
Happy Reading
Ruang rawat Mikayla kembali sunyi hanya beberapa suara isakan yang keluar, Dean segera menegakkan kembali tubuhnya dan mengetuk pintu sedikit keras agar disadari keberadaannya.
“Perminis, Mikayla!” Ucap Dean dengan suara ceriara sambil menyembulkan kepalanya ke dalam ruangan.
Mika dan Luis yang masih berpelukan segera mengurainya, Mika dengan cepat mengusap air matanya, dan berjalan cepat menuju kamar mandi. Berbeda dengan Mikayla, air mata Luis sudah kering dia kembali memasang wajah muka datar nan dingin.
“Masuklah, Dean.” Ucap Luis kepada rivalnya saat bermain basket.
“Oh, eh … kamu kok di sini?” Tanya Dean pura-pura tidak tahu.
“Lalu kenapa kamu datang kemari?” Bukannya menjawab Luis melemparkan pertanyaan.
“Menjenguk, Mika.” Jawab Dean jujur.
Luis menyipitkan kedua matanya, menatap dengan intens pria slengekan di depannya. “Dia pemilik Rumah Sakit kak, tidak perlu kaget kenapa Kak Dean bisa tahu keberadaan Mika.” Ucap Mika yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
Luis hanya ber oh ria saja mendengar jawaban Mika, sedangkan Dean hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Kakak kaget, darimana Mika tahu?” Tanya Mika dengan tersenyum tipis.
Dean hanya memamerkan deretan gigi putihnya saja di hadapan Mikayla, “Tutup mulutmu.” Ucap Luis galak yang langsung membuat Dean mengerucutkan bibirnya.
“Aku tersenyum untuk Mikayla, benarkan Mika cantik.” Jawab Dean dengan menghampiri Mikayla.
Belum juga memeluk Mika, kerah bagian belakang sudah ditarik terlebih dahulu oleh Luis sehingga membuat Dean terasa tercekik.
“Huk … huk … huk … kasar banget sih kamu Luis, kenapa dia bisa menjadi kakak dari gadis yang cantik jelita ini. Aku kok tidak terima,” Oceh Dean dengan mengelus lehernya.
Luis hanya berdecih, “Mika segera kamu istirahat dan kamu segera keluar.” Ucap Luis kepada Dean dan Mikayla bergantian.
“What the fu*ck, aku baru saja sampai dan kamu mengusirku. Aku anak pemilik rumah sakit ini dan aku akan tetap di sini, aku bisa memindahkan Mika di kamar yang lebih luas lagi seperti lapangan sepak bola. Bagaimana?” Jawab Dean dengan otak liciknya menggunakan kekuasaan keluarga besarnya.
__ADS_1
Luis menyeret Dean menuju pintu keluar, Dean terus bernegosiani “Atau pemeriksaan gratis, obat gratis, jika kurang luas ruangannya akan aku bangunkan lagi yang luasnya 2x lipat.” Ocehnya dengan kaki yang menahan agar tidak mudah di seret.
Pintu ruangan terbuka dengan lebar dan Dean sudah berada di luar ruangan. “Orang sakit butuh ketenangan bukan mau bermain sepak bola.” Ucap Luis yang langsung menutup dan mengunci pintu dari dalam tanpa menunggu jawaban dari Dean.
“Hey! Aku belum selesai bicara, baiklah menu makanannya akan aku beri mie instan!” Teriak Dean dari luar ruangan.
Luis tidak menggubrisnya dia berjalan menuju brangkar Mika dan menyelimutinya, sedangkan Mika hanya tertawa mendengar banyolan Dean kepada Luis.
“Kamu istirahatlah, nanti harus menjalani pemeriksaan untuk mengetahui kondisimu lebih detail lagi.” Ucap Luis lembut kepada adiknya.
“Kak ….”
“Tidak ada penolakan atau aku akan membawamu pergi jauh dari Nathan, dan aku sendiri yang akan mengurus surat perceraian kalian.” Kata Luis kembali dengan tegas tanpa menerima bantahan apapun.
Mika hanya terdiam, “Baiklah, jangan beri tahu Mommy dan Daddy.” Jawab Mikayla pada akhirnya.
Luis hanya diam, dia memilih berjalan menuju sofa sembari menunggu waktu pemeriksaan tiba. Hanya karena cinta sampai meregang nyawa, sejak awal Luis sudah tidak setuju dengan pernikahan ini tetapi Mikayla datang kepadanya dengan pembicaraan yang sangat serius.
Luis hanya diam dengan membaca buku, Mikayla bergeser mendekat, dan mengambil buku dari tangan Luis dengan paksa.
“Apa yang kamu lakukan.” Ucap Luis dingin.
“Kak, a-aku mencintai Kak Nathan.” Mikayla berkata dengan menundukkan kepala.
“Sejak kapan?”
Mikayla menggeleng, “Tidak tahu, Mika sangat menyukai Kak Nathan saat pertama kali melihatnya. Mika hanya siswa pindahan dan yang Mika temui pertama kali Kak Nathan, dia sangat baik kepada Mika meskipun hanya satu kali mungkin dia juga lupa.” Jawab Mikayla panjang lebar.
“Lalu, kamu akan menjadi budak cinta untuk pria itu?” Kata Luis sedikit tersulut emosi.
Mikayla menggeleng cepat, “Tidak, Kak. Mika akan berusaha membuatnya jatuh cinta kepada Mika meskipun ini pernikahan bisnis tetapi ini kesempatan Mika satu-satunya untuk lebih dekat dan terlihat di depan Kak Nathan.” Ucap Mika dengan wajah memohon.
“Aku tidak ingin mengambil resiko Mikayla Andreson.”
__ADS_1
“Kakak tidak perlu khawatir dengan jantung Mika, Mika akan jaga diri, dan tolong jangan katakan jika Mika penyakitan. Mika tidak ingin Kak Nathan peduli kepada Mika karena penyakit ini.” Mikayla berkata dengan air mata yang meleleh membasahi kedua pipinya.
“Jangan gila kamu! Aku tidak akan mengambil resiko apapun,” Sentak Luis yang semakin membuat Mikayla terisak.
“Mikayla mohon, Kak. Mikayla benar-benar mencintai Kak Nathan. Berikan Mika kesempatan pertama dan terakir untuk mengejar orang yang Mika cintai.” Ucap Mika yang sudah luruh di atas lantai dengan menatap Luis yang duduk di pinggir kasur.
“Mika kamu sangat berharga untukku, untuk kami. Bagaimana dengan Mommy dan Daddy, apa kamu tidak memikirkan mereka?” Kata Luis dengan mengepalkan kedua tangannya di atas kasur.
“Kami sudah membicarakannya, Luis.” Ucap Daddy Jackson yang sejak tadi menunggu di depan kamar Luis.
Luis menoleh, menatap tidak percaya kearah Daddy dan Mommynya. “Kalian sungguh konyol.” Lirihnya sembari menggelengkan kepala.
“Kak, Mikayla mohon. Beri Mikayla kesempatan pertama dan terakir, jika dalam satu tahun ini Kak Nathan tidak membalas perasaan Mika, Mika siap menerima konsekuensi dari Kakak.” Mikayla kembali berkata dengan menangis.
“Luc, Mommy mohon. Berikan adikmu kesempatan seperti wanita lainnya, mengejar cintanya meskipun kita tidak pernah tahu endingnya.” Timpal Mommy Bintang kepada putranya.
Luis hanya menghela nafas kasar, dia menatap lurus jendela di depannya dengan pandangan penuh kilatan amarah. “Baiklah, Luis akan membiarkan Mika menikah dengan Nathan tetapi ada satu syarat. Dia harus terus kontrol di rumah sakit dan menjaga makanannya sendiri, jika sampai kamu drop maka aku akan mencampuri urusanmu.” Jawab Luis dengan penuh ancaman.
“Daddy akan memberitahukannya kepada Tante Alice dan Paman Kenan, bagaimana dengan Kinan bukankah dia sahabatmu juga?” Timpal Daddy Jackson atas ucapan Lucas.
“Ki-kinan tidak tahu penyakit Mika.” Jawab Mika jujur dengan suara tersendat-sendat.
Mommy Bintang dan Daddy Jackson tampak kaget dan saling melihat satu sama lain, hingga keduanya mengangguk dengan bersamaan.
“Baiklah tidak menjadi masalah,” Ucap Daddy Jackson.
“Berarti kakak setuju?” Tanya Mika meyakinkan kembali.
“Setuju dan tidak setuju, tetapi kamu harus ingat ucapanku tadi Mikayla Anderson.” Jawab Luis dengan menatap lekat kedua mata Mikayla.
Mikayla mengangguk cepat dan segera bangkit, dia memeluk tubuh saudara kembarnya dengan erat. Daddy Jackson dan Mommy Bintang bergabung dengan memeluk kedua anak kembarnya.
__ADS_1