Segenggam Rindu Untuk Mikayla

Segenggam Rindu Untuk Mikayla
PERNIKAHAN (AWAL PETAKA)


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹



Disebuah gedung mewah di Jepang, tengah digelar sebuah acara yang sangat meriah, hiasan lampu bagaikan sebuah kerajaan dengan beraneka warna yang mendominasi warna keunguan bergradasi biru. Sudah menjadi warna pilihan bagi kedua keluarga agar terlihat berwarna, tetapi terkesan sangat elegan.


Meja bundar di kelilingi beberapa kursi berwarna putih telah menjadi tempat terindah, untuk para tamu duduk santai sambil menikmati acara demi acara. Belum lagi sound musik yang terdengar nyaring mengiringin setiap acara yang sedang dilakukan.


Namun, tanpa disadari pernikahan ini adalah pernikahan yang cukup privasi. Para tamu undangan sudah mulai berdatangan dengan menunjukkan ponselnya yang terdapat sebuat barkot undangan pernikahan yang disebut kode QR.


Undangan kode QR adalah undangan yang mengarahkan atau mengalihkan para tamu untuk menerima informasi secara online tentang pernikahan mereka. Tidak lagi menggunakan undangan yang disebar, karena semakin canggih teknologi. Maka semakin canggih juga alat yang akan digunakan.


Dengan kode tersebut, semua para tamu yang hadir bisa terpantau dan juga terhitung siapa saja yang datang ataupun tidak. Hanya menunjukkan kode tertentu ke sebuah layar yang berada di dekat pintu masuk, maka mereka sudah bisa menikmati gedung yang mewah itu.


Semua ini dilakukan agar tidak membuat sembarangan orang bisa memasuki gedung tanpa adanya sebuah undangan khusus. Karena pernikahan ini hanya akan dihadiri oleh kolega besar antar 2 keluarga.


MC yang cukup terkenal telah membuka acara dengan beberapa sambutan, sesuai yang ada di dalam susunan sebuah naskah yang berada di layar kecil yang ada didepannya, bernamakan Ipad.


Diacara ini semua serba menggunakan teknologi yang cukup canggih, sehingga acara ini benar-benar terlihat mewah. Berbeda dengan acara pernikahan biasanya


Semua susunan acara, desain gedung, busana dan berbagai kelengkapan lainnya terlihat begitu sempurna. Acara pun berjalan dengan sangat lancar, sampai kini tibalah masuk ke dalam inti acara, yaitu pemberkatan kedua mempelai pengantin.


"Inilah waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba, dimana kedua pasangan akan segera meresmikan hubungannya. Jadi, jangan berlama-lama lagi. Mari kita mempersilakan untuk mempelai pria memasuki gedung terlebih daluhu."


Perkataan sang MC membuat semua para tamu undangan langsung menatap ke arah satu pintu yang ada di samping kanan.


Seorang pria seperti pangeran tampan, gagah dan berkharisma datang bagaikan seorang raja yang akan menduduki singgasananya.

__ADS_1


Nathan, ya dialah mempelai pria yang saat ini berjalan di karpet merah yang sangat panjang menuju Altar. Dia berjalan begitu gagahnya dengan wajah yang sangat tagas sedikit mengukir senyum. Meskipun senyumannya itu setipis tisu, berhasil memikat hati wanita hingga meleleh dibuatnya.


Langkah demi langkah Nathan pijakkan, sampai akhirnya dia berada di atas Altar tepat di depan Pendeta yang sudah berdiri dihadapannya sambil tersenyum.


Nathan sedikit memberikan penghormatan kepadanya, lalu kembali berdiri begitu gagahnya. Banyak pasang mata yang menatap kagum atas ciptaan Tuhan yang begitu sempurna.


Sampai akhirnya disaat semuanya sedang berbisik-bisik tentang penampilan Nathan sangat memukai, sang MC pun kembali menyuarakan suranya untuk acara berikutnya.


"Wah, pangerannya sudah datang. Persis seperti Pangeran berkuda putih, lantas kemana pasangannya? Hem, sepertinya kita harus memanggilnya supaya Pangeran ada temannya."


"Enggak etis dong jika Pangeran sendirian, bagaimana istana mewah ini bisa menjadi sebuah kerajaan. Jika Pangeran dan Tuan Putri tidak hadir untuk menempati singgahsana kerajaan yang telah disediakan. Tidak perlu lama-lama lagi, mari kita persilakan untuk mempelai wanita memasuki gedung utama."


Musik yang sangat indah dilangsung diputar demi menyambut Tuan Putri, bahkan Tuan Putri keluar bersaan dengan para bridesmaid cantik yang mengiringi setiap langkah yang dipijakkan.


Senyuman manis terukir jelas diwajah mempelai wanita, yang tidak lagi adalah Mikayla. Seorang gadis cantik yang berhasil memikat hati Nathan.


Mikayla berjalan perlahan dengan anggun diatas karpet merah, bersamaan itu sebuah taburan kelopak bunga mawah merah berjatuhan mengiringi langkah Mikayla menuju Altar.


Banyak pasang mata menggosipkan kecantikan dan juga ketampanan mereka, sampai tidak ada kata-kata lain yang mereka ucapkan selain rasa kagum, takjub dan juga tidak percaya. Jika mereka berdua benar-benar terlihat bagaikan seoramg Pangeran dan Tuan Putri.


Nathan dan Milayla sudah berdiri tepat dihadapan Pendeta, dimana ketiganya pun tersenyum satu sama lain.


Sang Pendeta mempersilakan kedua mempelai untuk saling berhadapan sambil berpegangan tangan, lalu dilakukan beberapa doa kebaktian.


“Silakan kalian mengucapkan janji suci di depan semuanya secara bergantian. Dimulai dari mempelai pria, lalu di lanjutkan oleh pengantin wanita” titah sang Pendeta sambil menatap Nathan dan juga Mikayla secara bergantian.


Perlahan mereka berbalik saling berhadapan, lalu Nathan pun memegang tangan Milayla sambil tersenyum. Kemudian dia menarik nafasnya dalam-dalam memejamkan kedua matanya sekilas dan langsung mengucapkan janji suci yang akan dilanjutkan oleh Fayra.

__ADS_1


“Saya (suami/istri) telah mengambil engkau menjadi seorang istri, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita sesuai dengan hukum Allah yang kudus. Dan inilah janji setiaku yang sangat tulus”


Keduanya saling mengikat janji suci secara bergantian dengan suara yang tegas, dan tidak berbelit. Setelah janji suci terucap, sang Pendeta segera menyuruh Nathan untuk memasangkan sebuah cincin indah dijari manis Mikayla.



Cincin indah yang didesain satu-satunya hanya khusus untuk mereka, kini terlihat sangat cantik terukir dijari manis milik Mikayla.


Cincin itu terlihat lebih indah dan bersina terang tepat dijarinya. Mikayla yang melihat cincin seindah itu hanya bisa tersenyum dengan air mata yang sudah menetes.


Begitu juga dengan Nathan, Mikayla memasangkan jari tersebut dengan perlahan dijari manis suaminya membuatnya sedikit gemetar.


Dengan cincin yang saling mengikat jelas dijarinya, pertanda bahwa mereka sudah saling terikat satu sama lain dan tidak pernah terpisahkan, kecuali takdir berkata lain.


Setelah selesai pemasangan cinta beberapa tamu merasa sedikit heboh, ternyata kebahagiaan didalam hati mempelai seperti menyambar kehati para tamu undangan.


Sang Pendeta pun telah meresmikan status baru mereka sebagai suami-istri. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa pemberkatan kepada mempelai yang baru saja resmi.


Kini, tibalah saatnya Nathan untuk membuka tudung yang menutupi wajah istrinya. Perlahan demi perlahan dia mulai membukanya bersamaan munculnya wajah istrinya yang cantik, imut, dan sangat menggemaskan bagaikan seorang Tuan Putri yang ada didunia dongeng.


Nathan sedikit tidak percaya jika itu adalah istrinya, akan tetapi di detik ke sekian barulah Nathan sadar jika ini hanyalah pernikahan akibat perjodohan. Dia teringat dengan Laura kekasihnya membuat raut wajah Nathan berubah dengan cepat.


Mikayla yang dapat melihat jika tidak ada cinta di kedua mata suaminya hanya tersenyum getir, lamunannya buyar saat sorak sorai dari para tamu undangan.


“Cium, cium, cium!"


Semuanya bersorak heboh sampai-sampai membuat wajah Mikayla kembali merah merona, sedangkan Nathan terdiam mematung dengan ekspresi datarnya yang tanpa sadar mulai memerah.

__ADS_1


...🐾🐾...



__ADS_2