Segenggam Rindu Untuk Mikayla

Segenggam Rindu Untuk Mikayla
PERKARA PAKAIAN


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Mika langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Dasar mesum!" Teriak Mika yang sampai terdengar di ruang tengah.


Suara ketukan pintu terdengar begitu keras, bahkan Mika sampai bingung kenapa suara yang berada di luar kamar utama sangat familiar.


"Mika! Nathan!" Teriak Alice dan Mom Bintang.


"Nathan, buka pintunya atau Dad dobrak!" Teriak Dad Jackson dengan keras.


Jakun Nathan tampak baik turun, dengan susah payah dia menelan ludahnya


Mika yang awalnya menoleh kearah pintu kini menoleh kearah Nathan, pandangannya sangat tajam bak anak panah yang siap menghunus jantung Nathan.


"Sa-sayang, aku bisa jelaskan." Ucap Nathan tergagap.


"Kau! Setelah ini jangan pernah menyentuhku!" Teriak Mika dengan kesal.


Nyawa Nathan seperti hilang melayang, meninggalkan raga yang terpaku di tempatnya.


Mika dengan cepat membuka kunci kamar utama.


"Mika." Ucap para orang tua dengan serentak.


Mika kaget karena dia berfikir orangtuanya yang ada di apartemen mungkin ingin menjemputnya, tetapi mertuanya juga.


Mika langsung menunduk dan berlari melewati para orang tua dengan menyilangkan tangan di depan dadanya.


"Mika, kamu mau kemana?" Tanya Mom Bintang yang langsung berlari menyusul putrinya.


Mika sangat malu jika berlama-lama di dalam apartemen, terlebih dia baru menyadari jika tidak mengenakan dalaman akibat terlalu bersemangat untuk makan.


Tiga orang yang tersisa melongok kedalam kamar utama, tampak Nathan hanya diam diri di depan lemari pakaian.


"Apa yang kamu lakukan pada putriku! Jika sampai dia menangis, jangan harap kalian dapat bertemu lagi terlebih dengan juniormu jika memang tembakanmu jitu." Ucap Dad Jackson yang membuat Kenan mendelik kesal.


"Hey! Tidak bisa begitu, bagaimanapun dia juga cucu kami." Jawab Kenan yang tidak suka dengan ucapan Dad Jackson.

__ADS_1


"Anakmu hanya menyumbang benih, kami masih bisa membesarkan cucu kami jika memang Nathan dapat menghamili Mika dalam waktu satu malam. Kamu akan aku kirimkan fotonya saja," kata Dad Jackson yang langsung berlalu dari apartemen Nathan.


"Apa, si*al. Hey! Suami tidak berguna, cepat kejar calon cucuku!" Seru Kenan dengan berkacak pinggang.


Alice yang mendengarnya sontak saja langsung menendang kaki bagian belakang Kenan.


"Jaga ucapanmu, memangnya kamu pikir Nathan menuruni sifat siapa huh!" Sentak Alice yang membuat nyali Kenan menciut seperti kerupuk terendam dalam kuah bakso.


Sedangkan di basement, Mika yang melihat mobil keluarganya segera masuk di kursi penumpang segera di susul oleh Mom Bintang.


"Sayang ada apa? Apa ada yang sakit, bagian mana? Kita periksa ya." Sederet pertanyaan yang Mom Bintang tujukan kepada Mika hanya Mika respon dengan gelengan kepala.


"Lalu kenapa? Apa Nathan menyakitimu?" Tanya Mom Bintang kembali.


Mikayla hanya menggeleng, "Dia sangat menyebalkan, Mom." Ucap Mika dengan membuang pandangannya keluar jendela.


"Jelaskan kepada, Mom." Ucap Mom Bintang yang menolehkan wajah Mika agar dia dapat melihat suasana hati sang putri.


Akhirnya Mika menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa dia lari begitu saja tanpa menyapa mertuanya.


Mom Bintang yang mendengarkannya tertawa hingga sudut matanya sedikit basah, "Maafkan, Mom dan Mamamu. Kami sudah membersihkan kamar kalian sebelum kamu bangun dan yah semua pakaian kotor termasuk pakaian dalamnya masuk ke dalam mesin cuci." Jelas Mom Bintang yang membuat Mikayla semakin malu di buatnya.


Mom Bintang hanya tertawa ringan, "Sudah Honey, ayo pulang. Nanti akan aku ceritakan di rumah." Jawab Mom Bintang.


"Ih, Mom." Rajuk Mikayla.


Kening Dad Jackson berkerut dalam, dia akhirnya mengalah karena mendapatkan kode dari istrinya agar tidak bertanya lebih jauh.


Perlahan mobil keluarga Anderson bergerak meninggalkan area apartemen dan menuju mansion Anderson.


Selama di perjalanan Mika hanya memeluk tubuh Mom Bintang, suasana hatinya campur aduk saat ini.


Mom Bintang hanya tersenyum tipis, dia segera mengeluarkan gawainya dan memberi kabar kepada besannya jika Mikayla baik-baik saja.


*


*


*

__ADS_1


Di dalam apartemen, Alice segera menghampiri Nathan yang masih berdiri di tempatnya.


"Nath," Panggilnya pelan.


Dengan tatapan kosong tak bernyawa Nathan menoleh kearah Mamany, "Mah, Mika...." ucapnya pelan.


"Mika sudah pulang." Jawab Mama Alice.


Suara tangis mulai terdengar, membuat Alice dan Kenan sontak saja kaget.


"Mama, Mika .... Dia marah pada Nathan dan tidak akan mau di sentuh Nathan lagi. Ba-bagaimana bisa junior cepat jadi jika dia tidak mau Nathan sentuh lagi?" Ucap Nathan yang kini sudah luruh di atas lantai.


Alice hanya menghela nafasnya panjang sembari memejamkan kedua matanya, "Apa yang kamu lakukan hingga membuat Mika marah, Nath?" Tanya Mama Alice lembut.


"Banyak." Jawab Nathan lirih.


"Banyak itu apa saja?" Tanya Mama Alice menekan amarahnya.


Nathan mulai menyebutkan satu persatu kesalahannya setelah bangun tidur hari ini, "Tapi itu semua wajarkan Mah, Nathan hanya meminta hak Nathan kemudian juga Nathan hanya bercanda. Kenapa Mika bisa sangat marah kepada Nathan." Ucap Nathan di akhir kalimat yang bersikukuh dia tidak bersalah.


Sebuah jeweran maut dari Alice di dapatkan oleh Nathan hingga membuat pria tampan itu mengaduh kesakitan.


"Aaaaa... Mama!" Teriak Nathan dengan memegang tangan Mama Alice.


Alice semakin kencang dan kini memutar telinga Nathan ke depan membuat Nathan semakin kelenjotan karena rasanya jauh lebih sakit.


"Apa kamu pikir kami wanita hanya pemuas naf*su pria, huh! Seharusnya kamu berfikir Nathan, Mika juga butuh istirahat dan makan. Kamu sudah seharusnya sudah menyediakan semua keperluan Mikayla tidak membuatnya keluar dengan mengenakan bajumu." Omel Alice setelah melepaskan Capitan tangannya di telinga Nathan.


Nathan mengusap telinganya yang terasa panas, perih, dan kebas. "Bagaimana bisa Nathan berfikir seperti itu, itu naluri Mah... Naluri, kami melakukannya secara alami tidak ada persiapan apapun." Jawab Nathan yang masih membela dirinya.


"Naluri, tetapi harus tetap kamu pikirkan pakaian dan makanan Mikayla. Huh, Ya Tuhan kenapa kamu harus menuruni sifat dari Ayahmu." Geram Mama Alice yang kini sudah berdiri.


Kenan yang sejak tadi duduk diam di sofa merasa bingung karena namanya di sebut-sebut, "Kenapa jadi aku, sayang?" Tanyanya heran.


"Tentu saja semua gara-gara kamu, jika kamu tidak membuatku jengkel mungkin aku bisa ngidam yang lain." Ucap Alice yang kemudian berlalu dari kamar utama.


"Hah? Sa-sayang, tunggu dulu. Kenapa kamu jadi marah padaku?" Ucap Kenan yang kini ikut menyusul istrinya.


Kenan menghentikan langkahnya, dia menoleh kearah Nathan yang kini sudah berdiri dari atas lantai.

__ADS_1


Kenan membuat gerakan dua jari yang diarahkan kematanya kemudian kemata Nathan, "Ayah akan selalu mengawasimu, awas jika Mama marah kepada Ayah karena ulahmu. Gajimu akan Ayah potong 50%!" Ucap Kenan yang membuat Nathan melongo.


__ADS_2