Segenggam Rindu Untuk Mikayla

Segenggam Rindu Untuk Mikayla
KEKASIH DEAN?


__ADS_3

Happy Reading


Sudah satu minggu lamanya Nathan membawa bekal yang disiapkan oleh Mikayla, meskipun rasa masakan Mika selalu berubah-ubah Nathan tetap memakannya sampai habis tidak tersisa.


Hari ini Nathan keluar kamar dengan pakaian yang sudah rapi, Mika yang masih sibuk memasak mie goreng hanya menoleh ke belakang sebentar.


"Kakak masuk pagi?" Tanyanya


"Iya, hari ini aku ada try out." Jawab Nathan dengan meminum susunya hingga tandas dengan cepat.


"Tunggu, biar aku masukkan mie gorengnya dulu." Ucap Mikayla panik.


"Cepatlah, nanti kamu naik taxi dulu ke sekolah." Kata Nathan dengan melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


Dengan tergesa-gesa Mika memasukkan mie goreng yang masih panas ke dalam kotak bekal, hingga suara benda terjatuh membuat Nathan berlari menuju dapur.


Terlihat penggorengan yang masih tersisa nasi goreng di dalamnya sudah tumpah ruah di atas ubin, sedangkan Mika memegang tangannya dengan erat. "Kamu tidak apa-apa?" Tanya Nathan khawatir.


Mika menengadahkan kepalanya dengan kedua mata yang berkaca-kaca, "Sakit." Jawabnya yang hampir menangis.


Nathan membuka perlahan tangan yang menutup jari Mika, tampak goresan panjang yang merah. Nathan menendang pelan penggorengan yang berada di atas lantai dan membawa Mika mendekat kearah wastafel.


Menyiram jemari Mika di bawah guyuran air dingin, Mika menoleh melihat wajah khawatir tetapi datar dari sang suami. Di dalam hati Mika bersyukur karena hubungannya selama satu minggu ini sudah berkembang dengan baik, bahkan Laura sudah tidak pernah mengganggu dirinya meskipun duduk satu meja di kantin sekolahan.


"Lain kali hati-hati, ini pasti akan melepuh. Sebelum berangkat sekolah mampir ke apotik untuk membeli salep dulu." Ucap Nathan lembut membuat Mika terpana untuk sesaat karena Nathan menyentil dahinnya keras, "Apa kamu mendengarkanku?" Ucap Nathan kembali.


Mika mengerucutkan bibirnya beberapa inci ke depan dengan mengelus dahinya yang sakit, "Dengar, yasudah segera tutup kotak bekalnya dan berangkatlah." Jawan Mikayla dengan kesal.


Nathan mengangguk dan segera mennutup kotak bekalnya, dia segera memasukkan ke dalam tas, "Aku berangkat dulu, tidak perlu di rapikan aku akan memanggil pembantu unntuk membersihkan apartemen." Kata Nathan sebelum keluar dari unit apartemennya.


Melihat kepergiann Nathan, Mika segera membereskan kekacauan yang dia buat. Dengan pelan-pelan dia memindahkan penggorengan yang sudah membaut luka di jarinya, segera mengambil mie goreng yang berceceran dan mengambil alat pel.


"Apa Kak Nathan sudah mencintaiku? Atau sudah belajar untuk mencintaiku?" Ucap Mikayla bingung. Mika menggeleng lemah dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk bersiap sekolah.


__ADS_1









"Sayang, apa kamu sudah di jalan?" Tanya Laura di sebrang telfon.


"Sudah, sebentar lagi sampai." Jawab Nathan yang tetap fokus dengan jalan raya.


"Aku akan menunggumu di depan pos satpam, hati-hati di jalan sayang." Ucap Laura yang tidak mendapatkan jawaban dari Nathan karena pria itu langsung mematikannya.


Dengan tenang Laura duduk di bangku yang tersedia di pos satpam dengan memainnkan gawainya, mobil sport melintas di depannya jangankan untuk menawarinya beragkat bersama menyapa saja tidak pernah. Hal itu bersamaan dengan mobil Nathan yang baru saja berhenti.


Laura dengan senyum cantiknya segera datang menghampiri mobil Nathan dan membuka pintu depan di sebelah sopir. Dia dengan madiri memasang seat belt, "Bukankah itu tadi mobil Dean?" Tanya Nathan kepada Laura.


"A-Aapa iya? Aku tidak tahu." Jawab Laura tergagap.


Nathan melihat mobil sport yang menjauh dari pandangannya, "Benar itu Dean, tapi kenapa dia ada di daerah sini?" Ucap Nathan kembali.


Laura yang bingung mengalihkan pembicaraan, "Sudahlah sayang nanti kamu bisa tanyakan sediri kepada Dean, sekarang cepat kita berangkat sebelum gerbang di tutup."


Mesin mobil dinyalakan dan dengan perlahan mobil tersebut bergerak meninggalkan area perumahan elit itu menuju sekolah mereka, menempuh lima belas menit kini mobil Nathan telah sampai yang kembali bersamaan dengan Dean keluar dari mobil.


Nathan degan cepat keluar dari mobil diikuti oleh Laura, "Ayo cepat kita masuk!" Seru Laura kepada kedua pria yang akan mengobrol.


Baik Dean maupun Nathan segera berlari karena dari kejauhan guru sudah memberikan intruksi agar cepat masuk, tanpa berkata apapun segera masuk ke dalam kelas masing-masing, dan mulai mengikuti try out untuk menghadapi ujiann sekolah.

__ADS_1


Sedangkan Mikayla kini tengah berada di dalam taxi untuk masuk ke sekolah dengan hati yang bahagia, satu minggu juga jantungnya tidak bermasalah bahkan dia rutin meminum obat tanpa sepengetahuan Nathan. Hingga dua puluh menit kemudian telah sampai di sekolah karena dia mampir untuk membeli makanan ringan di pinggir jalan untuk teman-teman Nathan.


Setelah membayar taxi, Mika segera keluar. Saat masuk ke dalam sekolah dia di larang oleh satpam membuat Mikayla bingung "Saya mau sekolah, Pak." Ucap Mikayla.


"Semangat banget, Neng. Sampai gak inget libur sekolah." Jawab penjaga sekolah dengan tertawa pelan.


Mikayla tampak masih bingung, akhirnya penjaga menjelaskan "Selama beberapa hari kedepan untuk kelas sepuluh dan sebelas libur. Karena kelas dua belas sedang ada TO sehingga sekolahan harus dalam keadaan tenang, jam sebelas mereka sudah selesai."


"Yasudah, Pak. Ini aku titip untuk kelas dua belas A ya. Bapak boleh mengambilnya juga beberapa jangan semuanya." Kata Mikayla dengan bergurau.


"Widih banyak banget, Neng. Oke nanti aku antarkan jika sudah istirahat." Jawab penjaga memberikan acungan jempolnya.


Mikayla tertawa pelan dan mulai berlalu dari gerbang sekolahan, dia duduk di halte bisa untuk menunggu bis kota. "Lebih baik aku berjalan-jalan ke mall saja," Ucapnya pelan.


Tidak berselang lama, bis kota berhenti, dan Mikayla segera masuk ke dalam bis. Jujur saja ini adalah pengalam pertamanya naik bis kota karena biasanya dia selalu bersama Luis sang kakak kemanapun pergi.


Mika duduk di salah satu bangku dengan dua kursi, dia melihat pemandangan yang di lalui oleh bis kota. Tampak cahaya matahari yang begitu cerah hari ini seperti hatinya yang cerah. Memikirkannya saja membuat Mikayla senyum-senyum sendiri.


Tidak membutuhkan waktu lama, Mikayla telah turun dari dalam bis yang berada di dekat mall terbesar di kotanya. Dia menghirup udara dalam dan mulai berjalan kaki menuju mall tersebut, sedangkan di sekolah setelah selesai Try Out mereka beristirahat sejenak.


"Hey! Kita dapat makanan ringan." Seru seorang teman.


"Wah! Dari siapa, kenapa banyak sekali. Inni seperti ingin membuka toko." Jawab rekan temannya yang lain.


"Duh lupa namanya, kata satpam anak kelas sebelas." Ucapnya dengan membuka semua plastik yang ditaruh di atas meja.


"Siapa? Cewek apa cowok!" Kepo yang lainnnya.


"Hemm ... kata penjaga dia gadis yang kaku tapi saat senyum cantik." Jawabnya lebih ambigu membuat teka-teki.


"Dari Mikayla itu, tadi aku melihatnya di depan gerbang dengan memakai seragam." Jawab Zaki dengan mengambil nogosari.


Semuanya ber oh ria, "Wah gadis dingin itu ternyata hangat juga, bukankah itu kekasihmu Dean?" Tanya seorang temannya yang membuat Nathann tersedak mie goreng.


Dean yang mendapatkan pertannyaann tersebut hanya memberikan senyumnya saja tetapi memasukkan makanan ringan yang di bawakan oleh Mikayla untuk teman kelasnya. Meskipun Dean tahu jika ini bukan untuknya tetapi untuk Nathan.

__ADS_1


__ADS_2