Segenggam Rindu Untuk Mikayla

Segenggam Rindu Untuk Mikayla
HAYA WIJAYAKUSUMA


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Nathan akhirnya mengalah karena Luis memasang wajah memelas dihadapan sang istri.


Dia tetap fokus menyetir meskipun sesekali melirik kearah bangku belakang melihat Mika dan Luis yang tengah menggoda bayi merah yang belum dapat menjawab ucapan Luis.


"Jagoan, Paman. Besok jika sudah besar ikut Paman ke Amerika ya, akan Paman ajari cara berbisnis dengan baik." Ucapnya yang tidak ada respon dari anaknya.


Nathan mencebik saja mendengar ucapan Luis, "Kenapa harus denganmu, aku sebagai Ayahnya saja bisa mengajarinya." bukan sang bayi yang menjawab melainkan Nathan.


"Tidak, tidak... Ayahmu biar membuat dedek baru saja untukmu kamu ikut Paman ya, lebih asik di Amerika banyak gadis cantik yang akan membuatmu senang." Ucap Luis yang langsung mendapat cubitan dari Mikayla dan lirikan tajam Nathan.


"Jangan mengajari putraku menjadi pria breng*sek!" Kata Nathan yang di angguki oleh Mika.


Luis hanya memutar bola matanya saja, "Orang tuamu tidak asik, bung. Mana mungkin Pamanmu ini mengajarimu menjadi pria brengsek, yang ada Paman hanya mengajarimu cara bersenang-senang." Jelas Luis kepada bayi yang di tujukan kepada orang tuanya.


"Kenapa kakak begitu, memang apa yang kakak lakukan di Amerika selama ini hanya bersenang-senang?" Tanya Mika menatap penuh selidik kerah sang kakak.


Luis hanya terdiam dia enggan menjawab pertanyaan adiknya, "Tentu tidak, kakak sibuk bekerja membangun perusahaan agar terus berkembang pesat." Jawabnya datar tanpa melihat kearah Mika.


Nathan yang duduk menyetir mobil menatap tak percaya kearah Luis, "Jangan-jangan kamu menghamili wanita ya?" Tanya Nathan secara serampangan.

__ADS_1


Mika yang mendengar ucapan sang suami langsung memukul pundanya dengan kasar.


"Jangan bicara sembarangan sayang! Tidak mungkin Kak Luis seperti itu, pasti kakak akan memperkenalkan istrinya kepada kami jika menikah. Benarkah kak?" Ucap Mika yang meminta jawaban kepada Luis.


Luis mengangguk kaku, "Benar!" Luis langsung menendang kursi bagian belakang di mana Nathan duduk, "Hey, jangan sembarangan berbicara. Bagaimana mungkin aku menikah tanpa mengundang kalian berdua." Ocehnya kepada Nathan.


"Aku hanya bertanya, lagipula apa salahnya sih. Jika tidak yasudah," kata Nathan dengan wajah datarnya.


"Nama anak kalian siapa? Aku capek harus memanggilnya ponakan ponakan ponakan." Cecar Luis dengan mendengus kesal.


"Haya." Ucap Mika dan Nathan bebarengan.


"Haya?" Beo Luis menaikkan sebelah alisnya.


"Baiklah, Ponakan. Paman akan memanggilmu Haya." Ucap Luis yang meniru suara anak kecil hingga Mika merasa geli mendengarnya.


Hingga tanpa terasa, Nathan dan yang lainnya telah sampai di basement apartemennya. Segera Luis berjalan keluar dengan menggendong ponakannya.


Kini ketiganya sudah berada di dalam apartemen, kamar yang dulu disiapkan untuk Mika kini disulap menjadi kamar bayi.


Tampak dinding cat berwarna putih dan beberapa mainan anak-anak, Nathan yang menatap kamar itu merasa sedih karena dia tidak bisa menyiapkan segala hal untuk putra pertama mereka.

__ADS_1


"Sayang." Panggil Mika yang menganggetkan Nathan dalam lamunannya.


"Ada apa, sayangku?" Tanya Nathan dengan merengkuh pinggang istrinya dan mencium kening.


"Kenapa hanya melamun?" Tanya Mika tanpa menjawab pertanyaan Nathan


"Aku merasa menjadi Ayah yang gagal, lihat kamar anak kita. Seharusnya bisa lebih cantik dari ini tetapi hanya biasa saja, aku benar-benar merasa tidak ada gunanya." Jelas Nathan sendu.


Seulas senyum tipis terbit di bibir Mika, dia berjinjit dan mengecup bibir sang suami sebentar.


"Tidak apa, kamu masih hidup bersama kami. Kami sudah sangat bahagia, kesembuhanmu jauh lebih penting dari sebuah kamar


Bukankah kita bisa menghiasnya mulai besok? Kita bisa menghiasnya bersama-sama." Jelas Mika lembut.


Nathan mengangguk dan tersenyum, dia memeluk erat tubuh sang istri yang amat sangat sabar dan cinta kepadanya.


Seandainya dia memiliki pilihan, maka dia akan memutar waktu dan sejak awal membalas cinta sang istri. Bukan! Sejak awal seharusnya dia yang mengajak Mikayla untuk menikah, karena hatinya sudah lama tertaut pada Mika sejak awal masuk sekolah.


Luis yang melihat kebahagiaan sang adik merasa sangat bahagia, "Akhirnya aku dapat melepaskanmu dengan tenang Mika, kakak berjanji akan segera membawanya pulang. Maafkan kakak." Gumam Luis yang tiba-tiba air matanya menetes begitu saja.


...- TAMAT -...

__ADS_1


Autor ucapkan terima kasih kepada pembaca setia Mikayla dan Nathan, beribu cinta autor berikan kepada kalian. Kisah Kinan dan Luis akan autor pisahkan karena Luis menuruni Dad Jackson yaitu seorang Mafia.


Akan banyak keseruan di dalam cerita, banyak kejutan di dalam cerita. See You next novel 🌹🌹


__ADS_2