
Happy Reading 🌹🌹
"Tunggu sebentar ya, sayang." Ucap Nathan tersenyum tetapi menahan kekesalan di dalam hatinya
Mika melipat bibirnya kedalam karena tahu jika suaminya tengah marah, "Jika begitu, aku masuk dulu." Jawab Mika yang di angguki oleh Nathan.
Nathan dengan cepat menyambar ponselnya, terlihat nomor asing yang Nathan tahu itu pasti Luis.
"Ada apa lagi?" Tanya Nathan kesal.
"Jangan sentuh Mika, atau aku penggal kepalamu." Sentak Luis di ujung telfon.
"Apa urusanmu, dia istriku. Ingat status kalian hanya anak kembar tidak lebih jadi jangan pernah menyetir kehidupan Mikayla lagi. Sudah cukup lima tahun Mika menjadi robot untuk menuruti setiap ucapannya Luis, sekarang Mikayla sepenuhnya sudah tanggung jawabku." Cecar Nathan mempertegas kedudukannya kepada Luis.
Suara tawa menggema di ujung telfon, "Mikayla tidak ingat siapa kamu, Nath." Kata Luis
"Benar, aku sudah tahu. Oleh karena itu aku akan membuatnya ingat dan mengukir kenangan baru. Jadi, kamu lihat dan saksikan saja perjuanganku juga keponakanmu Paman Luis." Kata Nathan yang di akhiri dengan tawa menyebalkan di telinga Luis.
Segera Nathan mengakhiri panggilan telfon Luis dan mematikan sumber daya ponselnya.
"Dengan begini tidak ada yang mengganggu proses pembuatan junior." Ucap Nathan yang terkekeh sendiri seperti orang gila.
Mika yang menunggu di dalam kamar merasa bingung, bagaimana dia harus bereaksi saat Nathan meminta haknya kembali.
Hingga suara pintu terbuka membuat jantung Mika berasa berdebar-debar tidak karuan.
Tampak Nathan masuk dan mengunci pintu kamar utama dari dalam, senyum sejuta pesona terukir indah di bibir sang suami yang berwarna merah.
"Kak." Panggil Mika pelan dengan memundurkan kepalanya.
"Apa?" Jawab Nathan yang jaraknya kini hanya beberapa centi dari wajah Mika.
Mika menolehkan kepalanya kesembarang arah, "A-anu, i-itu bisakah lain waktu saja?" Tanya Mikayla terbata.
"Itu apa?" Goda Nathan yang gemar melihat wajah malu sang istri.
Mikayla mengigit bibir bawahnya karena benar-benar malu harus memperjelas ucapannya.
"Jangan di gigit sendiri nanti terluka, lebih baik aku saja yang gigit." Ucap Nathan kembali yang membuat Mikayla menelan ludahnya susah payah.
Nathan melanjutkan aksinya, dia harus memulai semuanya dari nol karena gangguan dari Luis yang membuat keduanya buyar.
Saat melihat lawan main sudah tidak berkutik, Nathan kembali memposisikan dirinya.
__ADS_1
Perlahan tapi pasti, benda tak bertulang itu menelusup masuk menembus daging yang sangat berserat tapi lembut.
Mikayla menjerit karena tubuhnya terasa terbelah menjadi dua, dia menjambak dan mencakar tubuh Nathan yang dapat di jangkau.
Nathan harus merasakan perih dibanyak tempat, tidak hanya rambut juga tubuhnya tetapi juga benda pusaka yang terasa pedih akibat menjebol tanggul yang belum pernah tersebut.
"Ah, kak! Mika tidak kuat, sakit ... perih ...." Rengek Mika dengan kepala menggeleng di atas bantal.
"Tahan dulu, sa ... yanggggg!"
"Aaaahh!"
Suara Nathan dan jerita Mikayla menggema di kamar utama dengan bersamaan, Nathan meringsek memasukkan seluruh benda pusaka kedalam tempatnya karena takut Mikayla berubah pikiran.
Keduanya berlomba-lomba menghirup udara karena percobaan pembobolan tanggul yang beberapa kali gagal.
Nathan mencium kedua mata istrinya dengan penuh kasih sayang, tampak air mata mengalir dari sudut mata Mikayla.
"Maaf sudah menyakitimu, tetapi aku juga berterima kasih karena sudah menjaganya hanya untukku." Ucap Nathan yang membuat kedua kelopak mata Mika terbuka.
Pandangan keduanya saling terkunci, memandang dengan lembut, dan menggetarkan jiwa.
"Boleh aku bergerak?" Tanya Nathan lembut.
"Apa akan sakit?" Mikayla melempar pertanyaan kembali.
"Sama." Ucap Mika pelan.
"Lalu bagaimana?" Tanya Natha kembali.
"Tidak tahu, kak." Jawab Mika bingung.
Keduanya tampak terdiam dengan pikiran masing-masing, Mikayla berfikir tubuhnya akan terasa terbelah-belah seperti tadi sedangkan Nathan berfikir juga terasa linu/ngilu seperti pertama memasuki bendungan Mika.
Hingga tanpa sadar bagian bawah Nahan bergerak membuat bibir sexy Mika mengeluarkan de*sahan yang membuat Nathan terpancing gairahnya kembali.
"Apa sakit?" Tanya Nathan pelan.
"Sedikit." Jawab Mika jujur meskipun di bawah terasa sesak.
"Jika masih sakit, jambak saja aku sayang." Ucap Nathan dengan mendekatkan kepalanya.
Mikayla mengangguk, kedua tangannya sudah berada di kepala Nathan dengan mencengkram rambutnya.
__ADS_1
Nathan bergerak perlahan, Mikayla yang berencana menjambak rambut Nathan justru kepala Nathan di arahkan kearah buah dada*nya yang terombang ambing sesuai gerakan Nathan berikan.
Nathan tidak akan melewatkan kesempatan ini, dia mencengkram tangan Mikayla dan menariknya keatas sedangkan kepala Nathan memainkan buah yang kini akan menjadi favoritnya.
Mikayla terus meracau karena kenikmatan yang diberikan oleh sang suami, meskipun di awal dia menjerit akibat sakit tapi kini berubah menjadi jeritan manja yang ingin lebih dan lebih.
Nathan dan Mikayla yang baru pertama melakukannya tidak dapat mengontrol sesuatu yang ingin meledak dari tubuh mereka
Nathan menegakkan tubuhnya dan dengan cepat bergerak, hingga keduanya mende*sah keras secara bersamaan. Mikayla membusungkan badannya dengan gemetar, sama halnya dengan Nathan yang sudah ambruk di atas tubuh Mikayla dengan nafas tidak beraturan.
"Ah ... Mika / Kakak!"
*
*
*
Di Amerika, Luis urung-uringan karena baik nomor Mika dan Nathan tidak dapat di hubungi.
Bagaimana Luis tahu tentu saja dari mata-mata yang sudah dia siapkan untuk Mika, mendapatkan kabar jika Mika bertemu dengan Nathan tidak membuat Luis cemas.
Tetapi kali ini berbeda, Mika menginap di apartemen dengan Nathan. Membuat Luis was-was jika ingatan Mikayla kembali lagi.
"Ish, tukang mesum ini." Umpat Luis kesal.
Luis langsung menghubungi kedua orang tuanya, untuk menjemput Mikayla saat ini juga. Bukan tidak mau menjadi seorang paman tetapi Luis tidak rela jika Mika harus bersama Nathan kembali.
"Halo, Mom." Sapa Luis di sebrang telfon.
"Ada apa menelfon tengah malam seperti ini Luis?" Tanya Dad Jackson yang mengangkat panggilan Luis.
Luis di sebrang telfon hanya menghela nafasnya panjang, "Dad, jemput Mika sekarang di apartemen Nathan." Ucap Luis to the point.
"Kenapa? Tadi Nathan sudah menghubungi kami untuk meminta izin. Lagipula mereka suami istri tidak ada yang perlu di khawatirkan." Jawab Dad Jackson dengan menguap.
"Oh, come on Dad. Nathan bilang akan membuatkan Luis keponakan, Dad! Keponakan!" Kata Luis frustasi di ujung telfon.
"Bukankah bagus, berarti Dad dan Mom akan menjadi kakek dan nenek. Kamu sebagai paman," jelas Dad Jackson yang sepenuhnya belum sadar dengan pembicaraan tengah malam ini.
"DADY!" Teriak Luis di sebrang.
"Apa? Sudah Dad akan kembali tidur, di sini sudah jam satu Luis Anderson." Jawab Dad Jackson kesal.
__ADS_1
"Dad, keponakan berarti Nathan dan Mika melakukan hubungan suami istri." Geram Luis yang kesal karena Dad Jackson selalu tidak konek saat mengantuk.
"APA!"