
Happy Reading
Kini Nathan tengah menyetir mobilnya menuju kampus Mikayla, dia sangat bahagia karena salah satu cara untuk mendekati istrinya kembali berjalan dengan lancar yaitu melakukan kerjasama dengan Perusahaan Gandratama.
"Tuhan, lancarkan usahaku untuk kembali bersama istri yang sempat aku sia-siakan." Gumam Nathan pelan.
Kini mobil Nathan memasuki area kampus, sebelumnya Nathan sudah lebih dahulu menghubungi Zaki agar tahu di mana kelas Mikayla. Nathan juga berencana untuk melakukan acara amal di kampus sang istri sebagai salah satu cara agar dapat menjadi lebih dekat.
Mobil sport berwarna merah menyala, terkena pantulan cahaya matahari yang terik membuat silau di beberapa tempat yang terkena pantulan cahayanya. Segera Nathan menghentikan mobil setelah memarkirkannya dengan benar, dia keluar dari mobil sport lantas membuat para mahasiswa berdecak kagum dengan pria matang tersebut.
Zaki yang melihat Nathan dari warung bakso melambaikan tangannya, dengan pelan Nathan menurunkan kacamata hitamnya untuk memastikan jika yang dia lihat adalah Mikayla. Benar, Mikayla juga tidak jauh jarahnya dari tempat Zaki berada.
Dengan gagah, Nathan berjalan menghampiri Mikayla yang tengah bersama teman-temannya duduk di salah satu kursi. Mahasiswa lain yang melihat Nathan segera menyingkir, dengan cepat Nathan sudah duduk di kursi yang sama dengan istrinya.
"Hai, cantik!" Sapa Nathan dengan senyum sejuta pesona.
Mika yang melihatnya hampir muntah tetapi dalam hati sangat bahagia karena dia dapat melihat suaminya dengan jarak sedekat hari ini. Nathan bertopang dagu dengan menatap Mikayla dari arah samping, teman-teman baru Mika yang merasa kehadiran mereka menggangu lantas pergi.
"Mika, kami duluan ya." Ucap salah satu temannya.
__ADS_1
"Eh, kalian mau kemana? Aku ikut." Tanya Mikayla yang tidak rela jika di tinggalkan bersama Nathan saja.
"Next time kita bisa bermain bersama-sama lagi, Mika. Kami duluan ya, kekasihmu sepertinya sudah sangat merindukanmu." Goda teman Mika yang di ikuti teman lainnya tertawa pelan.
Mika tampak tidak rela melihat teman-temannya yang akan main ke mall seperti yang sudah di rencanakan, Mika yang ingin mengambil tas jinjingnya di tahan oleh Nathan.
Mika menoleh kearah Nathan dengan wajah di tekuk masam, "Kakak kenapa sih ganguin aku terus, aku bukan istri kakak. Kakak salah orang," Ucap Mika yang tidak ingin membuat Nathan curiga.
"Siapa yang bilang kamu istriku?" Tanya Nathan dengan menggoda.
"Ish, sudahlah. Kakak ada perlu apa sebenarnya denganku!" Kata Mikayla dengan sewot.
"Aku? Hem, apa ya. Kira-kira kamu bisa tebak aku ingin apa?" Tanya Nathan semakin menggoda Mikayla.
"AW! AW! ****!" Seru Nathan dengan menutup hidung dengan kedua tangannya.
Mikayla lantas langsung berdiri dengan membawa tas jinjingnya, "Aku tidak suka dengan pria yang main-main ya kak! jika kakak tidak ada urusan denganku, jangan muncul lagi di hadapanku!" Tegas Mikayla.
Nathan tampak tidak begitu fokus dengan ucapan Mikayla karena merasa hidungnya patah, "Da-darah." Ucap Nathan terbata setelah melihat telapak tangannya berdarah.
__ADS_1
Mika yang ingin meninggalkannya sontak saja langsung berbalik, belum juga Mika ingin mendekat. Seorang gadis populer di kampusnya sudah duduk di depan Nathan dengan penuh perhatian.
"Ya ampun, kenapa hidungmu. Pakai sapu tangan ini kak." Ucap Casandra dengan suara mendayu-dayu.
Nathan menerima sapu tangan dan dengan cepat menutup hidungnya yang masih terasa mengalir darah, Casandra lantas berdiri dan berdecak pinggang kearah Mikayla.
"Hey! Kamu jadi wanita kenapa kasar sekali, ini tempat untuk menuntut ilmu bukan ring tinju." Sentak Casandra keras sehingga membuat semua orang memusatkan perhatian kearah mereka.
Mikayla yang terbakar api cemburu tidak diam saja, dia membalas Casandra dengan ocehan mautnya. "Siapa juga ini tempat untuk menggoda laki-laki, jangankan dia. Aku bisa merontokkan pagar gigimu itu dalam sekali tinju!" Gertak Mikayla yang tidak mau kalah.
Para mahasiswi yang memakai behel termasuk Casandra otomatis menutup mulutnya, terasa ngilu saat membayangkan hantaman mendarat di bibir mereka.
"Apa kau! masih mau menjadi malaikat penolong, minggir! Mengganggu sepasang kekasih yang sedang bertengkar saja!" Lanjut Mika yang menggeser Casandra kearah samping.
Nathan yang melihat drama adu mulut di depannya merasa terharu, karena Mikayla tidak membiarkan dirinya di sentuh oleh wanita lain. Mika lantas mengambil sapu tagan yang ada di tangan Nathan dan menggantikan dengan miliknya.
"Lain kali pakai sapu tangan yang sama bagusnya dengan merk pakaianmu, cih gaya elit ekonomi sulit." Ucap Mika lagi dengan membuang sapu tangan pemberian Casandra.
Sebenarnya Mikayla tahu jika sapu tangan itu milik salah satu brand ternama, hanya saja Mika tetap kesal karena Nathan menerima barang pemberian dari wanita lain. "Cepat ikut aku!" Mika menarik tangan kanan Nathan dengan cepat hingga pria jangkung itu berdiri dari duduknya.
__ADS_1
Bagaikan kerbau di cucuk hidungnya, Nathan melangkah kemanapun Mikayla membawanya. Dia fokus dengan genggaman tangan Mikayla yang kini tengah menggenggam tangannya.
"Rasanya masih sama seperti dulu, hangat." Ucap Nathan dan Mika secara bersamaan di dalam hati.