Segenggam Rindu Untuk Mikayla

Segenggam Rindu Untuk Mikayla
PICK ME


__ADS_3

Happy Reading 🌷🌷


Di sekolahan.


Seperti biasa Mikayla dan Nathan menjalani hari-hari seperti anak remaja pada umumnya, berangkat dan pulang sekolah.


Bel sekolah berbunyi dengan nyaring, para siswa banyak yang keluar untuk beristirahat, dan tidak sedikit pula yang hanya tidur di dalam kelas.


"Mika!" Seru Dean yang langsung berlari dan meninggalkan Nathan begitu saja.


Nathan yang tidak tahu jika ada Mikayla hanya menatap keduanya datar, hingga dia kaget merasa seseorang merangkul tangan kirinya.


"Sayang," sapa Laura dengan suara manja.


Nathan tidak menjawab sapaan kekasihnya tetapi pandangannya terkunci pada gadis yang tengah berjalan dengan sahabatnya.


Laura yang tidak senang diacuhkan mengikuti arah pandang Nathan, mengetahui jika di depannya ada Mikayla membuat Laura mendadak kesal.


Namun, otak liciknya tidak pernah surut dari ide-ide jahat.


"Itu Mika dan Dean, kemana Kinan. Biasanya adikmu selalu bersama Mika." Kata Laura lembut.


Nathan hanya menghendikkan bahunya saja, keduanya berjalan tidak begitu jauh dari Mikayla dan Dean.


Tampak Mika dan Dean begitu akrab bahkan sesekali Dean mencubit hidung ataupun Mika berbalik memukul lengan pria tampan tersebut


Hal itu tidak pernah luput dari pandangan Nathan, Nathan hanya menatap tajam tanpa diketahui orang lain.


Hingga mereka telah sampai di kantin sekolah, Mikayla duduk dan di ikuti Nathan beserta Laura.


Kening Dean dan Mika berkerut dalam bahkan mereka saling menatap heran, tapi mereka hanya acuh.


"Aku akan pesankan makananmu dulu." Ucap Dean kepada Mika.


Mika hanya mengangguk dan dengan tenang bermain ponselnya, sedangkan Nathan menatap bingung padahal Mikayla tidak mengatakan apapun.


Laura tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dia menggenggam erat tangan Nathan di atas meja.


"Dean kami belum pesan," kata Laura yang membuat Dean menghentikan langkahnya.


Mikayla hanya memutar matanya jengah, "Cepatlah, keburu masuk." Ucap Dean kesal.


Laura tersenyum manis ke arah Nathan, "Sayang kamu mau pesan apa" Tanya Laura dengan suara mendayu-dayu.

__ADS_1


"Apa saja." Jawab Nathan yang fokus menatap Mika.


"Pesankan kami bakso dan dua es jeruk." Ucap Laura kepada Dean.


Dean berlalu dari meja dan menyisakan tiga orang. Mikayla tetap acuh dengan tingkah laku Laura yang seperti ulat bulu, membicarakan tentang dirinya sendiri tanpa ada yang menjawab.


Tidak lama kemudian, Dean telah kembali dengan membawa nampan berisi makan.


"Ini untukmu, Mikayla cantik." Ucap Dean dengan tersenyum lebar bahkan kedua matanya menyipit.


Mendengar Dean panggilan Dean dengan otomatis Nathan menatap tajam sahabatnya. Sedangkan Laura tetap acuh namun sudah merangkai beberapa serangan.


"Terima kasih, Kak Dean manis." Jawab Mikayla yang langsung membuat Dean tersedak ludahnya sendiri.


Nathan menatap tajam Mikayla, tidak sadar dia mencengkram tangan Laura dengan erat sehingga membuat gadis tersebut kesakita.


"Aw, sayang aku tahu kamu sangat mencintaiku santai saja tidak perlu menggenggam tanganku erat-erat, aku tidak akan kemana-mana." Ucap Laura dengan menarik tangannya dari tangan Nathan.


"Ku pegang erat-erat ... dorr!" Timpal Mikayla yang langsung di sambut tawa oleh Dean.


"Dengarkanlah ... dengarkanlah ... hahaha," Dean menimpali sehingga keduanya tertawa tanpa menghiraukan Nathan dan Laura yang menatap mereka dengan tajam.


"Ekhm, cepat makan kak." Ucap Mika kepada Dean dengan lembut.


Melihat bagaimana Dean begitu tahu apa yang di perlukan oleh Mika begitu juga sebaliknya.


"Jangan makan sambalnya banyak-banyak, Mika." Dean mengingatkan dengan membantu meminggirkan sambel kacang di piring Mika.


"Iya, terima kasih. Kakak cepat makan juga tidak enak jika baksonya dingin." Jawab Mikayla.


"Wah, kalian berdua sangat cocok. Benarkan Nath?" Ucap Laura secara tiba-tiba.


Mikayla hanya menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan rivalnya, Laura yang tidak mendapatkan serangan merasa di atas angin.


"Benarkah? Mika bagaimana jika kita berpacaran saja atau menikah muda?" Dean tiba-tiba menjawab ucapan Laura hingga membuat Mikayla tersedak makanannya.


Dengan sigap Nathan mengambilkan tisu dan juga menyodorkan air minum miliknya, Mikayla menerimanya dengan senang hati membuat Laura menjadi kesal tanpa Mika melakukan sesuatu.


"Terima kasih, Kak Nathan." Ucap Mikayla tulus dengan mengembalikan air minum milik Nathan.


Nathan hanya diam dan menerima kembali gelas yang sempat di icip oleh istrinya. Nathan segera menyedot air es jeruk miliknya hingga tandas.


"Ih, sayang. Itukan bekas Mika!" Protes Laura kepada Nathan.

__ADS_1


"Wah, bro! Kamu secara tidak langsung mencium bibir Mikayla." Timpal Dean.


"Benarkah begitu kak? Ah, Mikayla tidak tahu. Tetapi tidak apa-apa bukan Kak Nathan?" Ucap Mikayla pura-pura polos.


"Ekhm, tidak apa-apa toh hanya sebuah sedotan." Jawab Nathan yang membuang pandangannya ke arah lain.


Laura menghentakkan kakinya kesal, "Heh, Dean. Sudahlah jika kamu suka dengan Mikayla bilang saja tidak perlu seperti itu. Lihat saja perilakumu, kamu dapat tahu makan siang miliknya tanpa bertanya." Ucap Laura mengompori Nathan.


"Benarkah manis, memang aku boleh menyukaimu?" Jawab Dean tetapi menatap Mikayla dengan bertopang dagu.


Mikayla hanya menahan senyumnya karena kaki Mikayla kini di injak oleh Nathan di bawah meja.


"Aku tidak yakin kak," Jawab Mikayla ambigu.


Laura menatap remeh dan sinis kepada istri kekasihnya, "Sudah jelas Dean menyukaimu, benarkan sayang? Sama denganku, aku selalu tahu makanan favorit Nathan." Kata Laura dengan menggandeng lengan Natha.


"Laura, kita sedang di sekolahan." Tegur Nathan membuat Mikayla menyemburkan tawanya meski sedikit.


Laura berdehem untuk menetralkan rasa malunya di depan Mikayla, "Lihat, kekasihku juga sangat perhatian denganku. Secara, dia mencintaiku. Pria mana yang tidak menyukaiku, aku baik, aku cantik, aku pintar. Ups! Maaf aku terlalu banyak kelebihan." Kata Laura dengan sombongnya.


"Aku baru tau jika kekasih Kak Nathan adalah gadis PICK ME. Tentu saja, karena dia narsis di luar nalar manusia. Mikayla sudah selesai makan siangnya terima kasih." Jawab Mikayla yang bangkit dari kursi dan meninggalkan kantin seorang diri.


Laura tercengan dengan ucapan Mika, dia ingin mengejarnya tetapi di tahan oleh Nathan.


"Sayang, lepaskan! Aku ingin memberi pelajaran kepada bocah itu." Ucap Laura dengan wajah masam.


"Jangan membuat keributan yang tidak penting." Jawab Nathan dengan dingin.


Laura menyentak kesal cekalan tangan Nathan sedangkan Dean hanya memakan makannya dengan ekspresi tidak terbaca.


Nathan juga memakan makan siangnya yang sudah dingin, hingga sepuluh menit kemudian semua sudah selesai makan siang.


"Nath, kenapa dengan sepatumu?" Tanya Dean melihat sepatu putih Nathan kotor.


Laura juga melihat kearah sepatu kekasihnya, "Ya, ampun sayang! Sangat menjijikkan, aku punya sepatu di dalam loker." Timpal Laura dengan mimik wajah jiji pada umumnya.


"Tidak perlu," jawab Nathan yang berjalan meninggalkan keduanya.


Bibir Nathan tertarik melengkung ke atas karena dia begitu ingat bagaimana Mikayla membalas menginjak-injak sepatunya dengan sepenuh hati.


...🌷🌷...


__ADS_1


__ADS_2