
Happy Reading πΉπΉ
Nathan dan Mikayla kini berfoto bersama para tamu undangan yang bergantian naik ke atas panggung, keduanya tampak memamerkan senyum terbaik meski bertolak belakang dengan isi hati masing-masing.
Mikayla tampak cantik mengenakan gaun dengan model tanpa lengan yang tidak begitu rendah, karena modelnya yang pas dengan tubuh sehingga dapat membentuk tibuh Mikayla yang seperti jam pasir.
Selain tubuh kurus, dia juga tinggi sehingga membuat cekungan yang membentuk seperti jam pasir. Berbeda dengan wanita yang kurus tetapi hanya memiliki tinggi 150-an cm, meskipun kurus tidak akan membentuk lekukan jam pasir.
Foto grafer mengarahkan sepasang pengantin yang kini tampak lenggang di atas panggung, Nathan dan Mikayla mengikuti intruksi sang fotografer meskipun canggung dan kaku.
Nathan menghadap ke arah Mikayla dengan tangan yang merengkuh pinggang kecilnya, jantung Mikayla berdebar dengan kencang begitu juga Nathan.
"Lebih dekat lagi ... Senyum!" Seru sang fotografer.
"Aku pastikan, pernikahan ini adalah neraka bagimu." Bisik Nathan sehingga membuat Mikayla menoleh.
Jarak antara wajah Natham dan Mikayla haya di pisahkan oleh hidung mancung mereka, membuat fotografer dengan cepat mengambil gambar.
Suara sorakan dan tepuk tangan membuyarkan keduanya, dengan cepat Mikayla dan Nathan berdiri tegap tersenyum kaku.
Kini Nathan dan Mikayla telah brada di dalam satu kamar yang sama, Mikayla duduk di sofa kamar dengan melepaskan beberapa aksesoris yang dia kenakan.
Beruntung tidak banyak yang dia kenakan, hanya pita, kalung, dan gelang. Dia menatap nathan yang hanya berdiam diri dengan menunggunginya.
"Kakak tidak ganti baju?" Tanya Mika lembut.
Nathan hanya diam tanpa ada niatan untuk menjawab ucapan gadis yang kini sudah menjadi istrinya.
Mika hanya menghela nafas panjang dan segsra beranjak dari sofa, melangkahkan kakinya dengan mengangkat gaun yang cukup berat seorang diri.
Gerakan tangannya terhenti saat memutar handel pintu, dia menoleh ke belakang menatap punggung suaminya.
"Apa makhsud ucapan kakak di panggung tadi? Kakak ingin menyiksaku dalam pernikahan ini?" Tanya Mikayla yang sejak tadi ingin bertanya.
Nathan memutar tubuhnya sehingga kini dapat menatap dengan jelas gadis yang masih mengenakan gaun pernikahan.
"Sudah aku peringatkan kepadamu, pernikahan ini rahasia termasuk merahasiakannya kepada Laura." Ucap Nathan dengan geram.
__ADS_1
Mikayla semakin bingung karena tidak paham dengan ucapan Nathan, "Apa sih makhsud kakak, kenapa dengan Laura. Aku bahka tidak pernah berbicara dengannya jadi jangan sangkut pautkan aku dengan gadis yang sekarang statusnya selingkuhanmu!" Jawab Mikayla dengan keras sebelum masuk ke dalam kamar mandi tanpa menunggi jawaban dari Nathan.
...ππ...
Mikayla kini tengah mengemasi pakaian dan beberapa barang pribadinya, dengan di bantu oleh Mommy Bintang dia menyusun rapi kedalam koper besar.
Setelah acara pernikahan selesai, siang hari mereka memutuskan terbang kembali ke Indonesia karena mengingat jika Nathan dan Mikayla sebentar lagi akan ujian tengah semester.
"Tidak perlu membawa banyak pakaian, Mom. Sisakan juga di mansion untuk berjaga-jaga siapa tau Mikayla menginap atau mampir." Ucap Mikayla kepada Mommy Bintang.
"Baiklah, akan Mommy keluarkan beberapa." Jawabnya.
Mikaylah memasukkan satu foto keluaga yang dibingkai indah dengan pigura. Segera dia menutup kopernya.
Sedangkan Nathan tengah menunggu di ruang tamu seorang diri, Daddy Jackson sudah berangkat ke kantor sedangkan Luis enggan untuk menemaninya duduk.
Kedua mata Nathan mengikuti kemana langkah Luis, hingga melihat pria yang seusia dengannya menjatuhkan bobot tubuhnya di salah satu sofa yang tidak jauh darinya.
Hening tercipta, keduanya saling menatap dan enggan untuk menyapa. Padahal tidak pernah ada masalah di antara mereka sebelumnya.
Hingga Luis memecahkan keheningan, "Aku tidak akan mengulanginya untuk yang kedua kalinya, jika kamu menyakiti adikku. Jangan harap kamu dapat melihat dan bersamanya lagi." Ucap Luis dengan nada serius.
Nathan hanya tersenyum masam, "Aku bahkan tidak menyentuhnya." Jawab Nathan.
"Bagus, jika bisa jangan pernah menyentuh Mika sehelai rambutpun." Ucap Luis dengan tajam.
Nathan menyandarkan punggungnya di sofa dengan bersedekap dada, "Jangan bilang kamu mencintai adikmu." Timpal Nathan yang memancing emosi Luis.
"Jaga mulutmu!" Sentak Luis dengan geram.
Nathan tersenyum miring, "Kami sudah menikah, jadi terserah aku ingin menyentuh atau berbuat sesuatu dengan Mika. Kamu tidak berhak mencampuri urusan rumah tanggaku dengan adikmu." Jelas Nathan dengan sungguh-sungguh.
Luis berdiri dengan kasar dan menatap tajam Nathan, "Segera akhiri hubunganmu dengan wanita lain atau kau akan menyesal." Ucap Luis yang langsung meninggalkan Nathan begitu saja.
__ADS_1
Nathan tertegun mendengar ucapan yang keluar dari Luis, dia hanya mampu menatap punggung pria jangkung tersebut hingga menghilang menaiki anak tangga.
Luis berjalan menuju kamar saudara kembarnya, beruntung pintu kamar tidak di tutup membuatnya langsung masuk begitu saja saat melihat dua wanita berbeda usia tengah berpelukan.
"Kenapa kalian berpelukan? Apa ada sesuatu yang di rayakan lagi?" Tanya Luis yang langsung menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa.
Mikayla hanya menekuk wajahnya dengan melempar babtal ke arah saudara kembarnya, "Dasar tidak berperasaan!"
Bintang hanya tersenyum dengan mengusap air matanya, "Mommy hanya tidak percaya jika Mikayla sudah menikah dan akan meninggalkan mansion ini." Jelasnya kepada Luis.
"Oh, come on Mom. Kita masih satu negara, satu provinsi, dan satu kota. Bahkan tidak ada dua puluh menit sudah sampai di apartemen mereka." Jawab Luis dengan wajah menyebalkan.
"His, kau ini-"
"Sudah ... Sudah, ayo cepat turun. Pasti Nathan sudah menunggu terlalu lama sayang." Ucap Bintang dengan melerai perdebatan yang akan terus bergulir.
Mikayla mengangguk, dia segera berdiri, dan membawa salah satu kopernya sedangkan koper yang lain di bawa oleh Luis.
Nathan yang berada di lantai satu langsung menghampiri Mikayla saat mendengar suara langkah dan orang berbincang.
Layaknya seorang suami, dengan sigap dia mengambil koper yang besar dan berat dari tangan Mika. Membuat Bintang tersenyum bahagia karena pilihan tepat menikahkan anak gadisnya dengan Nathan.
Luis yang melihatnya hanya menatap datar, mereka beremoat berjalan bersama hingga berhenti di depan mobil yang cukup besar.
Nathan memasukkan koper Mikayla yang di susul Luis, sedangkan Mika memeluk tubuh Mommy Bintang.
Kini beralih ke Luis, dia memeluk saudara kembarnya dengan erat. "Jaga Mommy dan Daddy ya, Kak. Jangan suka pulang malam lagi dan menurut dengan mereka, jangan mengendarai motor dengan kencang, selalubawa baju ganti saat berlatih basket, ja-"
Ucapan Mikayla terhenti saat Luis mencapit bibir adiknya dengah wajah datar nan dingin, "Pergilah, hidupku akan tenang sekarang karena tidak mendengar ocehanmu setiap hari." Ucap Luis yang kemudian melepaskan capitannya.
Wajah cemberut dan di tekuk Mikayla begitu lucu di mata Luis, "Hati-hati, jadi istri yang baik." Lanjut Luis dengan mengelus pucuk kepala adiknya.
Nathan hanya terdiam melihat interaksi kedua saudara kembar tersebut, yang saat ini kembali berpelukan sebelum Mikayla masuk ke dalam mobil.
...πΎπΎ...
__ADS_1