Segenggam Rindu Untuk Mikayla

Segenggam Rindu Untuk Mikayla
REUNI


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Suasana malam yang penuh kemerlap bintang tidak jauh berbeda di salah satu gedung yang di hias dengan cantik.


Banyak tamu undangan yang berdatang secara bergantian, baik sepeda motor maupun mobil tampak memenuhi parkiran di depan gedung sekolahan.


Para alumni berjalan baik dengan pasangan mereka maupun sahabat masa sekolahnya yang masih berhubungan baik hingga saat ini.


Reuni sekolah diadakan pada malam hari Karen sebagian besar mereka adalah pekerja, suara gelak tawa dan riuh suara orang mengobrol saling bersahutan.


Mereka datang dengan dandanan terbaik yang dapat mereka tampilkan, para penjaga mengecek barang bawaan sebelum para alumni memasuki area reuni.


Gelas-gelas kaca memantulkan cahaya dari sinar lampu yang menerangi area lapangan tengah.


Lapangan tengah yang biasa untuk upacara bendera kini di sulap seperti pesta kebun, banyak makanan kecil, dan juga berbagai jenis minuman di sajikan.


Dentuman musik yang keras juga seorang DJ di atas panggung turut memeriahkan acara pada malam hari ini.


Sesuai rencana, para alumni dapat melaksanakan acara reuni akbar sesuai rencana. Tadi siang mereka sudah mengundang para guru untuk datang ke salah satu hotel mewah sebagai ucapan terima kasih karena sudah membagi ilmu kepada para siswa.


"Hey, Zak!" Seru teman yang melihat kedatangan Zaki.


"Woi, bagaimana kabarmu. Kenapa tadi siang kamu tidak datang?" Tanya Zaki berbasa-basi.


"Aku tukar sift dengan rekan kerjaku agar dapat bergabung dengan kalian malam ini." Jawabnya.


Zaki hanya ber oh ria saja, karena sejatinya dia dapat dengan mudah mengetahui di mana saja tempat kerja rekan-rekannya.


"Eh, apa benar gosip yang beredar di media sosial sekolahan. Mungkin kamu menghalu atau kamu punya indra keenam jadi bisa melihat setan?" Tanyanya kembali.


Kening Zaki berkerut dalam, dia bingung dengan arah topik pembicaraan temannya.


"Mikayla, istri Natha. Apa benar yang kamu post foto mereka terbaru atau sudah lama?" Jelas temannya.


"Tentu saja terbaru, memang kamu pernah melihat Nathan menggunakan jas selama SMA. Lihat saja latar tempat foto itu di taman kampusku." Jawab Zaki dengan mengambil satu gelas jus yang di bawa oleh pelayan.


"Jadi, kamu dan Mikayla satu kampus?" Tanya rekannya kembali dengan wajah kaget.


"Iya." Jawab Zaki singkat.

__ADS_1


"Oh my God! Hebat sekali, lalu di mana Mikayla. Katamu akan membuktikan, kamu mau mengajak Mika datang keacara reuni hari ini?" Kata teman lainnya yang merasa tidak percaya kepada Zaki.


"Mana aku tahu, aku bukan suaminya." Jawab Zaki dengan menghendikkan kedua bahunya.


Zaki yang akan meminum jusnya dia urungkan karena kepalanya terhuyung kedepan akibat seseorang mendorong kepalanya dari arah belakang.


"Sembarangan kalau ngomong, langkahinduku mayatku." Kata Nathan yang tiba-tiba sudah berada di antara mereka.


Zaki hanya mendesis kesal, dia melihat sekeliling mencari seseorang membuat Nathan heran.


"Cari apa?" Tanyanya.


"Di mana Mikayla?" Tanya Zaki tanpa menjawab ucapan Nathan.


"Untuk apa kamu mencari istriku." Jawab Nathan dengan dingin.


"Untuk apa mencari istriku, kemana saja dulu woi. Gak sadar atau amnesia." Decak kesal Zaki dengan menirukan jawaban Nathan.


Sekali lagi Nathan hanya menoyor kepala Zaki karena kesal, beberapa temannya yang melihat Zaki dan Nathan sejak dulu seperti kucing dan tikus saat memperdebatkan sesuatu hanya dapat tertawa.


Zaki selalu ketua kelas sedangkan Nathan sebagai wakil ketua kelas. Tentu saja ada moment di mana keduanya beradu argumen.


"Masih." Jawab Nathan singkat.


Seluruh temannya hanya mengangguk saja, mereka bingung akan bertanya apalagi tentang Mikayla karena Nathan orang yang cukup dingin untuk di dekati sehingga membuat mereka sungkan.


"Sudah, semua kembali saja menikmati pestanya. Untuk apa memikirkan istri orang lain," kata Zaki yang membuat rekan-rekannya tersenyum.


"Kami duluan, Nath." Pamit salah satu temannya yang hanya di angguki oleh Nathan.


Nathan berjalan dengan membawa satu gelas di tangan kanannya, dia ingin mencari sosok Mikayla di kerumunan para alumni karena satu jam yang lalu Nathan mengajak Mikayla untuk datang bersama tetapi di tolak dengan alasan berangkat di antar oleh ayahnya.


Mikayla sudah tahu pemilik nomor yang dia beri nama Zaki sebelumnya ternyata adalah Nathan, dia tahu saat Nathan menanyakan dirinya apakah sudah pulang kuliah atau belum setelah aksi adu jotos dengan Dean.


"Cari siapa, Kak?" Tanya Kinan yang mengagetkan Nathan.


"Astaga! Kamu selalu saja seperti itu." Oceh Nathan kesal.


Kinan hanya memutar bolanya malas, "Mikayla belum datang." Kata Kinan tanpa mendengar pertanyaan Nathan.

__ADS_1


"Kakak hanya berjalan-jalan untuk mencarimu, kakak ingatkan jangan pulang malam karena Mama dan Ayah sudah menitipkanmu pada kakak." Jawab Nathan yang tidak sepenuhnya berbohong.


"Oh, Kinan kira Kakak mencari Mika. Yasudah jika begitu, Kinan tinggal dulu." Ucap Kinan dengan mengangguk paham.


"Eh, tunggu dulu. Apa Mika benar belum datang?" Tanya Nathan pelan.


Kinan hanya tersenyum tipis, "Tadi katanya bukan cari Mika, belum. Dia belum datang." Jawab Kinan jujur.


"Sudah, Kinan mau gabung dengan teman-teman lainnya. Kakak lebih baik juga berbaur dengan manusia bukan pekerjaan kantor." Lanjut Kinan yang mengejek sang kakak.


Nathan hanya berdecih kesal menatap punggung Kinan yang kini sudah menjatuhkan bobot tubuhnya di salah satu kursi kosong bersama teman-temannya.


Akhirnya Nathan melangkah meninggalkan Kinan dan teman-temannya, dia memutuskan untuk bergabung teman kelasnya.


Namun, langkahnya terhenti saat para alumni riuh. Membuat Nathan menoleh ke arah yang kini menjadi pusat perhatian.


Terlihat seorang gadis yang berdiri mematung tidak jauh dari tempatnya berdiri, gadis yang sejak tadi dia cari keberadaanya.


Pandangan Nathan berubah menjadi dingin dan tajam melihat tangan Mikayla melingkar kelengan pria lain yang tidak lain adalah Dean.



Mikayla menggunakan dres yang cukup terbuka bagian dadanya dengan tambahan blazer berwarna hitam yang di sampirkan untuk menutupi lengannya yang bebas dari kain karena model dres yang di gunakan menggunakan tali kecil.


Perhiasan yang di gunakan oleh Mikayla juga tidak berlebihan karena modelnya yang simpel sehingga menutup kekurangan dresnya yang polos.


Rambut panjang Mikayla di gulung hingga memamerkan lehernya yang jenjang nan putih, sedangkan Dean menggunakan warna senada dengan blazer Mikayla.


Dia menggunakan jas hitam dengan aksesoris pin di bagian depan, kancing jas di biarkan begitu saja sehingga menampilkan kemeja berwarna putih yang senada dengan warna dress Mikayla.


Jika orang tidak tahu Mikayla adalah istri Nathan, pastilah mereka mengira Dean adalah kekasih Mikayla malam ini.


Dean menyapa teman-temannya dengan senyum mengembang sempurna, teman-teman yang melihat Mikayla bersama Dean hanya tercengang dalam diam.


Mereka menatap lekat kearah Mikayla, "Apa benar ini Mika?" Tanya salah satu dari mereka.


Mika mengangguk kaku dengan tersenyum tipis, salah satu dari mereka menyentuh lengan Mika memastikan jika Mika benar-benar manusia.


"Oh, hebat! Dia benar-benar manusia." Ucap temannya kaget.

__ADS_1


__ADS_2