Segenggam Rindu Untuk Mikayla

Segenggam Rindu Untuk Mikayla
MAAF ISTRI SAYA SEDANG HAMIL


__ADS_3

Happy Reading


Nathan dan Mikayla turun bersama ke ballroom setelah percekcokan kecil di dalam kamar, terlihat jemari Nathan yang di perban akibat bekas gigitan Mika yang meninggalkan jejak kemerahan. Keduanya berjalan keluar dari dalam lift dengan Mika yang melingkarkan tangannya di lengan sang suami.


Nathan tidak memasalahkan luka di jarinya, sepertinya rasa sakit ini tidak berbanding dengan rasa sakit yang dia berikan dulu kepada istrinya. Tampak ballroom yang sangat luas dan megah dengan hiasan yang begitu cantik. Banyak lampu kristal yang menghiasi langit-langit ballroom, bunga-bunga segar menghiasi setiap sudut dan juga panggung pernikahan.


Para tamu undangan dari dalam negeri maupun luar negeri memenuhi ruangan acara, Mikayla tampak anggun mengenakan dress tanpa lengan berwarna pink muda, sedangkan Nathan tampak gagah mengenakan jas berwarna hitam.


Mikayla berdecak kagum melihat suasana balroom, "Kamu suka?" Bisik Nathan hingga membuyarkan kekaguman Mikayla.


Mikayla tersenyum dan mengangguk.


"Kita akan menggelar pernikahan lagi, sesuai tema pernikahan yang kamu impikan." Ucap Nathan kembali.


Mikayla berkedip cepat, jika di ingat-ingat pernikahan mereka juga cukup mewah hanya saja dulu kerabat dan beberapa kolega bisnis yang menghadiri pernikahan keduanya, Tidak ada teman untuk memeriahkan suasana, setealh itu mereka langsung kembali ke tanah air.


"Tidak perlu," jawab Mikayla pelan.


Nathan merasa tercekat mendengar penolakan istrinya, dia juga mengingat dengan jelas memori pernikahannya dulu. Tetapi, Nathan juga ingin mengulang memory pernikahan mereka meskipun sangat terlambat. Nathan hanya mengelus punggung tangan Mika sebagai jawabannya.


"Ayo, kak. Kita duduk, acara sudah mau di mulai." Ajak Mikayla yang di angguki Nathan.


Keduanya berjalan kesalah satu meja, di mana keluarganya berkumpul. Pakaian para wanita warnanya senada hanya modelnya saja yang berbeda-beda, Nathan memundurkan kursi agar Mikayla tidak kesusahan saat duduk mengingat istrinya mengenakan dress.


"Terima kasih, kak." Ucap Mikayla dengan senyuman lembutnya.


"Sama-sama." Jawab Nathan lembut.


Interaksi keduanya tidak lepas dari pengamatan keluarga, mereka merasa sangat bahagia dan terharu karena Nathan benar-benar membuktikan ucapannya yang tidak akan menyakiti Mikayla kembali. Perubahan sikap Nathan yang sudah berubah sangat drastis juga salah satu tanda bagaimana besarnya cinta Nathan.


Perlahan ruangan redup hingga menyisakan cahaya di atas panggung, pintu utama terbuka dengan lebar. Tampak siluet pengantin wanita yang berjalan masuk dan menaiki panggung bersama pria paruh baya yang Mikayla sangat kenali.


Tampak wajah bahagia yang terpancar dari pengantin wanita, senyumannya tidak pernah luntur dari wajah cantiknya. Mikayla mengeluarkan gawainya dan memotret saudaranya dari samping. Gaun yang menjuntai panjang dengan penutup wajah yang tewarang dan terkena cahaya lampu menjadi sangat cantik di mata Mikayla.

__ADS_1


"Wah, J sangat cantik." Ucap Mika terharu.


Tanpa sadar kedua mata Mikayla memanas, dia menundukkan kepalanya dengan menatap foto J yang tampak di ponselnya. Nathan menggenggam tangan kanan Mikayla hingga setetes air mata membasahi tangan Nathan.


Nathan hanya diam tidak mengatakan apapun, dia membiarkan Mikayla bebas dengan perasaannya saat ini. Beruntung keluarga dan para tamu undangan fokus dengan pengantin yang berada di atas panggung. Terdengar suara tepuk tangan yang riuh membuat Mikayla dengan cepat mengusap air matanya.


Dia melihat kearah panggung, saat jemari J disematkan cincin oleh memperlai pria begitu juga sebaliknya. Perlahan memperlai pria membuka penutup wajah J dan mereka berciuman. Suara riuh semakin memenuhi dalam ballroom.


"Tahan, Pak Tua!" Seru Sky yang tetawa melihat tingkah mempelai pria.


Seruan Sky sontak membuat semua tertawa, termasuk yang berada di atas panggung. Mikayla juga tertawa meski air matanya sesekali menetes dari kedua mata indahnya, "Jangan menangis, sayang." Ucap Nathan yang mendekatkan bibirnya di telinga Mikayla.


Mika menoleh dan menatap lebut wajah suaminya, "Aku hanya bahagia karena J sudah menikah." Jawab Mikayla tidak sepenuhnya berbohong.


Nathan mengangguk, kini Nathan dan yang lainnya naik ke atas panggung untuk berfoto dengan pengantin. J yang melihat Mikayla kembali menangis, karena sudah lama tidak pernah bertemu hanya mampu mendengar kabar dari saudara-saudaranya yang lain.


"Mika, aku sangat bahagia kamu sudah sehat dan dapat kembali bersama kami." Ucap J dengan memeluk erat tubuh Mikayla.


"Aku juga bahagia J, akhirnya kamu dapat menikah dengan pria yang kamu cintai sejak dulu." Jawab Mikayla yang mebuat J tertawa pelan.


J menatapnya tidak suka tetapi dia adalah pria pilihan Mikayla, "Hai, senang berkenalan denganmu. Aku titip Mika, jangan pernah sakiti saudaraku." Jawab J dengan menerima uluran tangan Nathan.


"Tentu saja, kami setelah ini akan pergi berbulan madu." Ucap Nathan dengan merengkuh pinggul Mikayla yang ramping dan menariknya hingga merapat kearahnya.


"Hah?" Mikayla dan J sampai terperangah mendengar jawaban Nathan.


Sedangkan suami J hanya tetawa pelan, "Selamat, semoga aku segera mendapatkan ponakan dari kalian." Katanya dengan tulus.


"Tentu saja, kami juga mendoakan agar segera mendapatkan ponakan dari kalian. Sesekali pulanglah ketanah air," jawan Nathan ramah.


Mikayla dan Nathan turun paling terakir karena mereka bercengkrama dengan kedua pengantin, kini Mika kembali duduk di kursinya bersama Nathan.


"Apa kakimu pegal, sayang?" Tanya Nathan lembut.

__ADS_1


"Sedikit." Jawab Mika jujur.


Nathan langsung berjongkok membuat Mikayla kaget, "Apa yang kakak lakukan?" Tanya Mikayla.


"Diamlah." Jawab Nathan lembut membuat Mika langsung terdiam.


Tampak Nathan membuka sepatu hak tinggi yang dikenakan oleh Mikayla, dia mengecek apakah ada luka di tumit Mika. Beruntung tidak ada luka hanya bagian belakang yang sedikit memerah hampir terluka, Nathan langsung meletakkan kedua kaki Mika yang telanjang dan berdiri.


"Tunggu di sini sebentar." Ucapnya.


Mika hanya diam dan duduk dengan tenang tetapi kedua matanya mengikuti Nathan melangkah pergi, tampak Nathan tengah berbicara dengan pelayan yang berada di ruang acara tersebut. Hingga Nathan langsung kembali dan duduk di kursi samping Mikayla.


Tidak berselang lama seorang pelayan datang dengan sekantung es yang berada di dalam wadah plastik. Dengan lembut Nathan mengangkat kedua kaki Mika hingga membuat Mika panik dan beberapa tamu undangan melihat kearah mereka.


"Kakak, sudah biar Mika sendiri saja." Ucapnya tidak enak hati.


"Ssst, diamlah sayang. Jika kamu banyak bergerak akan membuat kulit kakimu yang memerah terkelupas." Jawab Nathan yang tidak menghiraukan ucapan sang istri.


"Tapi, malu kak di lihat banyak orang." Kata Mikayla kembali.


Nathan mengangkat pandangannya, dan dia mengedarkan arah pandangannya. "Maaf ya, istri saya sedang hamil jadi kakinya pegal." Ucapnya dalam bahasa inggris.


Banyak yang mengucapkan selamat kepada Nathan dan mengatakan jika dia pria yang sangat perhatian. Sedangkan Mikayla terbatuk akibat tersedak ludahnya sendiri.


"Wah, selamat ya!"


"Kamu sangat beruntung gadis cantik, suamimu begitu perhatian."


"Lain kali jangan di paksa menggunakan hal tinggi, kamu harus berhati-hati menjaga kehamilanmu."


Begitulah kiranya ucapan beberapa para tamu yang mendengar Nathan mengatakan jika Mikayla tengah hamil. Nathan hanya mengangguk dan tersenyum, "Terima kasih, kalian dapat melanjutkan untuk menikmati pesta hari ini." Ucanya.


"Ha-hamil?" Ucap Luis yang entah sejak kapan berada di belakang Mikayla.

__ADS_1


"Hah? Ti- nanti Mikayla jelaskan." Jawab Mikayla panik tetapi dia juga tidak ingin mempermalukan Nathan di tempat umum karena kebohongannya itu.


__ADS_2