Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Seperti apa Daddyku..?


__ADS_3

πŸŽ‹πŸŽ‹Jangan lupa like, komen, dan hadiahnya yaπŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Terimakasih, selamat membacaπŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


"Mommy aku berangkat sekolah dulu ya.."pamit Axel pada Aira.


Aira membalasnya dengan senyuman, ia berjongkok mensejajarkan pada tubuh putranya itu, "Iya sayang, belajarlah yang rajin. Berangkatlah bersama Onty Tia ya. Hari ini Mommy harus berangkat kerja pagi. Jadi Mommy tidak bisa mengantarmu. Tidak masalah bukan.."tanya Aira


"No problem Mommy.."seru Axel tersenyum senang.


Bocah kecil yang baru memasuki sekolah TK itu tergolong anak yang cerdas dan pintar para guru pun sering di buat kagum akan kepintaran bocah itu.


Tia merupakan gadis yatim piatu yang baru berusia 22 tahun, ia bekerja membantu Aira mengasuh Axel sejak kecil, Aira bertemu dengannya secara tidak sengaja kala itu ia mendapati Tia yang tengah kebingungan dalam mencari pekerjaan. Akhirnya Aira menawarkan diri untuk bekerja dengannya meski hanya menjadi pengasuh untuk Axel.


Bagi Axel sendiri Tia bukanlah orang lain, gadis itu sudah seperti saudara sendiri. Mengingat sejak dini Axel hanya tumbuh bersama Aira, Tia, dan Dino yang kerap kali datang. Sama-sama anak yatim piatu membuat Aira merasa nyaman dalam hal apapun. Aira seperti menemukan saudara baru pada diri Tia.


Mengingat orang tuanya membuat Aira merasa miris, kini Aira sudah tidak memilik siapapun kecuali Axel. Papanya sudah meninggal lima tahun yang lalu.


Lamunan Aira buyar saat Axel memanggil dan melambaikan tangannya. Aira tersenyum dan membalas lambaian tangan sang putra yang tampak sudah menaiki taksi.


Hidup Aira tergolong sederhana, Aira pun masih sama kemanapun pergi menggunakan motornya. Aira bekerja di salah cafe, karena berkat kegigihannya kini Aira sudah di angkat memjadi seorang manager di sana.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


CHILDREN FOREIGH SCHOOL


Axel masih terdiam dengan pulpen dan bukunya, matanya sudah terasa berkaca-kaca. Guru memberi tugas pada para anak didiknya untuk menggambarkan sosok seorang ayahnya masing-masing.


Sedang Axel tidak tau apapun mengenai wajah ataupun sifat ayahnya seperti apa, sedang setiap kali ia bertanya pada Mommy nya, pasti Mommy hanya akan mengatakan "Daddy sedang bekerja jauh sayang, ia masih belum bisa bertemu dengan kita, sabar ya jika urusannya sudah selesai ia pasti akan kembali"

__ADS_1


Hanya kata itu yang selalu Aira ucapkan setiap kali Axel bertanya mengenai Daddy_nya. Axel bukanlah bocah kecil yang polos yang mudah di tipu ataupun di bohongi. Axel tau jika Mommy mengatakah hal itu hanya untuk kebohongan belaka.


"Axel, kenapa kertasmu masih kosong..?"tanya Bu Nida dengan ramah, sudah setengah jam yang lalu ia memberikan tugas itu, namun kertas Axel masih putih bersih tidak ada coretan apapun.


Mata Axel sudah berkaca-kaca, "Bu guru, bi_bisakah tugasnya aku bawa pulang saja, aku tidak bisa berfikir apapun di sini, sepertinya kepalaku sedikit pusing,"ucap Axel sedikit berdusta.


Bu Nida tampak menimang-nimang hal itu, kemudian ia tersenyum, "Baiklah kau bisa membawanya, dan kumpulkanlah tugasmu besok oke."


"Terimakasih..."sahut Axel.


*Kau adalah bocah yang pintar, aku tau pasti ada sesuatu hal yang menganggu pikiranmu saat ini.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹*


"Uncle Dino, bolehkah Axel bertanya..? tapi berjanjilah untuk tidak mengatakan apapun pada Mommy nanti."ucap Axel sambil memakan ice cream.


Kali ini Axel sedang bersama Dino dan Tia, ia sedang berada di sebuah taman tidak jauh dadi sekolah Axel berada, Dino memang sengaja menghampiri bocah itu ke sekolahnya.


Axel menghela nafasnya layaknya orang dewasa yang hendak bertanya dengan serius.


"Apa uncle tau seperti apa wajah Daddyku? seperti apa sifatnya?"tanya bocah itu dengan serius dengan wajah sendu.


Deg...


Dino dan Tia saling pandang dan terdiam, Tia yang sejak tadi sedang menikmati ice cream di tangannya pun menghentikan aktivitasnya.


"Kenapa kau bertanya seperti itu pada Uncle sayang.."tanya Dino balik


"Karena aku tau, jika aku bertanya pada Mommy, dia hanya akan menjawab dengan kebohongan. Meski aku mengerti Mommy pasti mempunyai alasan tersendiri untuk hal itu. Dan aku juga tidak tega melihat wajah Mommy yang sedih setiap kali aku bertanya hal itu".


Wajah Dino merasa tegang, lidahnya kelu, hatinya terasa teiris mendengar penuturan bocah empat tahunan itu.

__ADS_1


"Daddymu adalah orang yang cerdas dan pintar seperti dirimu sayang, dia pekerja keras. Dia juga tampan seperti dirimu."jawab Dino.


"Apa Daddy menyayangi Mommy..?"tanya Axel


"Tentu.."sahut Dino dengan cepat, ia harap setelah ini Axel akan menghentikan pertanyaan itu.


"Jika memang Daddy menyayangi Mommy, lalu kenapa ia membuat Mommy sedih, aku bahkan sering diam-diam melihat Mommy menangis. Mungkinkah karena Mommy juga merindukan Daddy seperti aku?"


"Mungkin.."jawab Dino


"Kenapa Mommy dan Daddy tidak bersama, apakah Daddy sesibuk itu, usiaku bahkan sudah empat tahun tapi dia sama sekali tidak datang menjengukku, aku ingin tau Uncle seperti apa rasanya memilik seorang ayah.."serunya


Dino segera membawa Axel ke dalam pelukannya, hatinya terasa sakit mendengar keinginan bocah itu. Mata Dino juga sudah tampak berkaca-kaca.


"Sayang ada alasan tersendiri mengapa Mommy dan Daddy mu tidak bersama. Tapi percayalah jika Tuhan tidak pernah tidak tidur, percayalah jika saatnya tiba kau akan bertemu dengan Daddymu"


"Jika saat itu tiba aku tidak akan pernah membiarkan Daddy pergi lagi. Aku selalu berharap bertemu dengannya meski hanya dalam mimpi."ucap Axel.


"Terimakasih Uncle telah menjawab pertanyaanku, kini aku sudah tau gambaran tentang Daddyku, jadi aku bisa mengerjakan tugas yang Bu Nida berikan tadi"serunya


Dino mengelus kepala Axel dengan lembut.


"Axel, kita pulang ya. Nanti Mommy mencarimu.."ajak Tia


Axel mengangguk, "Oke, ayo uncle.."


"ayo.."


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Masih banyak teka teki sih di cerita ini, aku harap readers bersabar ya..

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2