
Happy Reading 🌹🌹
Semua hening saat Luis mulai melemparkan pertanyaan, perlahan pria muda itu berjalan kearah Mommy Bintang.
"Mom, ada apa?" Tanya Luis lembut.
Mommy Bintang menunjuk kearah Bi Jum yang juga sudah menangis bahkan kini bersimpuh di atas lantai yang dingin.
"D-dia, dia datang kesini meminta agar membebaskan Laura yang sudah membuat Mom kehilangan Mika." Jawab Mommy Bintang dengan susah payah karena terlalu mencekik lehernya.
Luis menatap datar kearah Bi Jum, "Bangunlah, Bi." Ucap Luis sopan tapi masih dingin.
Bi Jum enggan karena dia harus meminta pengampunan dosa untuk Laura.
Luis memberi kode kepada maid yang tidak jauh dari tempat tersebut, segera Main berjalan kearah Bi Jum untuk membantunya bangun dan duduk di kursi.
"Tolong menurut saja, jangan sampai Tuan Muda ataupun yang lainnya murka." Bisik maid kepada Bi Jum.
Bi Jum akhirnya menuruti keinginan Luis dengan di bantu seorang maid di mansion Anderson.
"Tolong jangan jebloskan Laura kedalam penjara, saya tidak tahu harus berkata apalagi. Ini memang salah saya sebagai orang tua tidak dapat mendidiknya dengan baik tetapi saya juga tidak ingin masa depan Laura tersandung.
Luis menghirup nafas dengan dalam, "Bagaimana jika saya tidak ingin mencabut laporan itu, Bi?" tanya Luis pelan.
Semua orang yang berada di dalam ruangan tampak kaget dengan menatap kearah Luis, karena sejatinya mereka juga baru tahu jika Luis melaporkan Laura.
Mereka sibuk dan hanyut dalam kesedihan kehilangan Mikayla dalam kehidupan mereka .
"Tolong, anda bisa memberi hukuman yang lainnya tetapi tidak dengan penjara. Kami hanya memiliki satu anak, kami tidak ingin dia hidup susah untuk kedepannya cukup kami saja. Jika kalian meminta agar kami tidak pernah muncul di hadapan kalian akan saya usahakan." Ucap Bi Jum dengan permintaan terakhirnya.
"Baiklah, sesuai dengan perkataan Anda. Saya ingin Anda dan sekeluarga tidak pernah datang kekota jika dimasa depan kalian bertemu salah satu dari kami maka berputar arahlah." Jawab Luis dengan tegas dan tenang.
"Tapi, Luis...." Mom Bintang seakan tidak terima dengan keputusan yang dibuat oleh Luis.
__ADS_1
Luis menggenggam tangan Mommy Bintang dengan erat tetapi pandangannya masih terkunci kearah Bi Jum.
"Ba-baik ... Baik ... Kami akan kembali ke desa dan kemungkinan untuk bertemu kalian sangat kecil." Ucap Bi Jum terbata.
Luis mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, dia mengeluarkan secarik kertas yang terlipat dengan rapi.
Luis bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat kearah Bi Jum. Dia mengulurkan tangan kanannya untuk menyerahkan kertas tersebut.
Bi Jum dan semuanya tampak bingung apa yang sedang di perlihatkan oleh Luis.
"Baca dulu, Bi. Lalu tandatangani surat perjanjian tersebut. Ini bukan perjanjian yang merugikan, Saya tetap memikirkan masa depan Laura agar dapat menjadi tulang punggung keluarga." Ucap Luis dengan datar.
Tanpa banyak bertanya, Bi Jum mengangguk. Luis mengeluarkan pena dari saku lainnya dan menyerahkan kepada Bi Jum.
Bi Jum segera meletakkan kertas diatas pahanya dan menorehkan tinta hitam di atas materai yang sudah tertempel di kertas tersebut.
"Sudah, tolong tepai janjia Anda." Kata Bi Jum dengan menyerahkan kertas kearah Luis.
Luis menerimanya dan menganggukkan kepala, "Bibi datanglah esok hari ke kantor polisi, malam ini biarkan Laura tidur di dinginnya lantai penjaga untuk memberi rasa jera. Besok akan ada orang yang menjemput Bibi." Jawab Luis dengan tenang dan tegas.
"Baik." Ucap Bi Jum.
"Bibi akan diantar oleh sopir untuk kembali, jangan menolak karena hari sudah malam." Kata Luis tegas tanpa bantahan.
Maid segera mendekat dan mengajak Bi Jum untuk segera pergi meninggalkan ruang keluarga.
"Sebelum Saya pergi, Saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya dan meminta maaf sebesar-besarkan kepada kalian." Kata Bi Jum sebelum bebar-benar meninggalkan mansion Anderson.
Luis kini duduk di kursi yang sempat Bi Jum tempati, "Tutup pintunya dan jangan biarkan siapapun masuk. Termasuk Nathan." Ucap Luis dengan tegas kepada maid.
"Baik, Tuan." Jawabnya.
"Ada apa lagi, Luis?" Tanya Alice dengan keheranannya.
__ADS_1
Luis menghirup dan membuang nafasnya panjang, "Luis sudah memutuskan untuk pindah di Amerika, besok malam keberangkatan Luis." Ucapnya dengan tegas membuat semua yang ada di dalam ruangan kaget.
"Kenapa mendadak Luis? Mikayla baru saja dikuburkan tetapi kamu akan pergi?" Cecar Dad Jackson kepada Luis yang menjadi anak satu-satunya sekarang.
"Mikayla masih hidup dan sekarang keberangkatannya ke Amerika untuk menjalani operasi lagi hingga sembuh." Jawab Luis yang semakin membuat jantungan.
"Luis, kamu...."
"Benar seperti itu Dad, Luis bekerjasama dengan dokter yang memeriksa Mikayla hari ini. Mika tidak menjalani operasi tetapi dia mendapatkan penanganan agar jantungnya tetap berdetak dan detak jantung Mika dilemahkan untuk beberapa menit agar Nathan percaya jika Mikayla sudah meninggal." Jelas Luis yang membuat Mom Bintang menangis.
"A-apa benar apa yang kamu katakan Luis, Mom masih bisa melihat Mikayla?" Tanya Mom Bintang dengan gemetar.
Luis mengangguk, dia menunjukkan foto keberangkatan Mikayla beberapa waktu lalu kepada Mom Bintang.
Mom Bintang menutup bibirnya dengan rasa tidak percaya, tangannya gemetar dengan hebat bahkan buliran air mata semakin deras keluar.
"Benar, putriku masih hidup!" Seru Mom Bintang yang kini sudah luruh di atas lantai dengan memeluk ponsel Luis.
Dad Jackson segera menghampiri istri dan memeluknya.
Sedangkan Kenan dan Alice tampak masih belum percaya, "Lalu bagaimana dengan Nathan, dia juga berhak tau kebenaran ini." Ucap Alice yang belum bisa menerima.
"Tante, untuk sementara ini jangan biarkan Nathan tahu. Aku tidak ingin Nathan kembali mengguncang kesehatan Mikayla, sudah cukup semua penderitaan yang di berikan oleh Nathan untuk adikku. Jika mereka berjodoh pasti akan bertemu, biarkan Mika sehat untuk kembali bersama kita." Jelas Luis dengan tegas dan lugas kepada Alice.
Alice tampak bimbang dan ragu dengan keputusan Luis, dia juga tidak tega melihat Nathan yang begitu terpukul atas kepergian Mikayla dalam hidupnya.
"Luis mohon Tante, Luis tidak akan menghalangi mereka jika memang mereka ingin tetap bersama. Cukup Luis yang mendampingi Mika di Amerika, jika sampai Nathan tahu maka Luis akan membawanya lebih jauh lagi dan tidak akan pernah bisa kalian temukan." Kata Luis dengan sedikit ancaman.
"Tapi, Nathan akan menderita." Kata Kenan pelan.
Luis tersenyum tipis, "Biarkan Nathan menderita dengan penyesalan dalam hidupnya Paman, itu semua hasil yang harus dia tuai karena sudah menyebarkan rasa sakit kepada Mikayla." Jawab Luis yang tidak goyah.
Semua orang tua yang ada di dalam ruang keluarga saling menatap satu sama lain, "Luis, bagaimana jika Mom rindu kepada Mika? Apa Mom dapat menemuinya?" Tanya Mom Bintang pelan.
__ADS_1
"Tidak! Kalian dapat berkomunikasi melalui telfon ataupun video call tetapi jangan datang hingga Mikayla sendiri yang ingin pulang." Tolak Luis dengan tegas kepada Mom Bintang.
Luis tidak ingin membedakan perlakuannya kepada orang tua maupun mertua dari Mikayla. Semua sama rata tidak ada yang dapat menemui Mikayla selama menjalani pengobatan.