
Happy Reading 🌹🌹
Kicauan buru terdengar merdu di pagi hari, sang surya mulai memberikan kehangatan untuk penduduk bumi.
Suara tirai yang di buka dengan lembut seakan menggelitik telinga penghuni kamar yang masih terlelap di bawah selimut tebal.
"Mika, bangun!" Seru Mommy Bintang dengan membuka semua tirai kamar sang putri.
Mikayla hanya bergumam dan menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut berwarna putih.
Mommy Bintang yang melihatnya hanya mampu menghela nafas, perlahan wanita paruh baya itu berjalan mendekat kearah Mika.
Sentuhan lembut dari tangan Mommy Bintang semakin membuat Mikayla tidur nyenyak, "Mika bangun, hari ini kamu harus ke kantor." Ucap Mommy Bintang lembut.
"Lima menit lagi, Mom." Jawab Mika yang masih memejamkan kedua matanya.
"Lima menit bagaimana? Ini sudah pukul delapan pagi Mika. Kamu juga harus bersiap ke kampus untuk mendaftarkan diri." Ucap Mommy Bintang yang membuat Mika semakin malas.
"Biasakah Daddy yang mengurus semuanya, Mika benar-benar malas." Jawab Mika dengan mengerucutkan bibirnya sambil terpejam.
"Kamu yakin Daddy yang mendaftarkannya, kamu tahukan bagaimana Daddy." Kata Mommy Bintang kepada Mika.
Mika langsung membuka kedua matanya, benar jika Daddy Jackson yang mendaftarkan Mikayla maka jurusannya akan di ganti sedangkan Mikayla hanya tersisa dua semester lagi akan selesai.
"Baiklah, Mom. Mika bangun." Ucap Mika dengan mendudukkan dirinya.
Mommy Bintang lantas segera beranjak dari kasur sang putri dan berjalan masuk menuju kamar mandi, "Mommy akan siapkan air hangat untukmu, cepat bersiap." Kata Mommy Bintang dari dalam kamar mandi.
Mikayla hanya berdehem dan mulai bangkit dari tempat peraduannya, dia berjalan menyusul Mommy Bintang setelah mengenakan sandal bulu berbentuk beruang.
"Semuanya sudah siap, Mommy kebawah dulu sebelum Daddymu berteriak mencari Mommy." Ucap Mommy Bintang dengan tersenyum.
__ADS_1
Mikayla hanya memutar bolanya malas, bagaimana bisa Dad Jackson bisa bucin dengan Mommy padahal dia pernah mendengar cerita dari mendiang kakek dan neneknya jika sebelumnya Mom Bintang sangat membenci Daddy Jackson.
"Apa benar benci jadi cinta? Jadi harus membenci dulu baru bisa merasakan cinta, kenapa harus begitu?" Gerutu Mikayla dengan menutu pintu kamar mandi.
Suara riak air terdengar saat Mikayla mulai memasuki bathtub, tampak beberapa air tumpah membasahi lantai kamar mandi.
Tampak luka bekas sayatan akibat tindakan operasi, perlahan Mikayla meraba bekas jahitan tersebut dengan pandangan kosong hingga dia kembali sadar saat pintu kamar mandi di ketuk orang dari luar.
"Non, sudah di tunggu di meja makan oleh Tuan dan Nyonya!" Seru seorang maid.
"Iya!" Jawab Mikayla yang langsung bangkit dari dalam bathtub dan membilas diri di bawah guyuran shower.
Mikayla segera mengambil bathrobe yang selalu siap di sudut kamar mandi, dia keluar kamar mandi ternyata dia sudah lama melakukan aktivitas membersihkan diri.
Karena sekarang sudah pukul sembilan pagi lebih sedikit, segera Mikayla menuju walk in closed untuk berganti pakaian.
Mikayla mengambil salah satu atasan tipis berwarna biru muda yang di padukan dengan celana jeans warna senada, karena hari ini sangat cerah membuat Mikayla memilih warna yang cerah juga.
Mengingat waktu sudah siang, Mikayla segera menyambar tas jinjing berwarna putih polos. Dengan cepat Mika menuju meja riasnya untuk merapikan rambutnya, memberikan polesan bedak dan lipstik tipis.
"Anting!" Seru Mikayla yang hampir melupakan aksesoris untuk menunjang penampilannya.
"Ya Ampun, Mika. Kenapa lama sekali?" Tanya Mommy Bintang yang melihat putrinya berjalan menuruni anak tangga.
Mikayla hanya menunjukkan deretan gigi putihnya, "Di mana Daddy?" Tanya Mika yang mencari sosok Dad Jackson.
"Daddy sudah berangkat lebih dulu, dia menunggumu satu jam lebih bahkan sampai menambah sarapan dua kali." Jawab Mommy Bintang kepada Mikayla.
__ADS_1
Mika hanya tersenyum, "Mika lapar, temani Mika sarapan Mom." Ajak Mika kepada Mom Bintang.
Dengan lembut Mommy Bintang merangkul dengan lembut tubuh Mikayla, dengan telaten Mom Bintang menyiapkan sarapan untuk sang anak. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Mikayla hanya diperbolehkan untuk makan makanan sehat dan tidak pernah Mikayla mengeluh karena mereka semua tahu bagaimana rasanya kehilangan dan berpisah dengan orang yang paling di sayang.
"Mom, Mika berangkat dulu ya." Pamit Mikayla.
Mommy Bintang melepas keberangkatan Mikayla di depan pintu utama, terlihat Mikayla memasuki mobil keluarga dan mobil tersebut melaju dengan perlahan meninggalkan Mansion. Helaan nafas panjang Mom Bintang hembuskan, dia senang Mikayla kembali tapi bagaimana dengan Nathan?
Mika dengan tenang duduk di kursi penumpang, dia mengedarkan pandangannya di luar jendela. Gedung-gedung baru dan juga jalan raya yang selalu ramai sejak dulu hingga saat ini. Tanpa sadar kedua matanya berkaca-kaca karena jalanan ini mengingatkannya tentang Nathan.
Bagaimana kabar Nathan? Apakah dia akhirnya menikah dengan Laura atau Laura benar-benar menepati janjinya? Selama ini Mikayla tidak pernah berani bertanya ataupun membicarakan tentang kehidupannya di masa lalu, dia hanya diam dan membicarakan hal-hal yang menyenangkan di masa depan.
Hingga mobil yang di tumpangi Mikayla masuk ke dalam universitas swasta yang sudah di tunjukkan oleh Luis, semua kehidupan Mikayla di atur oleh Luis selama ini dari berobat di luar negeri hingga sekarang pulang di Indonesia.
Mikayla segera keluar dengan membawa beberapa berkas persyaratan untuk keperluan pindah kuliah dari luar negeri, banyak mahasiswa yang tidak melepaskan pandangannya kearah Mikayla. Karena Mikayla blasteran antara Indonesia dan Amerika tentu saja wajahnya sedikit berbeda dengan mereka.
Mika mencoba acuh dengan pandangan yang membuatnya tidak nyaman, dia berjalan mencoba mencari di mana tempat pendaftaran untuk melakukan administrasi. Hingga langkahnya terhenti oleh seseorang yang menyapa Mika, "Mika! Kamu Mika bukan?" Tanyanya dengan mata berkaca-kaca.
Mika berkedip dan mengangguk, spontan orang tersebut memeluk Mikayla membuat para mahasiswa heboh karena Zaki memeluk tubuh gadis yang notabennya bukan mahasiswa di universitas tersebut.
"Apa yang kamu lakukan!" Sentak Mika marah.
"Maaf, Mika. Ini aku Zaki teman Nathan kakak kelasmu dulu, aku sangat bahagia Mika ternyata kamu masih hidup." Jawab Zaki yang benar-benar menangis di depan Mikayla.
Mikayla kaget ternyata dunia begitu sempit, "Nathan? Zaki? Kalian siapa, aku tidak kenal." Ucap Mikayla dengan wajah kesal.
Zaki yang mendengarnya bingung, apakah dia salah orang?
"Kamu Mikayla Anderson , adik dari Luis Anderson? Benar bukan." Tanya Zaki kembali.
Mikayla mengangguk, "Tetapi aku tidak kenal kalian, mungkin kalian teman Luis. Jika begitu aku permisi dulu," Jawab Mikayla yang cepat pergi dari hadapan Zaki.
__ADS_1
Zaki tidak melepaskan Mikayla dnegan mudah, dia mengejar Mika yang entah dia mau kemana. " Kamu ingin pergi ke mana? Aku bisa mengantarkanmu Mika, aku kuliah di sini juga sekarang aku sedang menempuh S2." Ucap Zaki menawari istri dari teman kelasnya.
"Aku ingin mendaftar kuliah," jawab Mikayla singkat.