tinggi sekitar 60 cm... dengan ukuran tubuh ini biasanya bobotnya akan mencapai 150 kg keatas... jika aku menerapkan cara A maka itu akan sedikit memakan waktu dan resiko yang cukup besar... sedangkan cara B hanya boleh dilakukan saat nyawaku terancam..." ujar KJ dalam hatinya sambil terus mengestimasikan kekuatan dari harimau itu...
Ia menimbang-nimbang langkah mana yang harus ia ambil sampai saat titik kritis itu tiba, yaitu saat harimau itu memutuskan untuk menyerang mereka...
"Ayah... semoga kharisma mu yang bisa membuat tunduk para hewan buas itu juga melekat dalam diriku..." doa KJ dalam hatinya
Mungkin karena tekanan dari rasa takut yang saat ini sedang Ana rasakan, ia menangis dan tidak sengaja terisak hingga membuat harimau itu menyadari adanya kehadiran individu lain di dalam goa itu...
Harimau yang awalnya sudah membaringkan tubuhnya di dekat api unggun itu perlahan bangun dan mengintai sekitarnya...
Sebenarnya aroma tubuh mereka memang sudah dapat tersamarkan oleh beberapa tanaman obat alami yang dengan sengaja KJ simpan di dekat pembatas serta di mulut goa itu agar penciuman dari para binatang buas itu terganggu dan tidak bisa merasakan kehadiran mereka disana...
namun saat ini trik itu menjadi sia-sia karena keberadaan mereka sudah mulai terdeteksi oleh harimau itu...
"Ana... duduk disini dan jangan buat suara apapun, sebisa mungkin jangan bersuara... apapun yang terjadi jangan sampai suaramu terdengar... bisa janjikan itu padaku?" tanya KJ dengan suara yang sangat kecil di dekat telinga Ana
"apa yang akan kamu lakukan? bagaimana jika binatang buas itu menyakiti kita?" bisik Ana yang masih gemetar ketakutan
"yakinlah padaku... percayakan semuanya padaku, aku pasti akan mengatasinya... jika nanti kamu benar-benar tidak bisa meredam tangisanmu karena merasa ketakutan, gigit ini dan tutup mulutmu dengan rapat Ana..." perintah KJ sambil memberikan sapu tangan kecil berwarna abu-abu itu pada Ana
"jangan membahayakan dirimu KJ..." pinta Ana sambil mengeratkan pelukannya pada bahu KJ
"aku tidak akan apa-apa selama kamu berdoa yang baik-baik tentangku dan tidak menyumpahiku Ana hehehe..." bisik KJ mencandai Ana
__ADS_1
"situasi seperti ini masih bercanda" protes Ana dengan suara pelan namun penuh penekanan pada setiap katanya...
"janji?" bisik KJ pada Ana
"baiklah aku janji asalkan kamu berjanji kembali dengan selamat juga" sahut Ana berbisik juga pada KJ
"deal" sahut KJ
KJ melepaskan pelukan mereka, lalu mengecup kening Ana singkat...
lalu ia keluar dari pembatas itu, alhasil dia langsung berhadapan dengan harimau yang saat ini tengah menatapnya dengan tajam...
"Hey kawan... aku tidak ingin menyakitimu, jadi jangan sakiti aku ya..." ujar KJ pada harimau itu sambil merentangkan tangan kanannya kedepan mengarah ke harimau itu...
Cukup lama mereka saling menatap tajam, menunggu gerakan pertama yang akan diambil oleh lawannya...
KJ masih terus berusaha untuk tidak menciptakan situasi yang dapat memojokkan harimau itu hingga dapat memaksanya untuk bertindak agresif dan menyerang dirinya...
Namun sepertinya keberuntungan masih belum memihak KJ, karena kakinya tidak sengaja menginjak ranting kering hingga membuat fokus harimau itu kacau...
"Gggrrrroooooaaaaarrrrr!!!!!" suara harimau itu langsung memenuhi goa,
Lalu dengan sangat cepat harimau itu melompat dan berusaha menerkam KJ saat itu juga...
"Sial!..." ucap KJ sambil menghindari terkaman harimau itu dan langsung memeluk tubuh harimau itu dengan sangat kuat...
Hingga akhirnya membuat pergulatan KJ dengan harimau itu tak dapat terhindarkan lagi...
Dengan mengerahkan seluruh keahlian yang sudah pernah ia pelajari dari ayahnya dan juga seluruh kekuatan yang ia miliki saat ini, tetap saja untuk melawan seekor binatang buas memerlukan usaha ekstra...
Saat ini dengan usaha yang sangat keras KJ berhasil mengunci pergerakan harimau besar itu dengan kedua tangan dan kakinya yang melilit dan mengunci titik-titik pergerakan harimau itu hingga harimau itu tidak bisa berdiri, ia hanya bisa melakukan perlawanan dengan kekuatannya dan menyebabkan tubuh KJ dan harimau itu berguling kesana kemari, beberapa kali kepala KJ benar-benar membentur bebatuan goa itu dengan keras, tentunya itu sedikit berdarah saat ini...
__ADS_1
" Gggrrrroooooaaaaarrrr " berulang kali harimau itu menggaung dan terus memberikan perlawanan pada KJ
"sial... ini bisa memancing nalurinya menjadi semakin buas dan liar..." batin KJ saat merasakan ada darah yang sedikit demi sedikit mengalir di kepalanya, namun walaupun ia terluka ia sama sekali tidak melepaskan kunciannya pada harimau itu...
"KJ....." bisik Ana dalam hatinya yang ketakutan melihat pergulatan KJ dengan harimau itu... Namun karena sudah berjanji apapun yang terjadi
Satu jam pergulatan itu tak kunjung menunjukkan hasilnya, keduanya masih sama-sama kuat memberikan perlawanannya...
dan untungnya setelah satu jam itu berlalu, kekuatan harimau itu juga tak bertahan lama...
sampai harimau itu benar-benar kehabisan tenaganya... ia berhenti memberikan perlawanan pada KJ...
Dengan sangat perlahan-lahan KJ melepaskan pelukan kuatnya pada tubuh harimau itu yang sudah mulai sedikit lemas...
"Kau kuat sekali... tapi tekadku ternyata lebih kuat dari staminamu kawan... seperti apa yang aku ucapkan tadi, aku tidak akan melukaimu... jadi tenanglah, dan bersikap bersahabatlah pada kami..." ujar KJ sambil mengelus kepala harimau itu dengan lembut... matanya menatap mata harimau itu dengan lekat seolah-olah sedang menanamkan rasa saling percaya diantara mereka berdua...
Setelah merasa harimau itu cukup tenang, KJ beranjak dari sana dan berjalan mendekati api unggun itu...
ia mengambil ikan bakar yang masih tersisa satu ekor itu, lalu kembali duduk di dekat harimau itu...
KJ membagi dua ikan itu dan meletakkan sebagian ikan itu di hadapan harimau itu...
"makanlah kawan... kau pasti lelah juga kan... hahaha" ujar KJ pada harimau itu...
"KJ? apa kamu tidak apa-apa?" tanya Ana yang sedikit mengeluarkan kepalanya dari pembatas itu, setelah merasa situasi sudah cukup aman karena mendengar percakapan satu arah KJ yang entah dengan siapa...
"Hah!!! harimaunya masih disini!" teriak Ana sambil kembali masuk kedalam areal yang sudah dibatasi itu dengan paniknya...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐