
Happy Reading
Suara ketukan pintu terdengar nyaring pagi ini, di mansion Anderson dan apartemen Nathan. Tampak Mommy Bintang mengetuk pintu kamar Mikayla dengan keras.
"Mika, bangun sudah pagi." Seru Mommy Bintang dari luar kamar.
"Mika!" Panggil Mommy Bintang kembali.
Di dalam kamar, Mikayla masih enggan untuk membuka kedua matanya. Sudah lama rasanya Mika tidak tidur senyaman hari ini. Ketukan suara pintu dari Mommy Bintang akhirnya mulai membawa Mikayla kembali pada dunia nyata.
Kedua mata bergerak seiring bersamaan dengan kerutan-kerutan lembut di keningnya, perlahan kedua mata Mika terbuka. Ruangannya masih gelap karena tirai yang belum terbuka tetapi beberapa sudut kamarnya sudah tertembus cahaya matahari yang merambat masuk dari beberapa celah kamarnya.
"Mika!" Seru Mommy Bintang kembali.
"Iya, Mom. Mika bangun." Jawab Mikayla dengan suara seraknya.
"Cepat bersiap, kamu harus berangkat pagi ke perusahaan Paman Sky." Ucap Mommy Bintang mengingatkan.
Mikayla segera duduk dengan wajah kaget, dia hampir lupa jika hari ini di mulai magangnya di Perusahaan Gandratama. Lantas Mikayla beranjak dari peraduannya dan berlari terbirit-birit ke dalam kamar mandi, suara gemericik air terdengar dari dalam kamar mandi.
Secepat kilat, Mikayla telah menyelesaikan acara mandi paginya. Dia tampak panik karena hari pertama dia bekerja, meskipun perusahaan sang Paman tetapi Mikayla berusaha profesional dapat memilah antara pekerjaan dan hubungan pribadi.
Beruntung pakaian yang sudah dia beli bersama Dean sampai tidak lama setelah dia tiba di mansion, Mikayla mengenakan rok span di bawah lutut dengan kemeja polos berlengan seperempat yang memiliki model sederhana. Mikayla segera berjalan dengan cepat menuju meja rias sembari membawa sepasang sepatu hak tinggi.
Dia menata rambutnya dengan di gerai, kemudian mulai memoleskan make up agar tidak mudah luntur saat bekerja selama satu hari penuh. Sentuhan terakir dia memoleskan lipstik di bibir cherrynya.
"Di mana stockingku?" Ucap Mika yang melihat sekelilingnya.
Mikayla segera bangkit dari duduknya dan kembali berjalan menuju walk in closed, dia membuka salah satu laci yang berisi beberapa stocking miliknya, Mika mengambil salah satu stocking yang senada dengan warna kulitnya.
__ADS_1
Mikayla segera memakainya di dalam walk in closed dengan cepat, setelah selesai dia segera kembali berjalan menuju meja riasnnya dan memakai sepasang sepatu yang sudah dia pilih. Sebelum benar-benar meninggalkan kamarnya, Mika kembali memeriksa penampilannya.
Segera Mika mengambil tas jinjing dan setumpuk laporan yang kemarin dia bawa dari perusahaan Gandratama. Suara sepatu high hels menggema di dalam mansion, Mommy Bintang dan Daddy Jackson yang sedang menunggu di meja makan mengalihkan atensinya.
Daddy Jackson memberikan tanda agar pelayan segera membawa kardur yang tengah di bawa turun oleh Mikayla, pelayan segera belari menuju anak majikannya yang masih menuruni anak tangga, "Biar saya bantu, Non." Ucapnya.
"Terima kasih, bi." Jawab Mikayla yang menyerahkan kardus berisi dokumen perusahaan.
Mikayla segera berjalan menuju meja makan, "Selamat pagi, Mom ... Dad." Sapanya.
"Pagi sayang, ayo cepat makan sarapanmu." Jawab Mommy Bintang dengan lembut.
"Ya, Mom." Ucap Mikayla.
Daddy Jackson yang melihat Mika sudah mulai memakan sarpannya, dia juga baru memakan sarapannya. Sengaja Daddy Jackson menunda sarapan paginya agar Mikayla tidak terburu-buru saat makan dan sampai tersedak.
"Honey, aku berangkat dulu." Pamit Daddy Jackson kepada Mommy Bintang.
"Aku juga Mom," timpal Mikayla.
"Hati-hati sayang." Jawab Mommy Bintang kepada keduanya.
Daddy Jackson segera mencium kening istrinya dan berlalu dari ruang makan, sedangkan Mika mencium kedua pipi Mommy Bintang dan juga melangkah mengikuti sang Daddy.
Mikayla dan Daddy Jackson segera masuk ke dalam mobil, dengan cepat mobil yang di kendarai oleh Daddy Jackson sendiri melesat meninggalkan mansion dan menembus kemacetan pagi ini. Tampak jalanan yang snagat ramai karena banyaknya mobil pribadi juga transportasi umum yang ikut meramaikan jalan raya.
Cukup membutuhkan banyak waktu agar sampai di Perusahaan Gandratama, kini mobil yang ditumpangi Mikayla berhenti tepat di depan pintu utama perusahaan. Segera Mikayla melepas seat beltnya dan berpamitan kepadang sang Daddy.
"Mika, masuk dulu Dad. Terima kasih untuk tumpangannya," Ucap Mika dengan senyumnya yang menawan.
__ADS_1
"Oke honey, semangat untuk hari pertama. Jika ada kesulitan tanya saja jangan sungkan atau bisa menghubungi Daddy." Jawab Daddy Jackson kepada Mikayla.
"Siap!" Kta Mikayla dengan wajah riang.
Segera Mikayla membuka pintu mobil dan keluar dari sana, pintu mobil bagian penumpang kembali terbuka ternyata Mikayla mengambil kardus yang berisi dokumen. Segera Mikayla berjalan masuk dengan membawa kardus berukuran sedang di kedua tangannya.
Dia tampak sudah tahu harus pergi kemana, orang-orang lama yang tahu Mika adalah keponakan dari pemilik perusahaan tentu saja dengan ramah menyapanya. Siapa yang tidak ingin baik di mata orang lain? tentu saja semua orang menginginkannya, mereka ingin tampak terlihat baik meskipun tidak seperti itu.
Mika berjalan menuju lift karyawan biasa, dia ikut mengantri seperti karyawan pada umumnya. Meskipun lantai yang dituju berbeda tetapi Mika tidak ingin diistimewakan oleh orag-orang karena statusnya. Banyak karyawan baru yang melihat kearahnya, Mika hanya diam memasang wajah datar saja.
Bukan tidak ingin bergaul dengan orang baru, hanya saja Mika susah untuk dekat orang lain sejak kecil dan terlebih menjaga dirinya agar tidak salah memilih teman. Karena Mika tau bagaimana Laura memanfaatkan Susi untuk kepentingannya saja tidak memikirkan dampak dari perbuatannya.
Mikayla segera masuk bersama karyawan yang lain untuk menuju lantai di mana mereka bekerja, Mika memencet tombol lantai paling tinggi membuat para karyawan yang tidak mengenal Mikayla merasa heran.
"Permisi, apa kamu sekertaris Tuan Sky?" Tanya karyawan A dengan menepuk pundak Mika.
Mikayla menggelengkan kepalanya saja, dia enggan untuk mengeluarkan suaranya. Hal itu membuat karyawan A berdecih, "Halah, paling dia bekerja di sini karena orang dalam." Ucap karyawan B.
Mendengar itu hanya membuat Mikayla memutar bola matanya saja, padahal dia di sini untuk magang membantu Langit karena pekerjaannya yang sangat banyak.
"Jangan-jangan, dia wanita simpanan lagi. Kasian banget Nyonya Putri." Saut karyawan A yang di iringi tawa dengan B.
Mikayla hanya menghirup nafas dalam, ingin sekali mencubit bibir dua karyawan di belakangnya. "Iyakan, lihat saja dia memakai stoking padahal sangat jarang wanita di kantor memakainya. Mungkin mereka memiliki fantasi yang berbeda." Kata karyawan B yang membuat beberapa karyawan menatap kearah kaki jenjang Mika.
Mika segera berbalik menatap datar dua wanita yang tampak masih muda, mungkin usia mereka sedikit di atas daro Mika. "Kenapa, kaalian iri karena hanya menjadi karyawan biasa? Merasa tidak percaya diri untuk menggoda atasanmu, ck lebih baik perbaiki saja penampilan kalian sangat membosankan dan juga tidak cocok untuk di gunakan di hari yang panas ini. Lihat ini syal untuk apa? Kalian meniru pemain drakor, asal kalian tau mereka memakai syal karena di sana cuaca dingin sedangkan di sini panas, jangan terlalu memaksakan diri jika itu tidak nyaman untukmu." Ucap Mikayla panjang lebar sebelum dia keluar dari dalam lift.
"Dan satu lagi, gigimu terkena lipstik." Kata Mikayla menambahi sebelum benar-benar pergi.
Sontak saja ucapan Mikayla membuat karyawan di dalam lift menahan tawanya, karena kedua karyawan yang sejak tadi membicarakan Mikayla adalah teman satu divisi mereka. "Apa kalian tertawa!" Sentak karyawan B dengan kesal.
__ADS_1