
Happy Reading
Mikayla terdiam sesaat mendengar ucapan Nathan, dia ingin sekali mengatakan jika dia ingat sangat dengan jelas mengingat kenangan di masa lalu. Bahkan setiap malam, Mika harus mimpi buruk akibat kenangan menyakitkan itu.
"Apa benar, kakak suami Mika?" Tanya Mika pelan.
"Tentu saja, lihat." Jawab Nathan dengan penuh semangat, dia menunjukkan cincin di jari manisnya dengan bibir yang tersenyum melengkung sempurna.
Mika menatap cincin yang melingkar di jemari Nathan dengan mata berkaca-kaca, dia meraba jemari, dan mengusap lembut cincin tersebut.
"Aku tidak pernah melepaskannya barang sedetikpun, sayang. Aku terus menggunakannya kemanapun agar orang-orang tahu jika aku hanya milikmu." Ucap Nathan lagi.
"Kak.... Maaf." Kata Mikayla sedih.
"Untuk?" Tanya Nathan yang menatap intes wajah sang istri.
"Karena tidak bisa mengingat kakak." Jawab Mika menundukkan kepalanya dalam.
Nathan mengusap lembut surai hitam yang panjang itu dengan penuh cinta, kemudian dia mengikis jarak, dan membawa Mikayla kedalam pelukannya. Nathan memeluk Mika dengan sejuta kerinduan yang ada di dalam hatinya.
"Tidak apa-apa, kita bisa memulainya dari awal secara perlahan." Ucap Nathan yang membuat Mika semakin menangis dalam pelukan sang suami.
Mikayla dan Nathan larut dalam belenggu rindu, hingga tidak tahu apa yang sedang terjadi di dunia maya. Di sosial media tengah gempar Mikayla hidup kembali dengan keadaan sehat dan semakin cantik bahkan mungkin menjadi mahasiswi populer saat ini.
Pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah Zaki, Zaki yang menyaksikan keduanya berbincang hingga pergi ketaman. Bagaikan seorang paparazi Zaki mengikuti keduanya dari kejauhan.
"Karena aku teman yang baik maka aku akan mendukung kalian." Ucapnya dengan mengambil gambar sepasang suami istri yang tengah berpelukan.
Dengan cepat, Zaki membagikan foto tersebut di komunitas SMA mereka. Dalam hitungan detik, kabar itu meledak dan menggemparkan seluruh alumni SMA dan orang-orang yang tahu kisah keduanya.
Tidak lupa Zaki memberikan judul yang mengundang siapa saja untuk melihatnya, ratusan komentar membanjiri foto tersebut. Banyak yang kaget sekaligus merasa bahagia, bahkan orang-orang yang sempat menjahati Mikayla ikut bahagia jika memang benar masih hidup.
APA ITU MIKAYLA?
__ADS_1
HANTU YANG SANGAT CANTIK!
JANGAN MENYEBAR HOAX!
JIKA BENAR ITU MIKA, BAWA KEREUNI SMA PEKAN INI.
Beberapa komentar yang Zaki baca, dengan gemas dan penuh semangat perjuangan dia membalas komentar para alumni SMA satu per satu. Beruntung Zaki dulu salah satu anggota yang mengelola komunitas online di SMA sehingga saat ini dia dengan mudah mendapatkan akses masuk.
"Cih, dasar orang-orang ini." Gerutu Zaki yang masih sibuk membalas komentar mereka.
Sedangkan di sebuah ruangan rapat, tengah tampak suasana yang begitu tegang karena Dean mendampingi sang ayah sedang rapat rutin untuk laporan bulanan. Ponsel Dean terus berbunyi membuat Dave yang sedang berbicara menghentikan ucapannya.
"Keluarlah." Usir Dave.
"Maaf." Jawab Dean yang langsung berjalan keluar dari ruang rapat.
Dengan cepat dia melihat siapa yang tengah menghubunginya, ternyata ponselnya sudah ramai bahkan nama Mikayla dan Nathan di sebut-sebut pada setiap komentar yang muncul di jendela apungnya. Segera dia mengeceknya, wajahnya sangat kaget dengan pemberitaan yang ada di komunitas sekolahnya.
Segera Dean berlari menuju lift yang kebetulan sekertaris Dave baru saja keluar, sang sekertaris yang dilewati Dean dengan cepat hanya menatap anak bosnya bingung. Dia menggeleng pelan setelah pintu lift tertutup.
Dean meraup wajahnya dengan kasar, dia belum rela jika Mikayla secepat ini kembali kepada Nathan. Bagaimanapun dia yang menemani Mika di saat terpuruk meskipun selalu ada Luis diantara mereka. Dean segera berlari keluar lift begitu terbuka, karyawan dan para penjaga yang melihat Dean memberikan hormat meskipun diacuhkan olehnya.
Perlahan mobil sport bergerak meninggalkan area perusahaan setelah Dean masuk dan menyalakan mesin mobil. Dengan kecepatan sedang Dean menembus jalan raya menuju kampus dimana Mikayla tengah menempuh pendidikan, sesekali Dean membunyikan klakson karena dia sudah tidak sabar ingin segera sampai di tempat tujuan.
Krukk ....
Bunyi perut Nathan yang tengah kelaparan membuyarkan suasana haru, keduanya langsung melerai pelukan mereka.
"Ayo kita makan siang." Ajak Mika
Nathan yang malu setengah mati hanya mampu memamerkan deretan gigi putihnya saja, "Emm, ayo." Jawab Nathan yang menyanggupi.
"Kita makan di kantin saja ya, setelah ini Mika masih ada kelas." Ucap Mika yang kini sudah berdiri.
__ADS_1
Nathan hanya mengangguk, keduanya lantas berjalan bersama menuju kantin yang baru saja menjadi tempat terjadinya perdebatan antara Mikayla dan Casandra.
"Rasanya aku ingin tenggelam di dasar bumi." Jerit Nathan yang masih tidak percaya jika perutnya berbunyi disaat yang tidak tepat.
"AWAS!" Seru Mika yang menarik Nathan hingga keduanya terjatuh.
Sebuah mobil melaju cukup cepat dan hampir menabrak Nathan, beruntung mobil tersebut dapat berhenti dengan cepat sebelum menyentuh Nathan.
Nathan kaget, dia langsung mencari Mikayla. "Kamu tidak apa-apa sayang?" Tanya Nathan khawatir.
"Aw, sikuku." Rintih Mika dengan melihat siku kanannya.
"Ma-maaf, karena aku tidak melihat jalan." Jawab Nathan yang melihat siku istrinya berdarah.
Nathan yang ingin membantu Mikayla terpaku karena ada tangan lain yang terulur kearah istrinya, "Dean / Kak Dean." Ucap keduanya
Mika tampak bingung karena baik Nathan dan Dean ingin membantunya, "Ayo sayang." Ucap Nathan yang membuyarkan kebingungan Mikayla.
"O-oh, iya." Jawab Mika terbata.
Mika menerima uluran tangan Nathan dan kini ketiganya berdiri dengan jarak yang cukup dekat. Dean menatap tidak suka kearah tangan yang saling tertaut, Nathan menyadari jika Dean cemburu tetapi dia juga tidak suka jika ada pria lain mendekati istrinya.
"Sudah lama tidak bertemu, Dean. Apa kabar?" Tanya Nathan berbasa-basi.
"Sejak kapan kalian saling menyapa?" Tanya Dean yang tidak menjawab pertanyaan Nathan.
"Kenapa kamu ingin tahu, itu urusanku dengan istriku." Jawab Nathan yang mulai menunjukkan kedudukannya.
Dean tersenyum miring, "Istriku? Mikayla adalah kekasihku, kenapa kamu mengaku-ngaku sebagai suaminya. Selama ini hanya aku di sisi Mika," Kata Dean yang menatap dingin kearah Nathan.
Tanpa sadar Nathan mengepalkan kedua tangannya bahkan kini tangan Mika terasa sakit karena cengkraman tangan Nathan. "Tidak enak mengobrol di tengah jalan begini, kita pindah tempat saja." Potong Mika dengan rasa sungkan.
"Kekasih? Jangan bermimpi, sejak awal Mika adalah milikku Dean. Dan kamu sebagai sahabatku seharusnya memberitahukanku sejak awal bagaimana kondisi Mika sebenarnya." Ucap Nathan tak kalah dingin dengan Dean.
__ADS_1
Dean yang tidak terima Nathan begitu cepat kembali di kehidupan Mikayla lantas memberikan pukulan di wajah tampan Nathan dengan keras hingga pria itu terseungkur dan melepaskan genggaman tangannya.
Suara pekikan Mika membuat banyak mahasiswa menonton kearah ketiganya meskipun tidak ingin mendekat, "kakak!"