Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Ayah biologis Axel


__ADS_3

Aira memandang lekat bulan dan bintang di langit. Sedang Axel sudah tertidur pulas, entah kenapa malam ini ia begitu merasa gelisah, perasaannya tidak tenang.


Lamunan Aira terbuyarkan saat mendengar ponselnya berdering, ternyata ada telpon dari Dino. Aira segera mengangkat panggilan itu.


"Kau belum tidur.."tanya Dino


"Belum.."


"Apa kabar Axel.. kalian baik-baik saja kan.."


"semua baik-baik saja Dino."


"Beberapa hari belakangan aku jarang kesitu pekerjaanku begitu banyak. Aku dapat pesan dari Axel dia merindukanku, bilang padanya besok malam mungkin aku akan datang. Tanyakan padanya apa ada sesuatu yang dia inginkan, aku akan membelikan untuknya.."ujar Dino


Aira tersenyum tipis, "Datanglah tidak perlu membawa apa-apa Dino. Jangan terlalu memanjakan Axel biar dia bisa tau arti kerasnya kehidupan. Kau sudah terlalu banyak membantuku selama ini Dino, aku merasa tidak enak hati padamu.."


"Hei apa yang kau katakan. Aku ini temanmu, tidak ada kata merepotkan untuk teman. Jangan lupakan juga jika aku adalah paman Axel, wajar bukan aku ingin memberikan apapun untuk keponakanku. Sudahlah aku tutup dulu telponnya Aira ."seru Dino


Aira melihat waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah dan tidur.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


David dan Wira sedang melakukan sarapan pagi.


"Hari ini hasil tes DNA itu akan keluar kan Wira.."tanya David


"iya Tuan, pihak rumah sakit mengatakan hasilnya akan ada nanti siang.."

__ADS_1


David mengangguk mengerti lalu kembali melanjutkan makannya. Setelah selesai David dan Wira pun berangkat menuju perusahaan.


Sampai di ruangannya David sudah di suguhkan dengan banyaknya tumpukan berkas, belum lagi ia haru menghadiri beberapa meeting dengan beberapa klien nya.


"Wira tidak bisakah untuk di percepat ambil hasil tes DNA, dan tolong kau atur ulang pertemuan dengan klien , hari ini mood ku sedang tidak baik, aku tidak ingin semuanya menjadi kacau jadi lebih baik di tunda saja.."perintah David


"Baik Tuan.."


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Wira mengetuk pintu ruangan David, lalu masuk ke dalam setelah di persilahkan masuk oleh David.


"Bagaimana...?"tanya David


Wira mengambil sebuah amplop berlogo Rumah Sakit Internasional lalu ia menaronya di meja David. "Ini hasilnya Tuan, masih aman masih tersgel rapi."


"Tuan saya permisi.."pamit Wira


"Tunggu..."Cegah David


"Biarkan aku membuka amplop ini di depanmu Wira, karena aku percaya kau orang yang paling berjasa dalam hidupku. Kau bukan hanya seorang asisten untukku, kau sudah seperti saudara bagiku. Setidaknya jika hasilnya ini membawa kabar bahagia, aku ingin kau juga merasakan hal yang sama.."


"Baik Tuan, silahkan di buka.."ujar Wira, ia merasa terharu akan kata-kata David, karena sejatinya di hanyalah seorang anak yatim piatu.


David menetralkan jantungnya, lalu tangannya bersiap untuk membuka amplop itu. Setelah terbuka David membuka lembaran kertas itu dan membacanya dengan seksama.


Tanpa sadar matanya tampak berkaca-kaca saat hasil itu menunjukkan 99.99% cocok jika David Adinata merupakan ayah biologis dari Axel Lionel. Tangan David tampak gemetar, rasa bahagia membuncah di dadanya. Namun sedetik kemudian ia tersenyum getir bagaimana ia mengingat perjuangan Aira mengandung, melahirkan, dan membesarkan putranya seorang diri.

__ADS_1


Wira masih diam mengamati atasannya itu dengan penuh tanda tanya. Sampai akhirnya ia tersadar dari lamunannya saat tiba-tiba David menabrak dan memeluknya dengan erat.


"Wira, Axel benar putraku. Hari ini aku merasa bahagia mendengar kenyataan ini Wira. Tapi aku juga merasa sedih, bagaimana aku telah membiarkan Aira menjalani kepahitan hidup sendirian.."ucapnya setelah itu ia melepas pelukannya, lalu mendudukam dirinya di sofa di susul oleh Wira.


Wira dapat melihat wajah penyesalan dan perasaan bersalah di wajah David, "Membayangkannya saja aku merasa sakit hati Wira. Bagaimana dengan Aira yang menjalaninya."David mengusap sudut matanya yang basah.


Wira menepuk pundak David, "Tuan, mungkin apa yang telah terjadi di masa lalu tidak bisa kita hapuskan dan akan selalu terkenang. Tapi Tuan dapat menciptakan kehidupan baru dan perlahan kenangan buruk itu akan tersingkir dengan kebahagiaan hidup selanjutnya"


David mencerna ucapan Wira, "perjuangkanlah mereka Tuan. Berilah mereka kebahagiaan, saya yakin selama ini Nona Aira sudah cukup banyak menderita..."


David mengangguk, "Terimakasih Wira.."


Lalu David bangkit dari tempatnya, "ayo..."


"kemana Tuan.."


"Memperjuangkan kebahagianku."ucap David


Wira pun mengikuti langkah David keluar, untuk melakukan perjalanan ke rumah Aira. Dalam hati David merasa cemas, tapi ia siap apapun reaksi Aira nanti sekalipun ia akan mendapatkan caci maki darinya.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Jangan lupa like, komen, hadiahnya.


Makasih buat para readers tercinta yang komen, like, kasih hadiah 😍😍.πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Menantikan pertemuan David, Aira, Axel.. kira-kira gimana reaksi Aira ya..?πŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2