Segenggam Rindu Untuk Mikayla

Segenggam Rindu Untuk Mikayla
KERJASAMA


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Kamu pantau Mikayla selama menempuh perkuliahan di sini." Jawab Nathan dengan mantap.


Sudut bibir Zaki berkedut, hingga tangan kanannya reflek memukul kepala Nathan dengan keras.


"Kenapa harus aku, bukan kamu saja. Apa kamu pikir aku tidak ada perkuliahan, aku dan Mika saja jurusannya berbeda." Oceh Zaki dengan kesal.


Nathan mengelus kepalanya yang sakit akiibat dari ulah Zaki, "Hey! Apa kamu mau mati, aku tidak mungkin bisa kuliah di sini. Aku sedang mengajukan kerjasama dengan perusahaan Gandratama." Ucap Nathan dengan mendengus kesal.


Kening Zaki berkerut dalam, "Kenapa malah kerjasama dengan perusahaan bod*oh!" Sentak Zaki yang tidak tahu jika Mika magang di perusahaan Gandratama.


"Mikayla bekerja di sana, aku pertama kali bertemu dengannya di halte dekat perusahaan itu. Jujur saja setelah kita membongkar makam, aku setiap hari datang keperusahaan tersebut dan benar dugaanku. Mikayla bekerja di sana dan selalu dekat dengan saudara laki-lakinya." Jelas Nathan dengan serius.


"Saudara laki-laki?" Beo Zaki.


"Iya, Langit Putra Gandratama. Anak sekolahan SMA Melingkar." Jawab Nathan yang di angguki Zaki saja karena dia juga tidak kenal.


"Lalu, selanjutnya apa rencanamu setelah ini?" Tanya Zaki yang penasaran.


"Aku akan berkunjung ke mansion Anderson sekarang, sekarang aku memiliki bukti sehingga mereka tidak akan dapat mengelak lagi dan tidak akan dapat menyembunyikan Mikayla dariku." Jawab Nathan dengan serius.


Zaki hanya mampu memberikan dukungan secara moril saja karena dia hanya orang luar yang tidak tahu bagaimana sejatinya kehidupan rumah tangga Nathan.


"Good luck, bro! Aku masuk ke kelas dulu, bye." Pamit Zaki yang di angguki Nathan.


Zaki dan Nathan sama-sama meninggalkan tempat mereka berbincang dengan berbeda arah, Nathan melangkah lebar menuju kearah parkiran mobilnya dengan mengenakan kacamata hitam, banyak pasang mata yang kagum dengan ketampanan Nathan terlebih banyak dari mereka tahu jika Nathan salah satu anak pengusaha terkenal.


Salah satunya, gadis yang populer di kampus Mikayla. Sejak kedatangan Nathan sudah menarik perhatian gadis cantik dan populer itu, "Ternyata ada kerikil kecil," Ucapnya pelan dengan menyingungkan senyum tipis kearah Nathan dan Mikayla yang berpelukan tadi.


Mesin mobil Nathan menyala, perlahan mobil bergerak meninggalkan area kampus. Nathan akan mengunjungi Perusahaan Gandratama terlebih dahulu barulah datang mengunjungi mansion mertuanya, dia memasang handset ke telinga kirinya dan mencari kontak sekertaris ayahnya.


"Apa semuanya sudah siap?" Tanya Nathan to the point.


"Sudah, Tuan. Saya tinggal menunggu tanda tangan dari Tuan Kenan saja." Jawab sang sekertaris di sebrang telfon.


"Apa ayahku belum datang?" Tanya Nathan heran karena tidak biasanya sang ayah berangkat kesiangan.


"Beliau baru dalam perjalanan, Tuan. Saya akan menyusul ke Perusahaan Gandratama begiitu mendapatkan tanda tangan Tuan Kenan." Jelas sang sekertaris kepada Nathan.


"Baiklah, aku akan berangkat kesana terlebih dahulu dan segeralah menyusul. Aku akan menghubungi ayahku setelah ini." Ucap Natha sebelum mengakhiri panggilan telfonnya.

__ADS_1


Kini Nathan membelokkan stir mobilnya ke kanan jalan, karena Perusahaan Gandratama tidak searah dengan Perusahaan Wijayakusuma. Segera Nathan menelfong sang ayah untuk segera menandatangani berkas-berkas.


"Ada apa, Nath?" Tanya Kenan di sebrang telfon.


"Ayah sudah sampai mana?" Tanya Nathan tanpa menjawab ucapan sang ayah.


"Sedang dalam perjalanan," Jawab Kenan singkat.


"Ayah segera datang ke kantor karen ada berkas penting yang harus perlu ayah setujui." Ucap Nathan cepat.


"Kenapa kamu tiba-tiba ingin bekerjasama dengan Perusahaan Gandratama?" Tanya Kenan penasaran.


"Nathan ingin membicarakan hal penting setelah semuanya selesai, Ayah." Jawab Nathan yang masih fokus menyetir mobilnya.


"Ayah akan bersedia berbicara denganmu asalkan di mansion, tidak di luar." Kata Kenan dengan tegas.


"Tentu saja." Jawab Nathan.


"Baiklah, Ayah sudah sampai di perusahaan. Ayah tutup dulu." Ucap Kenan yang langsung mematikan sambungan telfonnya.


Nathan melepas headsetnya dan kini mobilnya mulai memasuki area Perusahaan Gandratama, dia mengarahkan mobilnya di area parkir untuk tamu. Mobil mesin di matikan oleh Nathan dan segera dia keluar dari dalam mobil setelah melepas seatbeltnya.


"Saya utusan dari Perusahaan Wijayakusuma, ingin bertemu dengan Tuan Sky Putra Gandratama." Jawab Nathan dengan menunjukkan id cardnya.


"Baik, silahkan melapor pada bagian resepsionis." Ucap penjaga yang mempersilahkan Nathan untuk masuk.


Nathan segera berjalan untuk melapor pada bagian resepsionis, kembali dia menunjukkan id card kepegawaiannya. Segera bagian resepsionis menghubungi sekertaris bos mereka. Nathan menunggu cukup lama hingga sambungan telfon di sudahi oleh sang resepsionis.


"Tuan, silahkan ikuti saya untuk naik kelantai tiga puluh. Tuan Sky sudah menunggu." Ucap sang resepsionis dengan sopan.


"Terima kasih." Jawab Nathan sopan.


Nathan segera berjalan di belakang resepsionis kearah lift yang berbeda dengan lift lainnya, dia segera masuk kedalam lift yang sangat luas. Segera resepsionis memencet tombol lantai tiga puluh, pintu lift tertutup dan mulai bergerak naik.


Tidak membutuhkan waktu lama kini keduanya telah sampai, Nathan berjalan keluar mengikuti resepsionis yang berjalan menuju kearah salah satu ruangan. Petugas mengetuk pintu hingga terdengar suara dari dalam,


"Silahkan, Tuan." Ucap resepsionis membukakan pintu untuk Nathan.


Nathan mengangguk, "Terima kasih." Jawabnya sebelum melangkah masuk ke dalam ruang kerja Sky.


Segera pintu tertutup, Nathan mengedarkan pandangannya kesegala arah ruang yang maskulin tapi sedikit feminim karena banyak bunga-bunga segar di dalam ruangan.

__ADS_1


"Selamat pagi, saya Nathan putra dari Kenan Wijayakusuma." Ucap Nathan memperkenalkan diri.


Sky yang melihat suami dari ponakannya segera beranjak dari duduknya, dia berjalan menghampiri Nathan yang masih berdiri tidak jauh dari pintu masuk.


"Halo Nathan, kenalkan saya Sky paman dari Mikayla mendiang dari istrimu." Jawab Sky yang mengulurkan tangan kanannya.


Nathan tersenyum tipis, dia membalas uluran tangan tersebut. "Ayo duduk!" Ajak Sky yang kini sudah menarik tangan kanannya dan berjalan menuju salah satu sofa di tengah ruang kerjanya.


Nathan mengikuti dan menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa, seorang OB masuk membawa dua cangkir teh hangat dan di sajikan di atas meja.


"Ada keperluan apa datang kemari?" Tanya Sky to the point.


"Begini, Tuan...."


"Panggil saja Paman." Potong Sky cepat.


Nathan berdehem karena merasa kelu, selama menjadi suami Mikayla dia tidak pernah memanggil Sky paman. "Baik, jadi begini paman. Saya ingin mengajukan kerjasama dengan perusahaan Wijayakusuma, kami ingin menanamkan investasi di perusahaan ini." Jawab Nathan dengan tegas dan lugas.


"Lalu di mana berkasnya?" Tanya Sky yang meminta dokumen kepada Nathan.


"Ah, maaf paman, Kebetulan ayah datang kesiangan sehingga sekertaris ayah menunggu agar dapat tanda tangannya." Jawan Nathan jujur.


Sky menganggukkan kepalanya paham, "Kamu sangat beruntung, kebetulan aku sedang menjalankan proyek baru yaitu perumahan. Dan kami memang kekurangan dana karena target perumahan ini menengan kebawah sehingga banyak unit yang akan kami bangun." Jelas Sky yang membuat hari Nathan bersorak gembira.


Hingga pintu terdengar di ketuk dari luar, pintu perlahan terbuka terlihat sosok sekertaris dari Kenan. Segera sekertaris tersebut masuk dengan membawa berkas di kedua tangannya.


"Maaf, saya terlambat." Ucapnya.


"Tidak apa-apa, duduklah . Aku akan membaca dokumen yang sudah kalian siapkan." Jawab Sky sopan.


Segera sekertaris itu menyerahkan dokumen yang penting yang sudah dia siapkan dan segera duduk di sofa bersebelahan dengan Nathan. Tampak Sky begitu teliti dan seius dalam membaca setiap kata demi kata hingga map itu di tutup.


"Saya setuju, kita bisa memulai kerjasama hari ini." Ucap Sky dengan tersenyum.


Nathan kaget, dia tidak percaya akan semudah ini menembus perusahaan Gandratama karena yang dia tahu Sky adalah atasan yang dingin dan kejam jika berkaitan dengan bisnis.


"Be-benarkah, paman?" Tanya Nathan yang masih tidak percaya.


"Benar, senang bekerja sama denganmu. Semoga kerjasama kita akan terus terjalin dengan baik." Ucap Sky yang sudah berdiri dan mengulurkan tangannya kearah Nathan.


Nathan lantas langsung berdiri dan membalas uluran tersebut dengan gembira, sekertaris juga tampak senang dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan besar. Dia juga membalas uluran tangan dari Sky, "Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2