Segenggam Rindu Untuk Mikayla

Segenggam Rindu Untuk Mikayla
KERIBUTAN DIACARA REUNI


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Mika, aku sudah di depan." Ucap Dean di ujung telfon.


"Iya, Kak. Mika turun." Jawab Mika dengan cepat.


Mika lantas langsung mematikan sambungan telfon, dia berjalan menuruni anak tangga dengan membawa sepatu hak tinggi dintangan kirinya sedangkan tangan kanannya membawa tas kecil.


Bintang dan Jackson yang melihat putrinya tampak terburu-buru menjadi bingung, "Sayang, kamu mau kemana?" Tanya Bintang pelan.


"Oh, Mika mau datang kereuni SMA, Mom." Jawab Mika.


"Berangkat bareng siapa? Nathan?" Tanya Dad Jackson yang tengah duduk di depan televisi.


Mika menggeleng pelan, "Mika pergi dengan Kak Dean." Jawab Mikayla pelan.


"Dean?" Beo Dad Jackson dan Mom Bintang.


Keduanya saling berpandangan, sedangkan Mika harap-harap cemas apakah mereka akan mengijinkan dirinya pergi jika bukan dengan Nathan.


Mom Bintang tersenyum, "Yasudah hati-hati dan jangan terlalu larut malam yang pulang." Kata Mom Bintang hingga membuat Mika mendongak tak percaya.


"Baik Mom, Mika berangkat dulu Kak Dean sudah menunggu dari tadi." Ucap Mika dengan mencium pipi Mom Bintang sebelum melanjutkan langkahnya meninggalkan mansion Anderson.


Dean yang melihat kedatangan Mika tersenyum hangat, dia membukakan pintu depan mobil untuk Mika.


"Terima kasih, Kak." Ucap Mika lembut.


"Sama-sama." Jawab Dean yang kemudian menutup pintu mobil setelah memastikan Mikayla duduk dengan nyaman.


Mika segera memasang seat bentnya sedangkan Dean berlari kecil memutari bagian depan mobil untuk membuka pintu sisi lainnya.


Dean segera masuk dan menyalakan mesin mobil setelah memasang seat belt. Perlahan mobil berwarna hitam itu bergerak meninggalkan mansion Anderson untuk menuju tempat reuni.


"Hon, apa tidak masalah Mika pergi dengan Dean?" Tanya Mom Bintang kepada Dad Jackson.


"Untuk sementara biarkan dulu, Hon. Aku takut jika memaksa Mika untuk mengingat Nathan akan fatal akibatnya. Selama tidak membahayakan Mikayla kita tidak perlu berbuat sesuatu, pasti Nathan sudah bisa mengatasinya." Jawab Dad Jackson.


Keluarga Anderson membiarkan Dean ikut menjaga Mikayla selain mereka memang berteman dekat tetapi juga orang tua Dean yang ternyata adalah Dave.

__ADS_1


Dave cukup dikenal oleh keluarga Gandratama dan Anderson. Dave yang menikahin Stella seorang dokter sekaligus anak pemilik rumah sakit terbesar di kota tersebut.


"Apa ada yang menghubungimu?" tanya Dean tiba-tiba.


Mikayla lantas menoleh kearah Dean, "Hah?"


"Apa ada yang menghubungimu selain aku, mengajakmu datang ke reuni SMA?" Ulang Dean lagi.


"Kak Nathan, tetapi Mika beralasan diantar Daddy karena Mika sudah terlebih dahulu berjanji dengan Kak Dean untuk datang bersama." Jawab Mikayla jujur.


Sudut bibir Dean terangkat sedikit, entahlah hanya mendengar hal tersebut membuat hati Dean berbunga-bunga.


"Lalu, bagaimana kamu akan menjelaskan kepada teman-temanmu nanti?" Tanya Dean kembali.


"Emm... Mika akan di bantu Kinan." Jawab Mika ragu


"Dibantu? Makhsudnya?" Tanya Dean bingung.


"Dua hari lalu Kinan datang kerumah, kami saling mengobrol, dan Mika meminta tolong untuk menjelaskan kepada teman-teman bagaimana keadaan Mika saat itu karena Mika tidak ingat." Jelas Mika yang hanya di jawab ber oh ria oleh Dean.


Tidak terasa, mobil Dean telah memasuki area sekolahan. Mikayla tampak takjub karena sekolahannya tidak ada yang berubah.


Sedangkan Mika, segera memakain sepatu hak tinggi miliknya karena dia keluar hanya mengenakan sendal rumahan.


"Ayo!" Ajak Dean yang membuka pintu mobil.


Dean dan Mikayla berjalan beriringan, tampak sudah ramai para alumni yang berada di tengah lapangan dengan dentuman musik DJ.


Mikayla kaget karena Dean tiba-tiba membawa tangan kiri Mika yang di lingkarkan ke lengan Dean.


"Jangan sampai lepas." Ucap Dean lembut dengan senyum penuh sejuta pesonanya.


Mika tersenyum tipis dan keduanya memasuki area setelah memastikan barang bawaan beserta menunjukkan kartu undangan.


Hawa dingin begitu menusuk saat melihat pria yang berstatus suaminya tengah menatapnya tajam dari kejauhan di antara keduanya dalam kerumunan alumni SMA.


"Kak Nathan / Mikayla." Lirih keduanya.


Mika mengikuti langkah kaki Dean yang mengajaknya menyapa beberapa teman alumni.

__ADS_1


Para alumni hanya dapat menatap ketiganya dalam diam, hingga langkah Dean dan Mika telah sampai di depan Nathan.


"Hai,...."


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Nathan dingin kepada Mika.


Meskipun Mika pura-pura hilang ingatan di depan Nathan dan lainnya, dia tetap menciut saat mendengar Nathan berubah menjadi dingin.


"Hei, santai bro. Kamu membuat kekasihku takut." Jawab Dean menepuk pundak Nathan.


Mika yang menunduk lantas menoleh kearah Dean dengan tatapan kaget sedangkan Nathan semakin tersulut api amarahnya.


Nathan tersenyum miring mendengar ucapan Dean, "Kekasih? apa dia kekasihmu sa yang." Kata Nathan dengan tangan kiri mengelus wajah Mika pelan tapi suaranya mengintimidasi lawan bicaranya.


"Ti-tidak." Jawab Mika terbata.


Nathan tersenyum sempurna, pandangan yang semula tertuju kearah Mika kini tertuju kearah Dean.


"Lihat, istriku tidak memgakuimu sebagai kekasihnya. Apa begitu berharapnya kamu masuk kedalam rumah tangga kami dan merusaknya?" Tanya Nathan kepada Dean.


"Mika, apa kamu tahu. Orang yang bersamamu akan kalah dengan orang yang selalu ada untukmu. Seharusnya, aku orang yang spesial untukmu bukan? Aku selalu ada untukmu sejak dulu di bandingkan Nathan. Benarkan? Apa kamu ingat? Coba kita rekap saat di masa lalu kamu di sia-siakan oleh pria yang berstatus suamimu ini, dengan terang-terangan dia berselingkuh di depan matamu, aku selalu ada untukmu kala susah dan sedih hingga saat masa kristismu antara hidup dan mati. Sedangkan pria yang mengaku sebagai suamimu, dia tidak ada untukmu sejak dulu hingga saat ini." Cecar Dean yang sudah kepalang buntung.


Nathan mengepalkan kedua tangannya, dia sangat marah karena Dean mengumbar masa lalunya di depan Muka yang kini tengah hilang ingatan.


"Kamu berbuat baik kepada Mika dan kini menagih imbalannya?" Tanya Nathan dingin.


Dean menatap tajam kearah Nathan, dan tangannya kini menggenggam jemari lenting Mika.


"Mika kamu jangan percaya, aku tulus membersamaimu menjadi tempat bersandar dan berpulangmu. Bahkan kamu saja tidak ingat tentang Nathan bukan? Berarti kamu pasti tahu bagaimana kejamnya dia terhadapmu." Kata Dean dengan merapatkan tubuhnya kearah Mika.


Nathan semakin dingin dan panas secara bersamaan, bahkan dasi yang dia kenakan terasa mencekik lehernya saat ini hingga dia mengendorkan ya dengan kasar.


"Apa kamu akan terus diam saja saat ada pria lain menggenggam tanganmu?" Tanya Nathan dingin kepada Mika.


Mika berusaha untuk melepaskan genggaman tangan tersebut tapi nihil, Dean tidak melepaskannya begitu saja.


"Kenapa? Kamu takut saat Mika ingat kamu akan di ceraikan olehnya?" Ucap Dean semakin memprovokasi emosi Nathan.


Hingga tanpa banyak bicara, Nathan menghadiahkan sebuah tinjuan kewajah tampan Dean dengan keras.

__ADS_1


__ADS_2