Segenggam Rindu Untuk Mikayla

Segenggam Rindu Untuk Mikayla
TELUR MATA SAPI


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Hari berganti malam, saat ini Mikayla tengah bersiap untuk tidur setelah satu hari penuh lelah bekerja membantu Langit.


Dia mulai menguap dengan menyisir rambutnya, "Astaga, lelah banget. Besok sudah mulai masuk kuliah semoga aku kuat." Ucapnya pelan.


Mikayla beranjak dari depan meja riasnya dan berjalan menuju saklar lampu utama sehingga menyisakan lampu tidur seperti biasanya.


Saat akan memejamkan kedua matanya, Mikayla urungkan karena ponselnya bergetar. Dia mengambil gawai yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya.


Terlihat nomor Zaki yang tersimpan di dalam ponsel Mika, segera jemari lentik Mikayla membuka pesan yang baru saja masuk.


"Mika, apakah kamu sudah tidur?"


Mikayla yang tidak menaruh curiga apapun membalas pesan tersebut dengan cepat.


"Baru saja akan tidur, Kak. Ada apa?"


Nathan yang tengah duduk di ruang televisi, dengan mengulum senyum membaca balasan dari sang istri.


"Tidak ada apa-apa."


Jawab Nathan yang memang kurang pandai dalam berbasa-basi.


Mikayla yang memang sudah mengantuk hanya sempat membaca balasan dari Zaki (Nathan), gadis cantik itu sudah terlelap dalam mimpi indahnya.


Sedangkan Nathan, dia terus melototi layar ponsel yang tidak sedetikpun dia lepas setelah memutuskan untuk mengirim pesan kepada Mikayla.


"Kenapa dia tidak membalas pesanku, apa pesanku kurang menarik?" Ucap Nathan pelan pada dirinya sendiri.


Nathan kembali mengetikkan pesan kepada Mikayla, tetapi nihil pesan itu juga tidak kunjung di balas oleh istrinya.


"Kenapa tetap tidak di balas padahal statusnya online, apa dia tengah membalas pesan pria lain? Apa aku menghubunginya saja, tidak sama saja aku bunuh diri. Tenang Nathan," Oceh Nathan dengan segala pikiran jeleknya.

__ADS_1


Nathan tampak mondar-mandi di ruang televisi dengan sesekali melihat pesannya yang dikirimkan kepada Mikayla.


"Lihat, dia pasti sedang haha hihi dengan pria lain. Ini sudah pukul satu malam tetapi masih online." Gerutu Nathan yang mulai kesal.


Nathan terus menggerutu dengan mendengus kesal, dia bersedekap dada sembari menatap layar ponsel yang membuka chat percakapanannya dengan Mikayla.


Hingga mentari bangun dari peraduannya, jalanan raya sudah sibuk beraktivitas terlihat banyaknya kendaraan pribadi maupun kendaraan umum yang sudah berlalu lalang. Tetapi, seorang gadis masih bergumul dengan selimut tebalnya sehingga mendengar suara nyanyian merdu dari sang Mommy.


Tok


Tok


Tok


"Mika, bangun! Hari ini kamu sudah masuk kuliah!" Teriak Mommy Bintang dengan mengetuk pintu kamar Mikayla.


Mommy Bintang terus mengetuk pintu sedangkan Mikayla tidak ada niatan untuk bangun, hingga sang Mommy kembali berteriak. Membuat mulut Mikayla yang terasa pahit harus terbuka.


"Cepat, Mommy tunggu di bawah!" Seru Mommy Bintang kembali.


Mikayla dengan malas mendudukkan tubuhnya dengan kepala tertunduk dan mata tertutup, sejenak dia mengumpulkan nyawanya yang bercecer setiap pagi. Kedua kaki Mikayla menjuntai di lantai dengan mengenakan sepasang sendal bulu.


Tubuh tegap Mika melengkung ke kanan dan ke kiri dengan kedua tangan yang naik keatas keduanya. Setelah selesai melakukan peregangan, Mika segera berjalan menuju kamar mandi. Suara gemericik air terdengar tidak berselang lama setelah pintu tertutup.


Cukup lama Mikayla membersihkan diri hingga pintu kamar mandi terbuka, tampak Mika keluar dengan mengenakan baju handuk juga rambut yang di gulung dengan handuk putih. Kaki kecilnya melangkah menuju walk in closed untuk mengambil pakaian yang akan di kenakan hari ini.


Mika mengambil dress berwarna ungu, berlengan pendek dengan bentuk balon. Segera Mikayla mengenakan dress yang tingginya selutut tersebut. Di depan dress ada memiliki aksen tali spagetti, Mika berjalan kearah laci yang berisi aksesoris, karena Mika type gadis yang tidak suka heboh dengan aksesoris biasanya Mika hanya memakai satu aksesoris di setiap penampilannya.


Mika mengambil satu gelang berwarna perak dan mengambil sepatu kets agar lebih nyaman untuk beraktivitas selama satu hari ini. Kini Mika berjalan menuju meja rias dan menyalakan hairdraiyer. Bunyi hairdraiyer memebuhi kamar feminim tersebut, tangan kanan dan kirinya bergerak agar rambutnya benar-benar kering, setelah itu dia menyisir rambut yang sudah kering dan di beri vitamin rambut.


Mika tampak berfikir apakah di kucir atau di gerai, "Hem," Mika akhirnya memutuskan untuk menggerai rambutnya, dia mengambil catok rambut dan membuat rambutnya agar bergelombang. Setelah selesai dengan rambut, Mika kini beralih kewajah, dia memakai make up tipis seperti anak-anak remaja pada umumnya dan terakir memberikan olesan lipstik tipis di bibir cherry merahnya.


Mika tersenyum di depan cermin, tampak dia sangat puas dengan penampilannya hari ini. "Semangat, Mika!" Kata Mika pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Segera Mika keluar dari kamar dengan membawa tas menuju lantai satu, langkah kecilnya perlahan menuruni anak tangga satu persatu. Terlihat kedua orang tuanya sudah duduk menunggunya di meja makan, "Selamat pagi Dad ... Mom." Ucapnya.


"Pagi Mika," jawab keduanya bersamaan.


Mika segera duduk di samping Daddy Jackson, segera Mommy Bintang mengambilkannya sarapan, Kening Mikayla tampak berkerut karena sarapannya pagi ini adalah telur mata sapi, dia tampak melihat telur dan Mommynya.


"Ada apa, Mika?" Tanya Mommy Bintang pelan.


"Kenapa telur mata sapi, Mom?" Tanya Mikayla heran.


"O-oh, para maid tiba-tiba libur serentak dan pulang kampung jadi Mommy hanya bisa menggoreng telur. Tidak apa-apakan sayang?" Jawab Mommy Bintang tergagap.


"Kenapa bukan seral atau roti?" Tanya Mika dengan wajah polosnya.


"Mommy belum belanja, iya belum belanja. Nanti Mommy akan pergi belanja dengan Daddy, benarkan sayang?" Ucap Mommy Bintang tersenyum dengan menyenggol Dad Jackson.


"Iya, pagi ini kita makan telur dan kecap dulu saja." Timpal Dad Jackson.


Mika mengangguk, Mika menatap telur mata sampi yang ada di atas piringnya. Tampak telur yang gosong meski tidak sepenuhnya, sekilas Mikayla ingat dulu Nathan membuatkannya sarapan telur mata sapi gosong dan akhirnya tetap dia makan dengan kecap.


Mommy Bintang menyenggol kaki Dad Jackson di bawah meja makan, "Kamu tidak suka, Mika? Apa kita sarapan saja di luar?" Tanya Dad Jackson pelan.


"Ah, tidak Dad. Ini saja, Mika suka kok." Jawab Mika dengan tersenyum.


Mika mulai memakan telur yang di pinggir-pinggirnya gosong dengan bibir yang gemetar, tiba-tiba kedua matanya panas dia ingin menangis tetapi Mikayla tahan. Dad Jackson dan Mom Bintang diam-diam mulai mengingatkan Mika tentang Nathan suaminya, karena keduanya juga tidak tega melihat Nathan yang selama ini hidupnya terkatung-katung dengan penyesalannya.


"Mika kamu mangis?" Tanya Mom Bintang pura-pura tidak tahu.


"Kenapa rasanya sangat sedih ya, Mom. Padahal telurnya sangat enak, hiks. Apa karena telurnya gosong jadi terasa pahit." Jawab Mika yang akhirnya tidak dapat membendung air matanya.



__ADS_1


__ADS_2