
Happy Reading 🌹🌹
Hari yang petang kini berganti cerah dan hangat, suara kicauan burung saling menyambar satu sama lain.
Embun yang membasahi dedaunan dan kini metes dari ujung daun karena sinar mentari yang mulai menghangatkan bumi.
Banyak masyarakat yang sudah memulai semua aktivitasnya sejak petang hari.
Berbeda dengan penghuni apartemen yang masih terlelap dalam mimpi mereka masing-masing.
Setelah semalam suntuk sampai pagi menjelang, Nathan dan Mikayla mengeksplor berbagai model dalam mencetak junior.
Sama-sama awam dengan hal itu membuat Nathan belajar melalui internet terlebih Mika yang memiliki penyakit jantung.
Beruntung Mikayla bukan penyakit jantung bawaan, seperti Sindrom Eisenmanger maupun Hipertensi Pulmonal yang pada umumnya tidak di perbolehkan untuk hamil.
Tetapi Nathan juga mencari tahu apakah ada pantangan dalam melakukan hubungan dengan orang yang memiliki penyakit jantung.
Ternyata banyak artikel yang harus dia baca dan cukup membuatnya pusing, tapi demi keluarga mereka Nathan akan mengikuti apa yang tertulis dalam artikel tersebut.
Suara bel pintu apartemen terus berbunyi, bukan membuat penghuni bangun hanya bergerak saling merapatkan pelukannya.
Baik Nathan dan Mika keduanya sudah tidak mampu untuk membuka mata karena menjelang subuh baru aktivitas mencetak gol 2 3 4 5 dan seterusnya baru selesai.
"Bagaimana, Dad? Kenapa mereka tidak membukakan pintu?" Tanya Bintang cemas.
"Tidak tahu, Mom. Kalian tahu pasword apartemen Nathan tidak?" Tanya Dad Jackson kepada Kenan dan Alice.
Keduanya menggeleng secara bersamaan, membuat Dad Jackson menghembuskan nafasnya kasar.
Sekali lagi Dad Jackson menekal bel apartemen Nathan.
"Ini sudah pukul 9 pagi tetapi mereka belum ada tanda-tanda kehidupan, apa mereka melakukannya hingga ....." Alice menutup mulutnya dengan kedua mata yang terbuka lebar.
Sedangkan Kenan tertawa penuh bangga tanpa suara, "Ya begitulah keturunanku, selalu perkasa saat di atas ranjang." Ucapnya sombong.
Hal itu membuat Alice memukul pundak suaminya karena merasa sangat malu, Kenan berbicara di depan besan mereka.
"Cih, apa kamu pikir aku tidak hebat. Aku bisa membuat anak kembar sekaligus." Saur Dad Jackson tidak ingin kalah.
__ADS_1
Mom Bintang hanya menghela nafasnya panjang, sepertinya perdebatan yang paling kuat di antara kedua pria itu akan panjang ceritanya.
"Aku dalam semalam langsung bisa membuat Nathan." Jawab Kenan dengan menepuk dadanya bangga.
"Memangnya hanya kamu, aku sekali tembak langsung tumbuh dua bukan satu. Ingat dua!" Timpal Dad Jackson dengan jemari yang ikut bergerak di depan Kenan.
Alice dan Mom Bintang tidak merespon ucapan dua pria yang mungkin sebentar lagi akan menjadi kakek tersebut.
Mereka terus menekan bel bahkan mencoba menghubungi nomor mereka kembali tetapi nihil.
Hingga, pintu apartemen terbuka membuat perdebatan Kenan dan Dad Jackson terhenti. Begitu juga Alice yang terus menekan bel.
Tampak seorang pria yang terlihat kacau, hanya mengenakan celana kolor pendek, rambut acak-acakan, dan juga mata yang masih terpejam.
"Cari siapa?" Tanya Nathan dengan suara serak.
"Astaga, Nathan!" Seru Alice menepuk lengan putranya.
Seketika kedua mata Nathan terbuka, dia memandangi para orang tua yang sudah berdandan rapi dan berdiri di depan pintu apartemennya.
"Apa yang kalian lakukan di sini, ini masih pagi apa kalian tidak bekerja?" Cecar Nathan yang masih bingung dengan keberadaan para orang tua.
"Astaga!"
Kedua mata Nathan berkedip cepat, dia masih proses mengumpulkan nyawa yang tercecer.
Kenan ikut berjalan masuk dan berhenti di depan Nathan. Terlihat beberapa luka di tubuh Nathan membuat Kenan hanya tersenyum sendiri tanpa suara.
"Kamu memang keturunan Wijayakusuma!" Ucapnya bangga.
"Hah?" Nathan hanya bengong dengan ucapan sang Ayah.
Kenan berlalu dengan kedua tangan yang masuk ke dalam saku celana, tetapi kedua pundaknya bergetar akibat tertawa bukan menangis.
Dad Jackson yang melihat tanda cinta di leher, dada, bahkan cakaran yang belum begitu kering. Membuat keningnya berkerut dalam.
"Apa Nathan seganas itu?" Gumamnya dalam hati.
Baik Nathan dan Dad Jackson hanya saling menatap tanpa banyak kata, "Awas jika membuat putriku kelelahan." Ucap Dad Jackson yang langsung berjalan melewati Nathan.
__ADS_1
Sedangkan Alice dan Mom Bintang langsung berlari menuju kamar Nathan, beruntung pintu terbuka cukup lebar membuat keduanya dapat masuk dengan mudah.
"Wah, ini lebih parah saat aku dengan Jackson dulu." Ucap Mom Bintang yang pandangannya menyapu seluruh isi kamar.
"Sama, bahkan Kenan tidak seperti ini." Timpal Alice yang hanya mampu berkedip lucu.
"Apa kamu tega membangunkan Mika?" Tanya Alice kembali yang menoleh kearah besannya.
Mom Bintang menggeleng, "Kita pasti tahu bagaimana lelahnya." Ucap Mom Bintang yang di angguki Alice.
"Yasudah kita bersihkan saja kamar yang sudah mirip kapal pecah ini, jika di lihat oleh suami kita takut Mikayla akan malu." Kata Alice dengan memungut celana segitiga yang pastinya ini adalah milik Nathan.
Segera kedua ibu itu mengambil pakaian yang berserakan di atas lantai maupun yang bertengger di manapun sesuka orang yang melemparkannya.
Mom Bintang membenarkan selimut hingga keleher Mikayla, dia dapat melihat banyak sekali tanda cinta yang sudah persis membuat Mika seperti macan tutul.
Kenan dan Dad Jackson duduk di sofa ruang televisi dengan dua wajah yang berbeda, sedangkan Nathan berjalan masuk kembali kedalam kamar utama.
"Kamu tidak ingin membuatkan kopi untuk kami?" Tanya Dad Jackson dengan bersedekap dada menatap tajam kearah menantunya.
"O-oh sebentar, Nathan harus melihat istri Nathan dulu." Jawab Nathan gugup.
"Untuk apa? Kami sudah haus, sejak pagi sudah berada di depan pintu apartemenku tetapi jam sebelas baru kamu bukakan pintu." Ucap Dad Jackson sebal.
Nathan hanya menggaruk rambutnya yang tidak gatal, Kenan yang melihat besannya marah hanya tertawa hingga membuat Nathan dan Dad Jackson menatap kearahnya.
"Hahaha, yang sabar ya besan. Sudah Nath, segera masuk dan kenalan pakaianmu. Tidak perlu pamer kepada kami, karena kami sudah jauh lebih pro daripada kamu." Kata Kenan yang membuat Nathan belum paham arah pembicaraan mereka.
Alice berdehem, setelah selesai membereskan kekacauan di dalam kamar utama.
"Cepat mandilah, akan Mama masakkan makanan untuk makan siang kita." Ucap Alice kepada Natha.
"Baiklah, kalian tunggu sebentar." Jawab Nathan.
Mom Bintang yang baru keluar dari dalam kamar utama dengan membawa keranjang pakaian kotor hanya menatap bingung kearah Nathan yang melaluinya.
"Kenapa?" Tanyanya kepada Alice.
"Dia aku suruh mandi agar dia dapat konek saat berbicara dengan kita nanti." Jawab Alice dengan tersenyum.
__ADS_1
Mom Bintang hanya membentuk bibirnya huruf O, tetapi semua orang langsung terdiam terpaku saat mendengar pintu terkunci dari dalam.
Semua orang saling menatap, "NATHAN!"