
Happy Reading
“Aku sangat kasihan kepada istrinya.”
“Benar, karena mereka menikah muda. Pantaslah mereka masih egois.”
“Tapi sepertinya dua orang itu lebih dewasa dari gadis cantik itu, aku mendengar dia memanggil Kak.”
"Mereka masih muda tetapi kelakuannya sudah seperti orang dewasa, bagaimana mereka masih berpacaran padahal sudah jelas yang laki-laki sudah menikah."
"Laki-laki mokondo dia."
"Kasihan sekali gadis-gadis itu dipermainkan satu pria."
Segelintir kasak-kusuk para pengunjung cafe yang terdengar jelas di telinga Laura dan Nathan, mereka saat ini seperti tengah menjalani hukum sosial. Laura
Laura merasa sangat dipermalukan oleh Mikayla saat ini, dia berdiri dengan menggebrak meja membuat Nathan tentu saja kaget dibuatnya juga para pengunjung yang tengah memnnicarakannya dengan terang-terangan.
"Hey! kekasihku bukan mokondo! Dan aku sudah berpacaran sejak lama dengannya, dia dijodohkan dengan gadis lain sehingga terpaksa menerimanya." Ucap Laura mengarang tapi benar adanya.
"Duh, kamu masih muda dan masa depanmu panjang. Seharusnya kamu segera melepaskan kekasihmu karena sudah tahu jika dia memilih wanita lain daripada kamu. Karma itu berlaku, sekarang kalian masih menjalin hubunngan terang-terangan di depan istrinya semoga saja kamu jika menikah dengan pria lain maka pria itu akan setia dan kamu pria muda semoga kamu tidak menyesal dengan semua kelakuanmu ini." Jawab salah satu pengunjung yang sudah cukup berumur.
Laura lantas meninggalkan cafe tersebut dengan perasaan dongkol, dia menggerutu tidak jelas. Sedangkan Nathan segera berlari mengejar Laura yang terlebih dahulu membayar pesanan dikasir.
Berunntung Laura sudah masuk di dalam mobilnya, sehingga tidak membuat Nathan semakin pusing dengan kejadian hari ini. Sungguh hari yang sangat melelahkan untuknya, dia segera masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan area cafe.
"Lihat tingkah istrimu itu, dia sudah mempermalukanku di depan umum! Dia benar-benar gadis liar tidak hanya tingkah lakunya tetapi juga ucapannya seperti ular berbisa." Omel Laura di depan Nathan.
__ADS_1
"Diamlah." Ucap Nathan datar.
"Bagiaman aku bisa diam, apa kamu tidak malu. Kamu tahu sendiri kita tidak berbuat hal-hal aneh di dalam apartemen, Mika berbicara seakan-akan memergoki kita tengah bercin*ta! Apa dia juga tidak sadar dekat dengan Dean, sekarang dia menyalahkan semua seolah-solah dialah korban yang paling menyedihkan." Lanjut Laura yang semakin menjadi.
"Aku bilang diam! Apa kamu tidak mendengarku, sekarang turun." Sentak Nathan dengan menghentikan mobilnya di dekat halte bis.
"A-apa, Nathan! Kamu itu kekasihku dan kita sudah di hina habis-habisan oleh Mikayla. Kamu tidak marah, bahkan kamu tidak membelaku tadi. Apa kamu sudah mencintainya, iya!" Seru Laura dengan amarah yang makin berkobar.
Laura begitu cemburu dengan Mikayla, Nathan memandang Mikayla dengan pandangan berbeda. Laura tidak pernah melihat pandangan Nathan seperti itu kepadanya tetapi baru kali ini Laura melihatnya dan itu untuk wanita lain bukan dirinya.
Mendengar ucapan Laura membuat Nathan terdiam, hal itu sontak saja semakin membuat Laura marah kepada Nathan. Dia mukul pundak Natahan dengan menangis, "Kamu jahat, Nath ... kamu jahat!" Ucapnya.
"Hiks, kenapa harus aku yang mengalami ini semua! Aku itu kekasihmu sedangkan dia wanita yang tiba-tida datang dalam hubungan kita, wanita yang baru saja hadir dalam kehidupanmu!" Lanjut Laura yang masih menangis.
Nathan menahan kedua tangan Laura untuk menenangkannya, "Laura tenanglah." Ucapnya.
Sontak saja hal itu membuat Nathan kelabakan, "Laura tennanglah, hidup udara dalam. Kita akan kerumah sakit." Jawab Nathan dengan panik.
Laura memegangi dasbor mobil susah payah, dadanya terasa sangat sakit, dan sesak. Bahkan untuk menangis dia sudah tidak mampu. Apakah benar dia memiliki penyakit jantung atau sakit yang ditimbulkan oleh Nathan, hanya autor dan Tuhan yang tau.
*
*
*
Di kediaman Wijayakusuma, Kenan tengah berbincang serius dengan Jackson melalui sambungan telfon, Alice yang mendengar dari luar ruang kerja suaminya tampak sangat gelisah. Bukan dia mendukung permintaan Mikayla dan membenarkan perbuatan Nathan.
__ADS_1
Tetapi Alice juga ikut andil dalam pernikahan sang putra, Alice hanya ingin Nathan menikah dengan Mikayla anak dari rekan kerja sang suami yang kini menjadi sahabatnya. Bukan Alice tidak menyukai Laura, hanya saja Laura bukanlah gadis yang tepat untuk Nathan karena sejatinya baik Alice dan Kenan sudah tahu siapa Laura begitu juga perangainya.
"Seharusnya aku tidak memaksakan kehendakku, maafkan Mama Nathan. Mama sudah melakukan kesahalan lagi untuk kedua kalinya." Ucap Alice dengan sejuta penyesalan.
Siapa yang tidak tahu kisah Alice dan Kenan, bisa di baca pada novel yang berjudul BELENGGU MASA LALU. Di mana Alice terikat pernikahan untuk menyelamatkan perusahaan keluarganya, hingg hadir orang masalalu sang suami, bahkan hampir bercerai.
"Sayang." Panggil Alice yang masuk ke dalam ruang kerja suaminya.
Kenan langsunng menyudahi panggilan telfon tersebut dan berjalan menghampiri sang istri, "Ada apa? Kenapa tidak menemani Kinan. Hem?" Jawab Kenan lembut.
Alice langsung memeluk tubuh sang suami dengan erat, dia menyandarkan kepalanya di dada bidang Kenan. Sentuhan lembut yang seperti biasanya dia dapatkan.
"Apa kita sudah salah menjodohkan mereka?" Tanya Alice pelan.
Terdengar hembusan nafas panjag dari sang suami hal itu semakin membuat Alice takut, "Tidak sayang, Mikayla begitu mencintai Nathan. Sepertinya Nathan terjebak seperti aku dulu, besar kemungkinan jika Nathan tidak sadar dia akan kehilangan Mikayla." Jawab Kenan menjelaskan dengan lembut.
Alice menggeleng pelan, air matanya sudah luruh membasahi pipinya. "Tidak, sayang. Jangan sampai dia mengalami seperti kita dulu, kita harus mengatakannya dengan jujur bagaimana kondisi Mikayla." Ucap Alice dengan cepat.
Kenan mengusap air mata di wajah sedih sang istri, "Itu permintaan terakir Mika sayang, kita tidak bisa berbuat apa-apa bahka keluarganya sudah menyetujui permintaan itu." Kata Kenan apa adanya.
"Itu sangat konyol, bagaimana bisa Mika bermain dengan nyawa sayang. Ba-bagaimana jika Mika sudah tiada barulah Na-nathan menyadari perasaannya?" Jawab Alice dengan tersendat-sendat menahan perasaan sesak di dalam dadanya.
"Ssst ... Mika akan umur panjang sampai melahirkan keturunan Nathan. Jangan berbicara seperti itu, kita akan panggil Nathan dan Mikayla besok untuk menginap di mansion beberapa hari. Bagaimana?" Ucap Kenan menenangkan hati sang istri.
"Ba-bagaimana jika sampai Nathan lulus? Mama tidak mau dia mengalami kisah seperti kita, bahkan ini sangat menyakitkan sayang...hiks bagaimana bisa gadis semuda itu harus mengalami semua ini, hati Mama sangat sakit bagaimana jika Kinan di posisi Mikayla." Kata Alice yang kini sudah luruh di atas lantai.
Kenan segera berjongkok dan membawa Alice ke dalam pelukannya. Tanpa keduanya sadari Kinan mendengar semua pembicaraan orang tuanya, dia menutup mulutnya dengan erat tetapi kedua air mata sudah membasahi wajah cantiknya.
__ADS_1
Bagaimana bisa sahabat sekaligus kakak iparnya menyembunyikan rahasia sebesar ini, "Mika, kamu jahat!" Ucap Kinan dalam hati.