
Happy Reading 🌹🌹
Tampak sebuah cafe yang tidak begitu besar tengah ramai di kunjungi para mahasiswa meski hanya sekedar membeli kopi.
Mentari tampak tidak begitu terik karena waktu menunjukkan pukul tiga, yang menandakan sore akan tiba.
Di salah satu meja, seorang gadis dengan balutan pakaian casual tengah duduk sembari bermain gawai menunggu seseorang.
"Mika." Sapa seseorang yang baru saja sampai di mejanya.
Mika lantas menaruh gawainya dan berdiri untuk memeluk sahabat sekaligus adik iparnya.
"Kinan, lama tidak berjumpa." Jawab Mika lembut.
Kinan menaruh tas dan menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi, "Huh, tau sendiri kita sudah akhir semester tugas-tugas menumpuk belum lagi suamimu yang menambah beban pikiranku." Curhat Kinan dengan menyerobot minuman milik Mika.
Kening Mika berkerut, "Kenapa dengan, Kak Nathan?" Tanyanya penasaran.
"Dia kemarin habis di marahi Ayah karena beberapa hari sering membolos kerja, dan yah dia selalu membuat ulah jika berada di mansion. Apa kamu tidak ada niatan untuk tinggal dengan Kak Nathan, agar dia bekerja dengan tenang dan tidak membuat ulah." Jawab Kinan menjelaskan kepada Mika dengan wajah memelas.
Mika terdiam, "Tapi, aku belum bisa mengingat Kak Nathan. Apa tidak akan membuatnya sedih?" Tanya Mika pelan dengan menundukkan kepalanya dalam.
"Tentu tidak, justru dia malah senang. Coba kita logika, jika kalian tidak tinggal bersama bagaimana bisa kamu cepat mengingat Kak Nathan." Kata Kinan dengan menepuk pundak Mika keras.
"Kamu masih malukah? Padahal kalian sudah mencicil membuatkanku keponakan." Lanjut Kinan dengan tawa pelannya.
Mika hanya mengerucutkan bibirnya saja, dia sangat malu karena Nathan membuat semua keluarga tahu jika mereka sudah berhubungan lebih jauh dan dalam.
"Sudah tidak perlu malu, bagaimana rasanya?" Tanya Kinan yang mendekatkan wajahnya kearah Mika sembari menggerakkan kedua alisnya naik turun.
Mika yang sudah sangat malu memasukkan sepotong kue donat kedalam mulut Kinan agar berhenti menggodanya.
Suara tawa dari Kinan membuat beberapa pengunjung melihat kearah meja mereka.
__ADS_1
"Ssttt! Diamlah, jangan membuat hal yang menarik perhatian!" Runtuk Mika kepada sahabatnya tersebut.
"Baiklah, aku ingin mengajakmu liburan." Kata Kinan yang membuat Mika mendadak bingung.
"Mendadak?" Tanya Mika.
"Em, tidak sih. Sudah lama tapi belum terealisasikan saja, negara mana yang ingin kamu kunjungi?" Tanya Kinan yang membuat Mika berfikir sejenak.
"Korea sih, karena anak Paman Gabriel akan menikah. Jadi, sekalian saja kita pergi menghadiri pernikahan anak dari Paman Gabriel sekaligus berlibur." Jawab Mikayla menjelaskan.
"Tidak seru dong! Masa liburan sambil kondangan." Cebik Kinan yang membuat Mika tertawa pelan.
"Lalu kamu berencana kemana untuk liburan kita?" Tanya Mika penasaran.
"Kutub Utara." Jawabnya cepat.
Mika yang sedang meminum es coklatnya tersedak akibat ide liburan versi Kinan.
"Anti-mainstream Mika, kita bisa foto dengan anjing laut, beruang kutub, merasakan tidur di suhu dingin." Ucap Kinan yang menyebutkan satu per satu hal yang dapat dilakukan mereka.
"Tidak mau, kamu saja yang pergi." Jawab Mika final.
"Yah, padahal ditempat yang dingin-dingin pasti mereka lebih sering melakukannya bukan. Hemm, ayo otak berfikir." Gumam Kinan dalam hati.
"Baiklah, kita ke Korea setelah itu ke New Zealand. Bagaimana?" Tanya Kinan dengan senyum secerah mentari siang hari.
"Baiklah, setuju." Jawab Mika dengan menerima jabatan tangan Kinan.
Kinan tersenyum sempurna, "Maaf, Mika." Ucapnya sembari tertawa dalam hati.
"Apa kamu betah belajar di universitas yang sekarang?" Tanya Kinan hati-hati.
Mika mengangguk, "Betah, teman-teman kelasku baik." Jawab Mika dengan memainkan tisu.
__ADS_1
"Baguslah, kamu harus mulai belajar percaya dengan orang lain. Kamu tahu, suatu saat aku akan menikah dan tidak bisa berada di dekatmu." Jelas Kinan hati-hati.
"Ya aku tau." Ucap Mika dengan tersenyum tipis.
Keduanya terdiam, suanana menjadi aneh dan hening karena mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Em, kapan kita berangkat liburan?" Tanya Mika memecah keheningan.
"Nanti aku akan menghubungimu, ingat jangan mengajak siapapun hanya kita berdua." Kinan memperingatkan Mikayla terlebih dahulu.
"Iya, memangnya aku juga akan mengajak siapa."
"Kak Nathan." Goda Kinan yang hanya membuat Mika memutar bolanya malas.
"Kenapa dengan reaksimu?" Kata Kinan dengan tertawa.
Mika hanya berdecih, "Ayo pulang, aku masih ada tugas kuliah dan juga pekerjaan kantor sedikit. Jangan sampai gagal liburan karena menunda tugas." Ajak Mika yang memasukkan gawainya kedalam tas.
"Ayo aku antar." Tawar Kinan.
"Baiklah, kebetulan aku tidak membawa mobil." Jawab Mika menerima tawaran Kinan.
Kedua gadis cantik tersebut segera berjalan keluar dari dalam cafe, mereka sesekali tertawa membicarakan hal-hal konyol semasa SMA.
Perlahan mobil yang di tumpangi oleh Mika berjalan meninggalkan cafe, tanpa sadar seseorang yang tengah duduk di dalam mobil memperhatikan gerak gerik Mika.
"Bagaimana sayang, apa sudah cukup?" Tanya seorang pria paruh baya.
"Sudah, kita pergi." Jawabnya dengan angkuh
"Baiklah." Ucapnya
Perlahan mobil tersebut juga berlalu dari area kampus Mika, cafe yang di datangi Mika dan Kinan masih berada di area kampus.
__ADS_1