
Happy Reading 🌹🌹
Selama di perjalanan, Nathan dan Mikayla hanya saling diam. Keduanya sibuk dengan aktivitas masing-masing di dalam mobil.
Menempuh prjalanan kurang lebih dua puluh menit, mobil sedan tersebut masuk kedalam basement apartemen.
Memarkirkan mobil di dekat lift, keduanya lantas segera keluar. Nathan seolah acuh dengan Mika yang kesulitan meurunkan kopernya.
"Kak! Tolong bantu aku menurunkan koper-koper ini." Seru Mikayla kepada Nathan.
"Kamu masih memiliki dua tangan dan kaki, jadi bisa sendirikan?" Ucap Nathan dengan wajah datar.
"Ingat, manusia itu makhluk sosial. Kakak kira dapat hidup di dunia ini tanpa bantuan manusia lainnya, jangan sombong!" Jawab Mikayla tak ingin kalah.
"Sudahlah, mungkin kakak bukan manusia jadi tidak memiliki rasa sosial tinggi. Akan Mika belikan sparepartnya jika hati kakak sudah tidak berfungsi dengan baik." Lanjut Mikayla dengan mengomel.
Mendengar ucapan Mikayla membuat Nathan kesal, dia merasa terhina karena ucapannya. Apa? Ganti hati?
Dengan langkah lebar dan cepat, Nathan kembali berjalan kearah mobilnya. Karena kekesalannya kepada Mikayla dia membawa dua koper menuju lift.
Mikayla hanya menahan senyum, "Jadi aku harus melukai harga dirinya dulu, agar Kak Nathan mau mendengar ucapanku." Gumam Mika dalam hati.
Mika berjalan di belakang mengikuti langkah sang suami, keduanya masuk kedalam lift dengan ekspresi wajah datar. Hingga pintu lift terbuka, Nathan segera keluar dengan menyeret koper Mika menuju salah satu unit di lantai apartemen tersebut.
Kunci pintu apartemen Nathan kebetulan bafu saja di ganti oleh Kenan menjadi digital dengan memasukkan kata sandi.
Pintu di buka dengan lebar dan membiarkan koper berukuran beaar teronggok begitu saja di dekat rak sepatu.
Mikayla masuk dengan menatap sekeliling, apartemen yang cukup luas untuk ditinggali berdua.
"Kamar kita yang mana, Kak?" Tanya Mika menoleh kearah Nathan.
__ADS_1
Nathan menutup pintu kulkas agak kasar, "Kamarmu di sebelah sana sedangkan itu kamarku!" ucapnya seraya menunjuk dua ruangan berbeda.
"Tidak mau! Enak saja, kita sudah menikah jadi harus satu kamar." Tolak Mikayla cepat.
Nathan tersedak air putih dingin yang sedang dia minum, "Hey! Sudah aku katakan jika aku tidak mencintaimu dan aku tidak ingin menyakiti Laura kekasihku. Lagipula kamu masih kecil, tidak baik satu kamar dengan pria." Jawab Nathan tidak terima ide gila dari Mika.
"Hey! Ingat jika aku ini istrimu sedangkan Laura selingkuhanmu. Tidak baik pantatmu, memangnya kakak pria lain. Kakak itu suamiku, Mika akan mengingatkan status kakak mulai detik ini jadi jangan macam-macam." Ucap Mikayla dengan menatap sinis ke arah suaminya.
Mika membawa satu koper menuju kamar Nathan dan kembali keluar untuk mengambil koper yang lainnya.
Nathan hanya mampu mende*sah kasar ternyata untuk membuat neraka dipernikahannya dengan Mikayla tidak semudah yang dia bayangkan.
Gadis itu selalu berani menanggapi ucapannya dan melawan apa yang dia inginkan. Akhinya, Nathan memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mereka.
Terlihat istrinya tengah menata pakaian di dalam lemarinya, Nathan hanya menyandarkan kepalanya saja di tembok dengan menatap lekat wajah cantik nan imut Mikayla.
Wajah yang mungil dengan bibir cherry merah nan padat, hidung mancung, mata sedikit sipit seperti ibu mertuanya.
"Apa yang kamu lakukan!" Serunya.
Terlambat, Mika tetaplah Mika gadis yang keras kepala tetapi peka dengan lingkungan sekitarnya. Terlihat berbagai macam benda couple di dalan bahkan foto Nathan dan Laura.
"Cih, nih Mika balikin. Hanya barang rongsokan saja sampai berteriak." Jawab Mika dengan sedikit membanting kotak berwarna abu-abu tersebut.
"Kau...." Nathan sangat amat geram, harga dirinya seakan tidak ada di mata Mikayla.
Mikayla hanya acuh, dia memasukkan, dan menata barang-barangnya di dalam kamar yang luas tersebut.
Bahkan melewati Nathan yang masih berdiri begitu saja, "Cepat ambil dan singkirkan barang tidak berguna di kamar ini, apa perlu aku yang membereskan dan membakarnya di tong sampah." Ucap Mikayla tanpa melihat ke arah lawan bicaranya.
"Jangan pernah menyentuh barang pribadiku atau kau akan benar-benar menyesal." Jawab Nathan dengan geram.
__ADS_1
Dia mengambil kotak yang masih teronggok di atas lantai dengan cepat dan berjalan keluar dati kamar utama. Mendengar pintu kamar di tutup cukuo keras membuat Mikayla sedikit kaget tetapi dia bisa menguasai keadaan.
Tenggorokannya terasa tercekat, air mata yang sudah dia tahan sejak melihat isi kotak akhirnya luruh juga.
Beberapa kali menghirup udara, karena dadanya terasa sesak. Jantungnya berdenyut nyeri membuat tangan kanannya menekah dan membuat gerakan memutar seperti yang dia lakukan saat jantungnya mulai bermasalah.
Mikayla sejak bayi sudah di vonis lemah jantung. Ada beragam penyebab lemah jantung. Salah satu yang paling banyak adalah infeksi. Kardiomiopati (lemah jantung) juga bisa terjadi karena penyakit atau masalah kesehatan lain, misalnya penyakit jantung bawaan kompleks, kekurangan nutrisi, dan gangguan irama jantung. Selain itu, kardiomiopati (lemah jantung) bisa berkaitan dengan kelainan genetik. Namun kadang tidak dapat ditemukan penyebab jelas kardiomiopati pada pasien.
Rata-rata pasien memperkirakan mereka bisa bertahan hingga 13 tahun sedangkan hasil perhitungan medis yang telah divalidasi menunjukkan hanya 10 tahun. Secara keseluruhan, 63% penderita gagal jantung berlebihan dalam memperkirakan harapan hidunya dengan rata-rata 40% di atas prediksi dari perhitungan medis.
Mikayla masih bisa di sembuhkan selagi itu bukan faktor dari genetik atau keturunan. Karena di dalam keluarga besarnya tidak ada yang memiliki faktor risiko penyakit jantung, seperti: mengalami tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi.
Itulah sebabnya, kenapa Mikayla sangat menjaga aktivitas dan makanannya. Keluarga besarnya juga menjaganya dengan baik.
Merasa jantungnya sudah merasa baik-baik saja, Mikayla segera menyelesaikan pekerjaannya. Dia menata skincare miliknya di sebuah kotak yang menempel di tembok.
Dia sadar jika ini adalah kamar Nathan, mungkin meja rias untuknya berada di kamar sebelah. Setelah selesai, Mika memutuskan untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket akibat aktivitas kecil.
Segera dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mabsi setelah mengambil beberapa potong pakaian untuk dia kenakan.
Di apartemen ini tidak ada walk in closed karena hanya apartemen biasa. Meskipun terlihat mewah dan di salah satu apartemen terkenal mahal, entahlah Mikayla juga tidak tahu.
Suara gemericik air terdengar saat Nathan membuka pintu kamarnya, dia menjatuhkan bobot tubuhnya di atas sofa yang cukup luas yang berada di dalam kamarnya.
Pandangannya menyapu seluruh kamarnya, pandangannya terhenti di salah aatu rak kayu yang menggantung di tembok.
Kedua matanya menyipit karena terlihat sangat padat, hingga detik kemudia matanya membola dengan sempurna. Dia baru sadar jika di sana seharunya ada figure anime miliknya.
...🐾🐾...
__ADS_1