Segenggam Rindu Untuk Mikayla

Segenggam Rindu Untuk Mikayla
DIA KEMBALI


__ADS_3

Happy Reading


Nathan dengan telaten mengompres kaki Mikayla, Luis yang melihatnya hanya diam dan meninggalkan keduanya begitu saja. Sedangkan Mika merasa terharu dengan sikap manis Nathan selama mereka bertemu dan kembali mencoba memperbaiki hubungannya, meskipun Nathan tahu jika Mika melupakannya tapi dia tidak patah semangat untuk memperbaiki semuanya.


"Kak, tidak perlu!" Ucap Mika kaget karena Nathan memijit telapak kaki Mikayla.


"Diamlah atau kakimu akan patah." Jawab Nathan dengan tersenyum.


Mikayla menelan ludahnya susah payah, dia menerima semua perlakuan manis dari suaminya. Hingga tidak terasa sentuhan-sentuhan Nathan membuat kedua matanya mengantuk bahkan tidak sadar jika Nathan sudah menggendongnya secara bridal style.


Membuat para tamu menjerit gemas yang melihatnya, termasuk Mika yang langsung terbelalak kedua matanya. "Kami kembali lebih dulu Mom, Mikayla sudah mengantuk." Ucap Nathan kepada Mom Bintang yang kaget dengan tindakan Nathan.


Dengan kaku, Mom Bintang mengangguk. Segera Nathan melangkah meninggalkan acara pernikahan. Mikayla menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya karena dia sangat malu menjadi pusat perhatian.


Sedangkan di atas panggung, J dan suaminya hanya tertawa melihat tingkah laku Nathan dan Mika yang sangat manis. "Beruntung aku dapat menakhlukkan pria kaku sepertimu, jadi tidak akan drama pernyesalan saat kita menikah." Ucap J yang mendapatkan kecupan kecil di punggung tangannya.


"Benar, meskipun harus di hajar oleh Ayahmu." Jawabnya dengan lembut.


Kini Nathan dan Mika sudah melangkah memasuki lift dengan di ikuti Luis di belakang mereka, kening Nathan berkerut dalam karena mendapati kakak iparnya tiba-tiba ikut bersama mereka.

__ADS_1


"Ada yang ingin aku bicarakan penting denganmu." Ucap Luis tanpa melihat keduanya.


Nathan hanya berdehem saja, sedangkan Mika meminta untuk turun, "Turunkan, Mika." Ucapnya.


"Diam saja, atau kamu akan jatuh." ucap Nathan dengan menatap lebut istrinya.


Luis yang mendengarkan suara Nathan selembut kapas membuat perutnya bergejolak ingin mual, "Cih, bucin. Kenapa bisa pria menyebalkan seperti dia seperti hello kitty." Umpat Luis dalam hati.


Tidak membutuhkan waktu lama, ligt telah berhenti dilantai dimana kamar Mikayla berada, segera Nathan dan yang lainnya berjalan keluar dari dalam ligt untuk masuk ke kamar Mika. Kamar yang sama saat Mika dan Nathan berdandan, dengan pelan Nathan membaringkan istrinya di atas kasur sedangkan Luis meletakkan sepatu hak tinggi adiknya yang tidak sempat Nathan bawa di acara.


"Istirahatlah dulu, aku tinggal sebentar untuk berbincang dengan kakak ipar," ucap Nathan yang membuat Luis mendelik kesal.


"Memang benar, apa adik ipar? Tapi usiamu sudah tua dan tidak patut, kamu bahkan sudah pantas menjadi seorang paman." Cecar Nathan dengan wajah datarnya.


Helaan nafas kasar hanya Luis hembuskan, dia berjalan keluar kamar yang di ikuti Nathan. Sedangkan Mikayla merebahkan tubuhnya, karena jujur saja tubuhnya merasa sangat lelah dan mengantuk. Hingga tidak sadar Mikayla tertidur,


Kini Nathan dan Luis berada di dalah satu balkon hotel, keduanya membuang jauh pandangannya kearah depan, "Apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Nathan to the point.


"Laura kabur dari desa." Jawab Luis dengan menyalakan pemantik api untuk menghidupkan rokok yang sudah di apit oleh bibirnya.

__ADS_1


Nathan menoleh kearah Luis, "Kabur, makhsudnya? Bukankah dia di penjara?" Tanya Nathan bingung.


Luis menghembuskan asap rokok hingga membumbung tinggi, "Tidak, ibunya datang memohon kepada kami saat pemakaman Mikayla palsu dulu dan kami membuat persyaratan, selama lima tahun Laura berada di desa terpencil agar tidak mengganggu kehidupan kalian." Jelas Luis apa adanya.


"Lalu apa kau sudah menemukannya?" Tanya Nathan yang sedikit takut.


"Belum, sepertinya dia melakukan penyamaran." Jawab Luis jujur.


"Aku takut jika Laura muncul saat ingatan Mikayla belum kembali, bagaimana jika dia mengatakan yang tidak-tidak kepada Mika dan membuat Mika pergi jauh dariku." Kata Nathan apa adanya.


Luis membuang puntung rokok yang masih menyala dan menginjaknya dengan kasar, "Aku pastikan dia tinggal nama jika melukai Mikayla lagi." Ucapnya.


Luis langsung berlalu meninggalkan Nathan sendirian, dia menghentikan langkahnya sebelum benar-benar meninggalkan adik iparnya.


"Satu lagi, jaga keponakanku dengan baik." Ucapnya yang kemudian melanjutkan langkah kakinya.


Nathan hanya diam dengan menatap pemandangan di depannya, pikirannya berkecamuk saat mengetahui jika Laura sudah hilang dari pengawasan Luis selama lima tahun ini.


Dengan langkah lebarnya, Nathan berjalan masuk ke dalam kamar sang istri. Tampak Mika yang sudah terlelap tidur di atas kasur. Dengan langkah pelan, Nathan berjalan sembari melepas jasnya. Perlahan Nathan naik ke atas tempat tidur dan menarik pelan sag istri agar lebih dekat dengannya.

__ADS_1


Dielusnya lembut dan pelan surai hitam sang istri, Nathan mengeratkan pelukannya dia sangat takut jika sampai Mikayla bertemu dengan Laura. Jika sampai Laura menyakiti Mika maka Nathan sendiri yang akan menghukumnya bukan lagi Luis tetapi dirinya sendiri.


__ADS_2