
Happy Reading 🌹🌹
Jantung Nathan berdetak kencang, dia sangat yakin jika gadis yang berada di depannya adalah istrinya Mikaylanya. Dengan cepat Nathan mengambil dompet dari saku jasnya, dia mengeluarkan sebuah foto pernikahan yang di cetak seukuran dompet.
"Lihat, kamu istriku. Aku suamimu sayang, kamu Mikaylaku." Ucap Nathan dengan kedua mata yang sudah menangis kembali.
Mikayla melangkah mundur, dia menggelengkan kepalanya cepat. "Bukan, Anda salah orang. Aku belum menikah, tolong jangan ganggu aku." Jawab Mikayla yang terus membantah ucapan Nathan.
Nathan menatap punggung Mikayla yang mulai melangkah meninggalkannya, "Aku antar, aku akan mengantarkanmu sampai di rumahmu." Ucap Nathan yang sudah putus asa.
Langkah Mikayla terhneti, dia menoleh dan akhirnya memutar tubuhnya hingga keduanya kembali saling berhadadapan. "Tidak perlu, saya bisa pulang sendiri." Tolak Mikayla halus.
"Buktikan ... buktikan jika kamu bukan istriku. Aku tidak akan mengganggumu kedepannya," jawab Nathan yang masih bersikukuh dengan pendiriannya.
Saat Mikayla akan menjawab, sebuah mobil mendekat kearahnya. Nathan dan Mikayla menoleh, pintu mobil terbuka dari dalam. Mikayla yang tahu pemilik mobil tersebut kembali menatap Nathan.
"Maaf Tuan, aku rasa cukup pembicaraan kita berakir sampai di sini. Aku bukan istri Anda dan juga tidak mengenal Anda. Ini mobil kekasihku, jadi Anda benar-benar salah orang." Ucap Mikayla yang kemdian melangkah masuk kedalam mobil sport.
Nathan masih terpaku di tempatnya bahkan saat mobil sport keluaran terbaru tersebut melaju kencang meninggalkannya seorang diri yang tidak jauh dari halte bis.
"Aku yakin kamu Mikaylaku, aku tidak mungkin berhalusinasi." Ucap Nathan lirih.
Nathan berjalan gontai kearah mobilnya, dia masuk dan duduk sejenak di kursi pengemudi. Sejenak Nathan memejamkan kedua matanya dengan menangkan perasaannya, jika benar gadis itu adalah Mikayla lalu siapa yang selama ini di dalam makan, dan bagaimana cerita sebenarnya.
Segera Nathan menjalankan mobilnya dengan cepat, dia meninggalkan halte area mansion Mikayla. Nathan sangat yakin jika gadis yang baru saja dia temui adalah Mikayla istrinya,
Sedangkan Mikayla di dalam mobil hanya diam termenung dengan membuang pandangannya keluar jendela. Ingin sekali dia mengisi tetapi dia tahan.
"Mika." Panggil Dean lembut.
Mika menoleh kearah Dean dengan wajah tersenyum, "Ada apa kak?" Tanya Mika dengan wajah ceria.
"Tadi siapa?" Tanya Dean hati-hati.
"Siapa? Emm pria aneh tadi?" Ucap Mikayla memastikan.
"Pria aneh?" Beo Dean dengan menoleh kearah Mikayla.
"Iya, tadi tiba-tiba ada pria aneh yang memelukku dan mengatakan kamu Mikaylaku." Jelas Mika dengan wajah malas.
Dean mencengkram stir mobilnya dengan kencang, sebenarnya dia tahu bahwa yang sedang di bicarakan oleh Mikayla adalah Natha.
__ADS_1
"Benarkah? Lalu kamu bagaimana?" Tanya Dean penuh kehati-hatian.
"Ya Mika mengelak, Mika saja tidak kenal dengannya. Mika juga mengatakan bahwa Mika tidak memiliki suami melainkan kekasih." Jawab Mika dengan cepat.
Dean tersenyum mendengar penuturan Mika, "Bagaimana lelaki itu, apa percaya dengan jawabanmu?" Ucap Dean kembali.
Mikayla hanya menghendikkan kedua bahunya saja, "Mika tidak tahu dan tidak peduli." Jelas Mika yang langsung membuang pandangannya.
"Jika kedepannya kamu bertemu pria itu segera hubungi aku, mengerti." Ucap Dean kepada Mika sebelum dia keluar dari mobil.
Mika terdiam sesaat kemudian menganggukkan kepalanya, "Baik kak, terima kasih tumpangannya." Jawab Mika lembut.
Mika segera keluar dan menutup pintu mobil milik Dean, dia dengan cepat melangkahkan kakinya memasuki gerbang mansion.
Sedangkan Dean, menunggu hingga Mikayla benar-benar menghilang dari pandangannya. Mobil Dean bergerak meninggalkan mansion Anderson setelah memastikan Mikayla masuk kedalam rumah.
*
*
*
Namun, Nathan tidak menyerah. Dia terus menghubungi Zaki karena Nathan teringat obrolan mereka beberapa waktu lalu.
"Ayolah, Zak. Cepat angkat telfonnya!" Geram Nathan tidak sabaran.
Hingga panggilan entah yang keberapanpuluh kali, akhirnya Zaki mengangkatnya.
"Hal-"
"Lima menit lagi aku sampai di rumahmu."
Nathan memotong ucapan Zaki dengan cepat tanpa mendengar jawaban dari Zaki juga, Nathan segera mematikan sambungan telfonnya.
Sedangkan Zaki yang kini sedang di angkringan segera berdiri dengan cepat, dia meneguk habis susu jahe yang tinggal setengah gelas hingga tandas.
"Bon dulu, Mang!" Seru Zaki sambil berlari menuju rumahnya.
Beruntung angkringan dan rumah Zaki jaraknya hanya terpisah jalan raya. Benar saja, Zaki belum sampai di depan gerbang sebuah mobil berhenti mendadak di depannya.
Membuat Zaki langsung terduduk di atas aspal dengan memegang dadanya yang berdetak tidak karuan.
__ADS_1
Terlihat Nathan keluar dari dalam mobil dengan cepat menghampirinya, "Zaki, ayo ikut aku." Ucap Nathan tanpa basa basi.
"Eh?" Zaki kaget karena dia di paksa berdiri dan masuk ke dalam mobil Nathan.
"Nath, tunggu dulu!" Zaki menghentikan langkah Nathan.
"Apa." Ucap Nathan tidak sabaran.
"Aku ganti pakaian dulu, tidak seperti ini juga." Jawab Zaki yang membuat Nathan melihat penampilan dari teman SMAnya.
"Pakaian saja yang penting kamu tidak telanjang, lagipula tidak akan ada yang memperhatikanmu." Ucap Nathan menohok yang membuat Zaki berdecak kesal.
Mobil yang di kendarai Nathan segera berjalan meninggalkan area kediaman Zaki, Zaki hanya diam saja karena tidak tahu kemana arah tujuannya.
"Kita mau pergi kemana sih, Nath?' Tanya Zaki yang mulai jenuh.
"Diamlah." Jawab Nathan dingin.
Zaki akhirnya hanya diam saja, dia tidak mengatakan apapun. Akhirnya Zaki memutuskan untuk tidur karena malas berdebat dengan pria menyebalkan seperti Nathan.
Sebelum Zaki sempat memejamkan kedua matanya, mobil Nathan sudah berhenti. Segera Nathan membuka seat belt dan keluar dari dalam mobil.
Zaki yang melihat situasinya serius, segera menyusul Nathan keluar dari dalam mobil.
"Zaki." Panggil Nathan dengan cepat.
"A-apa sih." Ucap Zaki sedikit takut.
"Kamu benar, Mikayla masih hidup!" Kata Nathan dengan mencengkram kedua bahu Zaki.
"I-iya, kan aku bilang istrimu masih hidup. Apa kamu belum menghubunginya?" Jawab Zaki terbata dan wajah heran.
Nathan melepaskan cengkeramannya dan meraup wajahnya dengan kasar, membuat Zaki terdiam dengan mengelus kedua pundaknya.
"Tapi, ini tidak benar Zak. Dia tidak ingat siapa aku, bahkan dia mengaku belum memiliki suami melainkan kekasih." Ucap Nathan dengan berkacak pinggang memunggungi Zaki.
Zaki berjalan mendekat kearah teman seperjuangannya, "Aku ingin mengatakan ini, dia sepertinya hanya melupakanmu. Atau mungkin ada sesuatu saat Mikayla hidup jauh darimu. Tapi, jika Mikayla masih hidup yang mati siapa?" Kata Zaki panjang lebar.
Keduanya kini saling menatap dengan pikiran masing-masing, "Aku akan melakukan pembongkaran makam." Ucap Nathan yang membuat Zaki melebarkan kedua matanya.
"Membongkar makam? Kamu gila? Sudah lima tahun Nath, apa mungkin masih bisa di identifikasi?" Kata Zaki yang tidak habis pikir dengan ide gila dari pria di depannya.
__ADS_1