Segenggam Rindu Untuk Mikayla

Segenggam Rindu Untuk Mikayla
DIA ISTRIKU BUKAN KEKASIHMU


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Mikayla yang ingin menolong Nathan di tahan oleh Dean, "Kita pergi." Ucapnya dengan menarik Mikayla menjauh dari Nathan.


Nathan segera bangkit dan berjalan hingga mampu menggapai kerah Dean, tanpa berpikir panjang Nathan membalas perbuatan Dean yang baru saja dia lakukan kepadanya.


Dean terhuyung dengan memegangi pipinya yang terasa panas dan perih, ternyata ujung bibirnya sobek dan mengeluarkan sedikit darah. Dean tertawa pelan seakan tidak percaya jika Nathan menghajarnya.


"Dia istriku bukan kekasihmu!" Seru Nathan yang kini sudah menyeret Mika hingga berada di belakang punggungnya.


Zaki yang melihat dari kejauhan setelah sibuk ria dengan para netizen yang budiman di media sosial sekolahnya segera berlari dengan cepat sebelum perkelahian semakin pecah.


"Stop! Kalian apa-apaan sih, apa kalian tidak mau menjadi pusat perhatian para mahasiswa. Lihat, Mikayla sampai ketakutan gara-gara kalian. Jika kalian mau adu otot jangan di depan cewek dong, dilapangan luar kampus sana!" Oceh Zaki kepada Nathan dan Dean.


Dean dan Nathan yang sudah bersiap akan saling meninju mengurungkan niatannya, mereka kampir melupakan keadaan Mikayla karena terbakar api cemburu.


"Sudah, ayo Mika. Kita kembali kekelas, pasti kamu juga masih ada kelaskan meskipun aku gak tau jadwalmu." Ucap Zaki kepada Mika yang di angguki gadis itu.


"Sana terusin, aku dan Mika mau jadi anak pintar." Lanjut Zaki kepada dua pria yang terpaku di tempanya.


"Mika duluan ya kak." Pamitnya pada Nathan dan Dean.


"Sudah ayo jangan di gubris dua pria bod*h itu." Zaki menarik lengan Mika untuk meninggalkan Nathan dan Dean yang sepertinya masih akan berkelanjutan.


"Hey! Jaga tanganmu!" Sentak Nathan yang mendelik kesal.


Zaki hanya tersenyun dan berlari terbirit-birit karena takut jika Nathan benar-benar marah dengannya, sedangkan Mika hanya menghela nafas pelan dan melanjutkan langkah kakinya menuju kelas.

__ADS_1


Angin berhembus di siang yang terik, membawa debu halus, dan dedaunan kering berpindah tempat. Kini hanya ada dua pria yang sama-sama berkuasa berdiri saling berhadapan.


"Apa kamu pikir akan semudah itu kembali bersama Mika?" Tanya Dean yang akhirnya membuka permbicaraan.


"Tentu saja, akan aku lakukan apa saja agar Mika kembali dikehidupanku." Jawab Nathan dengan tegas.


Bibir Dean menyeringai seakan tidak percaya apa yang baru saja keluar dari Nathan, "Apa kamu tidak tahu, Mika tidak ingat apapun tentangmu. Selama ini hanya ada aku disampingnya saat kau sibuk dengan penyesalanmu Nathan." Ucap Dean dengan melebarkan kedua matanya seakan menegaskan jika dia adalah tempat bersandar Mika.


"Kami bisa membuat moment baru dan akan aku pastikan Mikayla ingat denganku, Dean. Cih, apa kamu pikir selama lima tahun berada di sisi istriku kamu menjadi pemenangnya? Tidak Dean, lihatlah aku masih berdiri di sini dan tidak pernah melupakan Mikayla sedetik saja, meskipun aku terlambat tapi tidak apa-apa karena aku akan memperjuangkan Mikayla detik ini." Jawab Nathan dengan menatap Dean tajam.


Dean mengepalkan kedua tangannya, "Kita lihat saja, siapa yang akan menjadi pemenangnya Nathan." Ucap Dean yang langsung berlalu masuk kedalam mobilnya.


Nathan hanya melihat mobil Dean datar hingga mobil itu bergerak mundur dan mulai meninggalkan area kampus Mikayla, dia juga segera melangkah menuju parkiran di mana mobilnya berada.


Di dalam mobil Dean memukul stir dengan keras, "Argh! Tidak Nathan, aku yang selama ini berada di sisi Mikayla. Mika harus tahu perasaanku, benar selama ini sudah cukup aku diam. Ya, Dean. Mikayla harus tahu perasaanmu." Ucap Dean dengan tersenyum mengembang sempurna.


Sedangkan Nathan kini juga sudah melajukan mobilnya yang berlainan arah jalan, Nathan memutuskan untuk pulang ke mansionnya. Dia ingin meminta maaf kepada Mamanya karena selama ini sudah ikut mendiamkannya karena kepergian Mikayla, Nathan merasa diasingkan karena Mamanya lebih banyak diam dan selalu menghindar setiap topik Mikayla dibahas.





Berita yang menyatakan Mikayla masih hidup tidak hanya membuat Dean langsung melesat pergi menemuinya tetapi dua gadis yang berbeda tempat juga tengah kaget membaca berita tersebut. Kinan dan Laura yang berbeda tempat tengah menatap layar ponselnya dengan rasa tidak percaya.


Kinan yang baru saja selesai berenang tengah bersantai dengan memakan buah dan segelas es, dia tampak heran karena notifikasi media sosial sekolahnya sangat ramai dari biasanya. Segera dia membuka postingan yang menjadi sumber keramaian tersebut.

__ADS_1


Baru saja dia memasukkan sepotong semangka di dalam mulut mungilnya langsung dia semburkan karena melihat foto dan tulisan yang ada di postingan tersebut. Kedua matanya melebar dengan sempurna, kaget? tentu saja. Kinan begitu kaget karena Mikayla kembali dan langsung muncul kepermukaan begitu bertemu dengan kakaknya.


Segera Kinan berlari dengan tidak sabaran masuk kedalam rumah, "Mama ... Mama...." Panggil Kinan yang menggelegar di dalam rumah.


Alice yang tengah memasak di dapur ikut panik karena Kinan tidak biasanya seperti itu, segera dia mematikan kompor dan melepaskan apron yang tengah dia pakai. Alice berlari kecil kearan Kinan yang juga telah sampai tidak jauh dari dapur.


"Ada apa?" Tanya Alice heran.


"Lihat, Ma. I-ini Mika dan Kak Nathan!" Ucap Kinan menunjukkan layar ponselnya dengan wajah kaget dan semangat yang begitu menggebu.



Alice langsung mengambil ponsel Kinan karena merasa bingung, dia melihat sebuah foto yang tengah menunjukkan sepasang kekasih tengah berpelukan. "Ba-bagaimana bisa mereka bertemu?" Tanya Alice yang kini menatap Kinan dengan bingung.


Kinan menghendikkan kedua bahunya, "Bukankah Kak Nathan beberapa waktu lalu membongkar makam, Ma. Apa mungkin Kak Nathan sudah menemui keluarga Mikayla?" Ucap Kinan kepada Alice.


"Sebentar, Mama harus menghubungi Tante Bintang." Kata Alice yang langsung berlari kearah dapur karena ponselnya berada di meja dapur kotor.


Segera Alice mencari kontak Bintang dan langsung menghubunginya, berutnung baru panggilan pertama sudah diangkat oleh Bintang.


"Halo, Bintang. Apa kamu sudah tahu kabar yang beredar di media sosial sekolah anak-anak kita?" Tanya Alice to the point.


"Sudah, Al. Maaf aku tidak membicarakan semuanya kepada kalian, tadi aku menemui Nathan seorang diri dan mengatakan semuanya. Mikayla masih hidup dan kembali di Indonesia." Jawab Bintang halus.


Helaan nafas panjang Alice hembuskan, dia merasa lega karena Nathan mengetahui dari ibu mertuanya sendiri bukan orang lain. "Tidak apa-apa, Bintang. Aku merasa lega dia tahu bukan dari orang lain." Jelas Alice.


"Mereka sudah pernah bertemu sebelum aku beri tahu, Al. Benar-benar mereka jodoh, aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Apa Nathan sudah tahu jika kalian juga mengetahui Mikayla masih hidup selama ini?" Jawab Bintang di ujung telfon.

__ADS_1


Alice hanya terdiam tetapi pandangannya kini tertuju pada pria yang sudah berdiri tidak jauh darinya. Kedua mata saling terkunci dengan bibir yang diam seribu bahasa.


__ADS_2