
Happy Reading 🌹🌹
Nathan dan Mika berbelanja dengan bergandengan tangan, Nathan tidak melepaskan genggaman tangan itu sedetikpun.
Bahkan kemana Mika melangkah Nathan selalu berada di sampingnya, kini mereka tengah berada di deretan sayuran.
"Kakak mau makan sayur apa?" Tanya Mika dengan melihat-lihat beberapa jenis sayuran.
"Sayur apa saja, apa kita buat salad sayur saja seperti biasanya dulu saat kamu yang memasak. Kita juga membeli daging ikan salmon saja jangan daging merah, karena itu pantangan untukmu." Jawab Nathan dengan tersenyum tipis.
Mika hanya mengangguk dan mulai mengambil selada air, tomat, bawang bombai, alpukat, dan daging salmon segar untuk keduanya.
Tidak lupa mereka membeli bumbu untuk membuat salad dan juga steak ikan salmon.
"Kita beli beberapa Snack juga," ajak Nathan yang kini mereka berjalan di antara dua rak bagian makanan ringan.
Dengan arogant Nathan memasukkan semua makanan ringan yang bertuliskan untuk diet, membuat kepala Mika hanya mengikuti gerakan tangan suaminya.
"Stop! Kita beli snack secukupnya saja kak, dan lihat ini Snack untuk orang diet. Apa kakak sedang diet?" Ucap Mika menatap Nathan polos.
Nathan mengusap pucuk kepala Mika dengan tangan kirinya gemas, satu kecupan dia daratkan di dahi sang istri.
"Tidak, ini semua untukmu. Snack ini pasti lebih sehat karena jelas untuk orang diet." Jawab Nathan.
Mika hanya menghela nafasnya, "Sama saja kak, yang namanya diet tidak akan memakan camilan. Entah ini judulnya untuk diet atau tidak mereka sama-sama menggunakan bahan pengawet, kandungan nutrisinya saja yang berbeda tetapi jika keseringan memakannya juga sama saja." Jelas Mika membuat Nathan menganggukkan kepalanya saja.
Nathan melihat kearah trolly yang sudah penuh dengan makanan ringan, "Lalu ini kita apakan?" Tanya Nathan merasa bersalah kepada Mika.
"Kita kembalikan lagi ke tempat semula dan mengambil beberapa saja. Lagipula kita juga akan makan malam, tidak mungkin dapat menghabiskan semuanya." Jawab Mika lembut.
Nathan akhirnya menuruti ucapan Mika, mereka kembali berjalan mengembalikan beberapa Snack yang sempat Nathan ambil hingga memenuhi trolly.
Kini keduanya berjalan kearah kasir karena merasa sudah cukup acara berbelanjanya.
Dengan sigap, Nathan membawa dua kantung keresek di tangan kanannya sedangkan tangan kirinya tetap menggenggam tangan Mikayla.
"Sudah lepaskan, aku akan membantu kakak untuk membawa belanjaan." Kata Mika yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.
"Aku kuat." Jawab Nathan sombong
Mikayla hanya memutar bolanya malas, "Bukan perkara kuat dan tidak kuat kak, tapi... Apa kakak tidak kesusahan kedua tangan kakak penuh?" Kata Mikayla pelan.
__ADS_1
Langkah keduanya terhenti saat sudah berada di depan mobil, Nathan menoleh begitu juga Mikayla.
"Tidak, sekarang ambil kunci mobil di kantung celanaku." Jawab Nathan dengan memajukan sisi kanan kakinya.
"A-apa!" Mikayla tercengang dengan permintaan Nathan.
Nathan mengangguk dia menunjukkan di mana letak kunci mobil miliknya, "Ayo cepat, tanganku mulai pegal." Kata Nathan dengan menunjukkan tiga kantong keresek.
"Yasudah lepaskan, sini Mika bawakan." Ucap Mika menghindar.
Nathan menggeleng, "Jika kamu tidak segera mengambilnya, maka kita tidak akan pulang." Kata Nathan dengan sedikit ancaman.
Mika berfikir sejenak, Nathan tetap menunggu hingga Mikayla menjatuhkan jawabannya.
Dengan takut-takut, tangan kiri Mika mulai bergerak kearah kantung celana di mana kunci mobil berada.
Nathan dan Mika sama-sama menahan nafas karena perlahan jemari lentik Mika mulai masuk kedalam saku celana.
Mika tampak mencari kunci yang berada di dalam, sedangkan Nathan menahan geli akibat lima jemari Mika mencari-cari kunci mobil.
"Mana si...h, akh! Apa itu!"
Mikayla reflek menarik tangan dan gengaman tangan terlepas begitu saja.
Hingga Nathan berdehem dan mengambil kunci di dalam saku jasnya.
Melihat hal itu membuat kedua mata Mikayla melotot tajam kearah Natah.
"Kakak, kau...."
"Cepat masuk, keburu malam." Potong Nathan yang langsung berjalan memutari mobil setelah memasukkan barang belanjaannya.
Mika masih tercengang dia menatap tangan kirinya dengan nanar, "Aaa! Menyebalkan!" Seru Mika frustasi.
Nathan yang sudah duduk di dalam mobil kesal dengan dirinya sendiri, "Si*al, kenapa dia menyentuhnya. Apa dia bisa tahu ukurannya, bagaimana jika dia mencari yang lebih besar?" Umpat Nathan di dalam hati.
Nathan memencet klakson mobilnya dan membuat Mika mau tidak mau harus masuk ke dalam.
Segera Mika masuk dan duduk dengan tenang, Nathan menyalakan mesin mobil, dan perlahan mobil bergerak meninggalkan area swalayan.
Di dalam mobil hanya ada keheningan keduanya tampak bermain dengan pikiran masing-masing.
__ADS_1
"Kak." Panggil Mika pelan.
"Apa?" Jawab Nathan tak kalah pelan.
"Em, anu ... Itu tadi a-aku tidak sengaja." Ucap Mika terbata.
"Ti-tidak sengaja, kakak tidak tahu makhsudmu." Jawab Nathan pura-pura tidak tahu padahal di dalam hati sudah menjerit.
"Itu, anu ... Kenapa kecil?" Tanya Mika yang membuat Nathan mengerem mendadak mobilnya
"A-apa makhsudmu?" Tanya Nathan terbata dengan menatap Mikayla tidak percaya.
Mika menunjuk tempat sensitif milik Nathan dan membuang pandangannya kesembarang arah karena merasa sangat malu dan menjadi penasaran.
"Ka-kau, siapa yang mengajarimu menjadi nakal huh." Lanjut Nathan yang masih tidak percaya jika istri kecilnya yang dulu malu-malu kini berubah menjadi lebih berani.
"Sudah kak, cepat kita ke apartemen." Jawab Mika yang tanpa sadar membuat Nathan kembali kaget
"Apartemen?" Beo Nathan dengan suara yang begitu penasaran.
Mika merutuki kebodohannya, akibat pikiran kotor dia menjadi lupa jika tengah bersandiwara di depan Nathan dan keluarganya.
"O-oh makhsudku, pasti kakak mau ke apartemenkan?" Ucap Mika tersenyum kaku dengan merapatkan dia di dalam hati.
Kening Nathan berkerut dalam, "Darimana kamu tahu jika aku akan mengajakmu ke apartemen?" Cecar Nathan yang curiga jika Mika perlahan mulai kembali ingatannya.
"Ah, itu a-aku berkomunikasi lagi dengan Kinan jadi Kinan menceritakan semuanya kepada Mika. Iya begitu, jadi Mika tahu jika kakak tinggal di apartemen." Jawab Mikayla dengan mengarang bebas.
Nathan hanya menganggukkan kepalanya paham, "Kakak kira kamu sudah mulai ingat lagi," ucap Nathan yang tersenyum tipis.
Mika hanya memaksakan senyumnya di depan Nathan, "Maaf." Ucapnya.
Nathan kembali melajukan mobilnya menuju apartemen, karena jujur saja dia sudah sangat lapar terlebih di acara reuni keduanya belum memakan apapun di sana.
Hingga mobil yang dikendarai Nathan kini telah berbelok menuju basement apartemen, Nathan memarkirkan mobilnya dengan rapi agar tidak menganggu penghuni lain.
"Ayo keluar." Ajak Nathan yang di angguki Mikayla.
Mika membuka seat belt ya dan keluar dari dalam mobil, sedangkan Nathan mengambil barang belanjaan yang dia taruh di kursi penumpang.
Kedua pandangan Mika meneliti setiap sisi basement, hingga keduanya kini berjalan memasuki lift di mana unit apartemen Nathan berada.
__ADS_1
Perlahan pintu tertutup, melihat kedua tangan Nathan yang penuh dengan barang belanjaan membuat Mika menekan tombol lift.
Nathan tidak menaruh curiga apapun lagi karena Mikayla sudah menjelaskan jika dia tahu tentang apartemen dari Kinan adiknya.