Segenggam Rindu Untuk Mikayla

Segenggam Rindu Untuk Mikayla
AKU BERTEMU ISTRIMU


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Ayo aku antar!" Zaki segera mengganeng Mikayla menuju tempat pendaftaran.


Zaki yang berjalan dengan bergandengan Mikayla sontak membuat histeris para mahasiswa, notabennya Zaki pria yang humbel tetapi menjaga jarak dengan wanita kini justru langsung bergerak cepat bahkan berani memeluknya di depan umum.


Mikayla yang di tarik Zaki tentu saja memberontak, "Lepaskan, kak! Mika capek." Ucap Mikayla yang membuat Zaki menghentikan langkahnya.


"Maaf, aku lupa. Ayo." Jawab Zaki yang kini sudah melepaskan genggamannya dan melangkah mensejajarkan langkah Mikayla.


Anggukan kepala hanya Mikayla berikan, keduanya berjalan menuju ruang pendaftaran. Mikayla masuk di dalam ruangan pendaftaran sedangkan Zaki duduk menunggu di kursi besi panjang. Dia tampak senang ternyata Mikayla masih hidup.


Tapi, tunggu dulu. Jika Mikayla hidup siapa yang di makamkan dulu? Lalu kemana Mika selama ini? Apakah seluruh keluarganya tahu atau ada sesuatu yang di sembunyikan?


Kepala Zaki mulai berdenyut karena dia baru sadar jika Mikayla yang dia kenal selama ini sudah mati, tetapi hari ini tepat di depan mata kepalanya sendiri dia bertemu Mikayla.


Bahkan dia mengakui jika adik dari Luis Anderson. "Astaga, apa lagi ini." Gumam Zaki pelan.


Zaki mencengkram rambutnya dengan gemas, dia memikirkan Mikayla dan segala seluk beluk masa putih abu-abu dengan kepala nyut-nyutan.


Hingga akhirnya dia mengeluarkan ponsel dan mengetikkan pesan singkat, "Aku bertemu istrimu."


Benar, Zaki memutuskan untuk menghubungi Nathan karena dia berfikir jika ini adalah hal yang serius menyangkut dua keluarga besar dan juga status pernikahan mereka.


"Terima kasih."


Terdengar suara Mikayla membuat Zaki menoleh kearah belakang, terlihat Mikayla telah selesai dengan urusannya.


"Sudah selesai?" Tanya Zaki yang kini berjalan menghampiri Mikayla.


"Sudah, terima kasih kak." Jawab Mikayla lembut.


"Setelah ini kamu mau ke mana? Biar aku antar." Tanya Zaki dengan memasukkan satu tangan ke kantong celana.


"Mika ada keperluan lain, Mika bisa pulang sendiri jadi tidak perlu repot-repot mengantar." Jawab Mikayla yang menolak tawaran Zaki.


"Baiklah, tapi apa aku boleh minta nomor ponselmu?" Tanya Zaki dengan menyodorkan ponsel miliknya kearah Mika.


Mika terdiam sejenak, tampak dia tengah berfikir membuat Zaki mengurungkan niat nya.

__ADS_1


"Jika tidak nyaman tidak perlu," Ucap Zaki kembali.


"E-eh tidak, sebagai tanda ucapan terima kasih akan Mika kasih." Jawab Mikayla yang dengan cepat mengambil ponsel Zaki.


Tampak kedua tangan Mikayla gemetar, ibu jarinya mulai mengetikkan nomor ponselnya diponsel Zaki.


Zaki menatap intens Mikayla, karena tinggi badan mereka cukup berbeda membuat Mikayla tampak pendek bagi Zaki.


"Ini, kak." Mikayla menyodorkan ponsel kearah Zaki.


"Terima kasih, aku akan menghubungimu nanti. Jika ada yang perlu kamu tanyakan tentang kuliah atau yang lainnya tanya saja padaku tidak perlu sungkan." Ucap Zaki penuh dengan makna terselubung.


Mikayla mengangguk, "Baik, jika begitu Mikayla pergi dulu. Sebelumnya terima kasih atas bantuannya." Jawab Mika lembut.


Mika mulai berjalan meninggalkan Zaki yang masih terpaku di tempatnya, Zaki menatap punggung Mikayla yang semakin menjauh darinya.


Sedangkan Mikayla, memegang dadanya yang berdetak dengan cepat. Dia menghirup udara secara perlahan agar menenangkan hatinya yang tampak kacau saat bertemu dengan kakak tingkat SMA lebih tepatnya teman sekelas Nathan.


Mikayla segera masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya di parkiran kampus, perlahan mobil keluarga Anderson meninggalkan universitas di mana Mikayla akan menyelesaikan pendidikannya.


"Pak, antar ke kantor Gandratama." Ucap Mika kepada sopir.


Mobil sedan melaju dengan kecepatan sedang menuju kantor Gandratama yang di pimpin oleh sang Paman Sky.


Sudah lama sekali rasanya Mikayla tidak berjumpa dengan keluarga besar dari Mom Bintang sejak dirinya sadar dari koma.


Menempuh perjalanan kurang lebih empat puluh menit, kini mobil yang di tumpangi Mika telah sampai di depan perusahaan.


"Pak, langsung kembali saja ke mansion. Tidak perlu menunggu Mika." Ucap Mikayla sebelum keluar dari mobil.


"Tapi, Non. Saya di perintah oleh Tuan Luis untuk mengantarkan Nona kemanapun dan kapanpun." Jawab sang sopir menolak


"Nanti aku akan menelfon kakak, Mika akan di antar Kak Langit." Ucap Mikayla berbohong.


Sejenak sopir pribadi Mikayla berfikir, "Tapi benar Nona menelfon Tuan Luis ya. Saya tidak mau jika sampai di pecat karena tidak menjalankan perintahnya." Kata sang sopir meyakinkan.


"Jika begitu, Mika akan menghubungi di sini." Jawab Mikayla dengan mengeluarkan gawainya.


Mika mulai menelfon Luis sang kakak, panggilan pertama tidak di angkat. Hingga panggilan kelima barulah di angkat oleh Luis.

__ADS_1


"Ada apa, Mika?" Tanya Luis yang tampak marah di sebrang telfon.


"Kenapa lama sekali, Mika hanya ingin bilang. Jika Mika sudah di perusahaan Paman Sky, tetapi Mika menyuruh sopir untuk kembali ke mansion dia tidak mau jika tidak ada perintah darimu." Jawab Mikayla dengan mengerucutkan bibirnya sebal.


"Memang itu tugasnya." Ucap Luis singkat.


"Mikayla ingin pulang di antar Kak Langit atau Paman Sky nanti, lagipula Mika juga ingin mengunjungi Bibi Putri dan Kimmi." Jelas Mikayla di ujung telfon.


"Kamu tidak berbohong?" Tuntut Luis.


"Tidak, akan aku PAP jika kakak tidak percaya." Jawab Mikayla cepat.


"Baiklah, awas jika berbohong." Ucap Luis yang langsung di matikan panggilan telfonnya.


"Dengarkan, Pak. Kak Luis memperbolehkan Mika untuk pulang di antar Paman Sky atau Kak Langit." Ucap Mikayla dengan memasukkan kembali ponselnya.


"Baik, Non." Jawab sang sopir.


Segera Mikayla turun dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam perusahaan, tampak banyak karyawan lama yang kaget melihat Mikayla.


Siapa yang tidak kenal dengan keluarga besar Gandratama, terlebih anak kembar dari keponakan pemilik perusahaan sudah tidak asing lagi di telinga mereka.


"Bukankah itu, Nona Mikayla? Ba-bagaimana bisa dia hidup kemba....."


Seorang asisten manager jatuh pingsan karena dia tahu jika Mikayla telah tiada, tetapi kini berdiri di depan mata kepalanya sendiri dengan sehat sentosa.


"Astaga! Ayo kita bawa ke klinik!" Seru karyawan yang lainnya.


Mikayla berjalan menuju ruang informasi, "Mbak, tolong hubungi Paman Sky jika keponakannya yang cantik jelita datang berkunjung." Ucap Mikayla dengan bertopang dagu.


"No-nona Mi...Mi...Mika?" Resepsionis teman Putri tergagap melihat gadis yang kini tumbuh cantik di depannya.


Mikayla menegakkan duduknya, sang resepsionis langsung berjalan menghampiri.


"Ya Ampun, Mikayla. Putri cantik dari nenek sihir. Kamu selamat Mika, aku sangat bahagia." Ucapnya yang memeluk erat tubuh ponakan dari sahabatnya tersebut.


Mikayla yang tidak kenal membalas bahkan ikut meloncat kesenangan, resepsionis itu melerai pelukannya dan menangkap pipi Mikayla dengan wajah senang bercampur haru.


"Maaf, mbak eh bibi siapa ya?" Tanya Mika dengan tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya.

__ADS_1


__ADS_2