Segenggam Rindu Untuk Mikayla

Segenggam Rindu Untuk Mikayla
CEMBURU BILANG BOS


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Kakak!" Seru Mika kaget, kaget dengan Nathan dan Dean.


Mika yang ingin membantu Dean berdiri segera di cekal oleh Nathan dengan cepat.


"Jangan pernah menyentuh pria lain." Kata Nathan dengan dingin.


"Ta-tapi kak, Kak Dean." Ucap Mika terbata.


Nathan menarik Mikayla hingga kini berdiri di sampingnya, dengan posesif Nathan merangkul pinggang kecil sang istri erat hingga tubuh keduanya menempel hanya tersekat kain yang tengah mereka kenakan.


"Aku peringatkan sekali lagi, jangan pernah berbuat di luar batas mu Dean. Kamu memang beruntung karena berada di sisi Mika saat kritis, tetapi tidak serta merta membuatmu berharap terlalu tinggi untuk dapat menggantikan posisiku di kehidupan Mikayla Wijayakusuma." Kata Nathan dengan tegas kepada Dean yang menatap tajam kearah Nathan.


Dean hanya menyunggingkan senyum miring, dengan di bantu teman yang lain dia berdiri.


"Heh? Jika kamu berhasil membuat Mikayla ingat tentangmu maka dengan senang hati aku melepaskannya Kenan, tapi jika dalam waktu satu bulan dia tidak ingat apapun tentangmu maka jangan salahkan aku yang merebutnya dari sisimu." Kata Dean tegas.


"Kamu mengancamku? Hahaha, meskipun membutuhkan waktu tahunan kamu tidak akan aku biarkan menggantikan posisiku. Hanya ada Mikayla Wijayakusuma bukan Mikayla Danuarta!" Tegas Nathan hingga dia berbicara menyembulkan urat-urat di lehernya.


Nathan langsung melangkah pergi meninggalkan tempat reuni bersama Mikayla, dengan susah payah Mika mengikuti langkah lebar Nathan.


Mika yang mengenakan dres panjang dan hak tinggi, terseok-seok berjalan di belakang Nathan.


"Kak." Panggil Mika pelan.


Sepertinya kedua telinga Nathan dia tulikan karena sudah gelap mata hingga tidak melihat bagaimana keadaan Mikayla.


"KAKAK!" Seru Mika dengan menyentak tangannya keras hingga terlepas dari genggaman Nathan.


Nathan menghentikan langkahnya, dia menatap tangan kirinya yang hampa. Kemudian Nathan memutar tubuhnya hingga mampu menatap Mika yang kini juga tengah menatapnya.


Nathan tersenyum getir, "Apa begitu hinanya aku hingga kamu tidak ingin aku sentuh!" Sentak Nathan yang kini sudah berada di area parkiran.


Mika yang kaget hanya mampu memejamkan kedua matanya saja, dia mengepalkan kedua tangannya agar tidak menangis.


Perlahan Mika menghembuskan nafas pelan, dia membuka kembali kedua matanya hingga bersibobrok dengan Nathan kembali.


"Apa kamu begitu terobsesinya denganku hingga menyakitiku! Lihat, jika kamu punya ota*k kamu tidak akan pernah menyakiti wanita yang katanya kamu cintai. Mungkin benar, lebih baik aku tidak mengingat kakak seumur hidupku!" Jawab Mikayla dengan tegas.

__ADS_1


Deg.


Jantung Nathan berdenyut nyeri, dia merasa menyesal karena salah satu sepatu Mikayla sampai terlepas salah satunya.


Terlihat kulit pucat dengan beberapa luka kecil di sana-sini karena di sekolah mereka masih ada beberapa tempat yang terdapat batu kecil.


Mika melepaskan sepatu yang masih dia kenakan dan mengangkat dres agar dapat melangkah dengan nyaman.


"Jika kakak benar suamiku akan aku urus surat perceraian kita dan jangan pernah temui aku lagi." Lanjut Mika tegas tanpa keraguan sedikitpun.


Nathan yang ketiga kalinya mendengar kalimat perceraian dari bibir Mikayla kaget bukan kepalang, mengingat kejadian itu sudah lima tahun yang lalu dan kini saat di pertemukan kembali Mika mengajukan perceraian lagi.


"Maaf, aku gelap mata sehingga menyakitimu. Maafkan aku sayang." Ucap Nathan tulus.


Mikayla hanya tersenyum masam, dia tidak habis pikir dengan pria yang ada di depannya. Sejak dulu selalu berkata dengan kasar ataupun berbuat kasar saat marah.


Nathan menggenggam tangan Mikayla dengan lembut, "Maaf sayang, tolong beri kesempatan dulu untukku. A-aku tadi hanya... Hanya...."


"Cemburu."


Nathan yang teramat sangat gengsin kikuk saat dirinya ketahuan cemburu kepada Dean, Mika gemas sendiri kenapa pria di depanya masih gengsi mengatakan jika dia cemburu.


Nathan berdehem untuk menetralkan perasaannya, "Sudah jangan banyak bicara, cepat kita pergi dari sini." Ucap Nathan yang langsung menggendong Mika secara bridal style.


Mendapatkan perlakuan mendadak dari Nathan membuat Mika otomatis mengalungkan tangannya di leher sang suami, keduanya saling menatap dalam diam.


Nathan menatap kedua mata Mika yang kemudian perlahan turun di bibir Cherry milik sang istri, terlihat ranum, dan kenyal. Membuat Nathan susah payah menelan ludahnya agar tidak terlihat oleh Mika.


"A-ayo pergi." Ucap Mika keki akibat tatapan Nathan yang seakan menelanjanginya.


"O-o-oh a-ayo!" Jawab Nathan tergagap.


Mikayla menyembunyikan wajahnya yang merona kemerahan di dada bidang sang suami.


Dapat terdengar dengan sangat jelas detak jantung Nathan yang membuat bibir Mikayla melengkung sempurna.


"Apa Kak Nathan benar-benar cemburu." Gumamnya dalam hati.


Langkah lebar Nathan terhenti saat sampai di mobilnya, dia menurunkan Mikayla secara perlahan dan membuka kunci pintu mobilnya.

__ADS_1


"Ayo masuk!" Perintah Nathan kepada Mika setelah dia membukakan pintu untuk istrinya.


Nathan segera berlari memutari mobil, , dia segera membuka pintu mobil dan masuk.


terlihat mika sudah duduk dengan tenang dan mengenakan seat belt ya.


"apa yang, kakak lakukan?" tanya mika kaget karena nathan membuka seat belt ya kembali.


"tunggu sebentar," ucap nathan yang mencari sesuatu di dalam dasbor mobil.


tampak sebuah tisu basah terdapat di sana dengan ukuran sedang, hal itu lantas membuat kening mikayla berkerut dalam.


"kenapa bisa ada tisu basah di dalam mobil, kakak?" tanya mika dengan wajah penuh curiga.


Nathan menyentil dahi istrinya yang pasti befikiran kotor, "jaga pikiranmu, sejak dulu aku selalu sedia tisu di mobil." jelas nathan yang kini sudah mengelap telapak tangan mikayla.


Mika hanya pasrah menerima perlakuan nathan, dia memandang lembut kearah nathan.


"tangan mika bersih kok, kenapa harus di lap sampai lengan-lengan mika?" tanya mika yang masih menerima perlakuan nathan.


"ini kotor, sangat kotor. banyak kuman dan virus yang menempel di tanganmu." jawab nathan tanpa melihat kearah mika karena dia fokus dengan tangan mikayla.


"berarti kakak kena kuman dan virus jika begitu, atau tubuh kakak mengandung kuman dan virus?" tanya mika yang mengerjai nathan.


"tentu tidak, kakak bersih. suamimu ini pecinta kebersihan, tanganmu yang kotor karena sudah di sentuh oleh sumber virus." ucap nathan dengan bersungut-sungut kesal.


mika hanya tertawa mendengar gerutuan nathan, dia tahu siapa yang di makhsud.


"Kak Dean bukan virus." kata Mika yang melipat bibirnya kedalam.


"Dia indukan virus." ucap nathan kesal dengan membuang tisu kearah bangku belakang.


"Cemburu bilang saja sih, kenapa harus gengsi." Kata Mika yang menatap lekat kedua mata Nathan.


"Siapa yang gengsi?" Tanya Nathan.


"Kakak." Jawab Mika apa adanya.


Nathan yang sejak kemarin menahan untuk tidak melahap istrinya, dengan cepat tangan kanannya menarik tengkuk Mika dan menabrakkan dua benda kenyal yang sudah lama tidak pernah bertautan.

__ADS_1


__ADS_2