
Mobil mercy membelah jalanan yang cukup padat, mengingat ini jam istirahat para karyawan kantor.
Hari ini Wira meminta izin pada David, untuk bekerja setengah hari dengan alasan ingin berduaan dengan Felicia.
"Aku fikir harusnya aku tidak perlu pergi ke dokter, bukankah istriku ini seorang mahasiswi psikolog.."tanya Wira sambil melirik Felicia.
"Tidak, kakak tetap perlu pergi kesana. Sekedar untuk konsultasi, sisanya nanti aku yang akan bantu. Jangan lupakan aku itu masih mahasiswi belum lulus. Trauma kakak itu sudah masuk kategori parah, aku tidak bisa mengatasinya sendiri.."ujar Felicia
"Contohnya semalam bagaimana bisa tiba-tiba kakak mengigau dan merasa ketakutan seperti itu. Kakak hanya akan tenang setelah meminum obat penenang, aku tidak mau kakak terus bergantung pada obat itu, bagaimanapjn kakak harus sembuh.."sambungnya.
"Baiklah, aku menurut katamu saja.."
🌷🌷
Kini Wira sudah duduk di hadapan seorang dokter muda yang bernama Andrew. Saat dokter bertanya tentang permasalahan dan penyebab trauma Wira. Felicia menggenggam tangan Wira, wanita itu menganggukan kepalanya memberi kode untuk Wira berterus terang dan terbuka. Akhirnya Wira pun kembali menceritakan kejadian masa lalu yang membuat dirinya mengalami trauma.
Dokter Andrew tampak sibuk mendengar dan mencatat poin-poin penting dalam cerita masa lalu Wira.
"Tenanglah Tuan.."tutur Andrew saat melihat wajah Wira yang sudah berkeringat dan gemetar, Wira meremas genggaman tangan Felicia dengan erat.
"tarik nafas anda, cobalah rileks.."sambungnya, Wira melakukan hal yang sama.
"Suami saya bisa sembuh kan dokter.."tanya Felicia.
"Pasti.. Asal dia mau melakukan saran yang saya berikan.."seru Andrew
"Apa itu.."tanya Felicia
Menghela nafasnya Andrew mulai menjelaskan.
" Pertama, bersikaplah untuk lebih terbuka Tuan.
Kedua, Alihkan pikiran anda dari pikiran negatif, berpikirlah secara positif.
Ketiga, cobalah untuk bersikap rileks.
Keempat, berusahalah untuk menghadapi rasa takut yang anda miliki.
Kelima, bersabar dan beranilah.
__ADS_1
Keenam, ini merupakan poin penting untuk anda, fokuslah pada masa sekarang, ingatlah seseorang yang bersama anda saat ini adalah orang yang anda cintai.
Dan untukmu Nona, saat ketakutan dan kecemasan suami anda kembali datang, perlu anda ingatkan bahwa anda istrinya, mungkin hal itu bisa mengalihkan pikiran negatifnya.
Cobalah saran saya itu, jika tidak berhasil minggu depan anda boleh datang kembali.."
"Baik Dokter, terimakasih.."ucap Felicia
⚘⚘⚘
Dalam perjalanan pulang Wira kembali bertanya pada Felicia ingin kemaña.
"Kakak ayo antar aku ke makam Metta.."ucap Felicia
Deg... "Untuk apa..?"sahut Wira
"Minta restu,.."
"Tapi Fel..."
"Ayolah, aku memaksa.. Aku fikir hal ini juga perlu.."
"Baiklah.."
Satu jam berlalu keduanya sudah sampai di depan pemakaman Metta, langkah kaki Wira semakin berat.
"Ayo kak.."pinta Felicia
Wira menganggukan kepalanya, keduanya terus melangkah hingga pada akhirnya sampai di makam Metta, sebuah makam yang bertulisan Metta Juliancy Bin Budi Juliancy.
Felicia kembali melirik ke arah Wira dan tersenyum tipis, wanita itu mendudukan dirinya di sebelah makam Metta.
"Hai Metta, namaku Felicia aku istrinya kakakmu Wira. Aku sudah mendengar semua ceritamu dari kakakmu, kau gadis yang hebat. Pengorbananmu sangat tulus, demi cintamu kau bahkan rela mengorbankan nyawamu."tutur Felicia matanya sudah mulai berkaca-kaca.
Wira masih berdiri mematung mendengarkan segala keluh kesah Felicia. Menghela nafasnya Felicia kembali berbicara.
"Jika aku yang jadi dirimu saat itu, mungkin aku tidak akan sudi menyelamatkan kakakmu. Akan ku biarkan dia mati saja. Itu lebih baik bukan.."Felicia mulai terisak, Wira berjongkok dan mengelus pundak Felicia.
"Sebelumnya aku tidak melakukan apapun untuk kakakmu, tapi Metta kali ini aku sudah menyadari jika aku sudah mencintainya, bisakah kau memberi restu pada kami, biarkan kami memulai semua dari awal. Aku janji Metta akan mencintai dan menyayangi segenap jiwaku. Tolong menghilanglah dari bayang-bayang kakakmu, sudah cukup kau menghukumnya selama ini, dia sudah mendapatkan karmanya. Sekarang biarkan dia hidup bahagia bersamaku Metta. Maaf.. maaf Metta untuk perbuatan suamiku di masa lalu.."tangis Felicia pecah ia menangis terisak, Wira merangkul Felicia.
__ADS_1
"Sudah Feli, kau sudah banyak bicara.. Diamlah, jangan menangis. Atau aku tidak akan memaafkan diriku sendiri.."tutur Wira
Hembusan angin menerpa keduanya, seolah semua adalah jawaban dari semua perkataan Felicia.
"Ayo pulang.."ucap Wira
"Tapi.."
Saat Wira dan Felicia akan melangkahkan kakinya meninggalkan makam Metta, dua pasang kaki melangkah mendekat ke arahnya. Wira terkejut ketika ia melihat wajah mereka.
"Paman, Bibi.."panggilnya, rasa takut kembali menghampiri dirinya,
"Pembunuh..."kata itu kembali terngiang di otaknya, Wira masih berusaha mengendalikan diri.
"Tenanglah kak, dia siapa.."seru Felicia
"orang tua Metta.."
Deg.. Felicia beralih menatap keduanya, anehnya kedua orang paruh baya itu justru menatap Wira dengan sendu, Felicia bisa membaca makna dari tatapan keduanya yang menyidaratkan sebuah kerinduan yang dalam.
"Wira.."panggil Diandra, matanya tampak berkaca.
"Bibi aku..."
Diandra melangkahkan kakinya lebih cepat, ia langsung memeluk Wira dan menangis terisak, Wira merasa terkejut.
"Ini Bibi sayang, maafkan Bibi nak. Bibi menyesal telah mengusirmu dari rumah.."ucapnya, melepas pelukannya Diandra kembali menatap Wira dan menangkup kedua pipi Wira.
"Kau sudah dewasa, kau makin tampan seperti ayahmu. Bibi sudah lama menunggu hari ini tiba. Bibi sangat merindukan dirimu nak.. Maafkan Bibi.."ucap Diandra
Wira tersenyum tipis dan memegang tangan Bibinya, lalu menggelengkan kepalanya, "Bibi kau tidak bersalah untuk apa meminta maaf, di sini aku yang bersalah jadi aku yang harus minta maaf. Bibi memang pantas mengusirku dari rumah itu.."
Dindra menggeleng, "Tidak sayang, Bibi tetap bersalah. Harusnya mendengarkan dulu penjelasanmu, tapi Bibi justru menuduhmu dan mengecammu, lalu mengusirmu.."
"Jika aku yang posisi Bibi, aku pasti akan melakukan hal yang sama.."
🌹🌹🌹
🌹🌹Jangan lupa like, komen, hadiahnya🌹🌹
__ADS_1
🌹🌹Komen di bawah ya, Ara tunggu.. nanti kalau banyak Ara usahakan up lagi...😂😂 Next eps akan Ara akan membawa kalian pada siapa yang memberi obat perangsang untuk Metta dulu ya, untuk malam pertamanya di tunda dulu kan bang Wira nya masih dalam masa pengobatan😃😃.. Selamat membaca dan beraktivitas readers tercintaku..🌹🌹
Bersambung..