Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Ancaman Dino


__ADS_3

⚘Maaf telat up, Author habis piknik seharian, yah itung-itung sambil nyari inspirasi ya⚘


⚘⚘⚘


Begitu David membuka pintu ruang perawatan Deni ia mendapati pemandangan yang mengejutkan. Aira sedang menyuapi Deni dengan di iris gelak canda tawa bersama Axel, sesekali Deni juga akan mengelus kepala atau pipi Axel, tampaknya Deni begitu gemas dengan anak itu.


"Ehem.."David berdehem, membuat ketiganya menoleh ke arahnya.


"Asyik sekali, sedang ngobrol apa.."sambung David ia pun memgambil kursi dan mendudukan dirinya di sebelah Aira.


"Hanya bercerita tentang kegiatanku di sekolah.."ucap Axel


David mengangguk, "Ya sudah lanjutkan Daddy juga ingin mendengarkannya.."


Axel menggeleng, "Ini rahasia kita ya Opa.."


Aira tergelak pun demikian David.


"Main rahasia ni ama Daddy.."David pura-pura cemberut, membuat Axel menatapnya dengan sendu.


"ehem, David."panggil Deni


"Ya pa.."


"Papa ingin bertanya, siapa pelaku kekacauan di pestamu kemarin. Apakah kau sudah menangkapnya.."tanya Deni


"Papa beneran ingin tau.."David memastikan sesuatu.


Deni menganggukan kepalanya.


"Jelita, mantan calon menantu kesayang Papa.."seru David, mengingat wanita itu membuatmu kesal. Deni terkejut tak percaya hingga rasa bersalah kembali menyingkap dalam hatinya, Aira menyadari perubahan wajah sang Papa mertua.


"Mantan tunanganmu juga kan.."timpal Aira


David melirik ke arah Aira, "Sedang cemburu ya.."


"Gak lah.."Aira menyangkal.

__ADS_1


"Maafkan Papa David. Papa sungguh tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu.."ucap Deni


"Sudahlah Pa, lupakan semua itu. Ia sudah mendapatkan ganjaran yang setimpal.."ujar David.


⚘⚘⚘


Dera melangkahkan kakinya santai menuju rumah sambil menenteng tas belanjaan begitu banyak, wanita itu seperti tidak ada beban apapun. Sesekali wanita itu akan bersenandung bahagia, semua itu tidak luput dari tatapan Dino.


Dino menggeram kesal, melihat sikap sang mama yang tampak biasa aja, bahkan selama Deni di rumah sakit wanita itu belum pernah menjenguknya, ia malah asyik shopping.


Dino bangkit menghentikan langkah Dera, "Sepertinya mama sedang senang sekali..?"seru Dino.


"oh jelas, kau tidak lihat mama habis belanja banyak.."jawab Dera,


Dino tersenyum sinis, "Ada ya manusia seperti dirimu ma, bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Kadang aku berfikir kenapa aku bisa terlahir dari wanita seperti dirimu.."


Dera menatap Dino tak percaya, "Lancang, apa maksudmu..? kau berbicara tidak sopan pada mamamu.."


"Kakak kandungmu bahkan sedang di rumah sakit, akibat perbuatanmu ma. Tapi kau malah asyik bersenang-senang, setelah kau berhasil membuat kekacauan pesta pernikahan keponakanmu."ujar Dino


"Apa maksudmu? kau tega menuduh mamamu Dino..? aku mamamu wanita yang mengandung dan melahirkanmu.."teriak Dera


"Aku kecewa padamu ma, kenapa kau melakukan semua itu. Tidakkah kau tau akibat dari perbuatanmu kau bisa membunuh seseorang.."sambung Dino menata sang mama dengan rasa kecewa.


Dera meletakkan tas-tas belanjaannya, "Dino, mama memang menelpon Jelita untuk mengatakan tentang pesta pernikahan David. Tapi mama tidak menyuruh Jelita untuk membunuh David atau siapapun, tidakkah kau percaya, mama memang jahat mama bukan wanita baik tapi mama tidak mungkin setega itu membunuh seseorang apalagi itu masih keluarga kita. Mama hanya menyuruhnya untuk membatalkan pernikahan David dan Aira.."tutur Dera dengan mata berkaca-kaca.


"Lalu apa yang akan mama dapatkan dari semua itu.."tanya Dino


"Dino mama melakukan semua itu demi dirimu. Mama juga ingin kau mendapatkan hak yang layak, seperti David. Mama juga ingin melihatmu di puja banyak orang akan keberhasilanmu di perusahaan. Sejak dulu bahkan almarhum kakek dan nenekmu selalu membangga-banggakan David, hati mama juga sakit Dino, mama juga ingin kau seperti dirinya. Dengan David menikah otomatis perusahaan akan jatuh ke Axel bukan, mama tidak ingin wanita merasa di atas angin. "tutur Dera ia mengepalkan tangannya.


Dino tersenyum sinis, "Aku tidak membutuhkan itu semua Ma. Aku sudah merasa bangga dengan apa yang aku punya."


"Tapi mama tidak bisa terima.."


Dino memandang Dera tajam, "Jika mama kembali melakukan sesuatu pada keluarga Kak David, maka aku sendiri yang akan menyeretmu ke dalam penjara ma.."


Dera menatao David tak percaya, "Dino.."teriak Dera

__ADS_1


"Apakah mama tidak ingat bagaimana kebaikan Kak David, Paman Deni, dan Bibi Mega pada kita. Tidak cukupkah bertahun-tahun Paman dan Bibi menampung kita di sini, setelah perceraian Mama dan Papa. Bagaimana mereka merawatku sejak kecil layaknya anak kandung sendiri, sedangkan mama selalu sibuk dengan duniamu sendiri ma. Kau bahkan tidak tau bagaimana terkadang aku merindukan segala kasih sayangmu yang tidak pernah kau berikan padaku, ketika aku sedih hanya Kak David dan Bibi Mega yang selalu ada untukku, sedangkan aku tidak pernah tau kau pergi ke mana. Kadang aku berfikir, kenapa aku tidak lahir dari rahim Mega saja."ujar Dino


Dera menatap Dino tak percaya hatinya terasa perih mendengarkan curahatan isi hati sang putra.


"Dino.."lirih Dera


"Bahkan saat kau melakukan kejahatan pada keluarga mereka saat ini, mereka dengan lapang dada masih menerimamu. Kau tau apa yang di katakan Kak David, dia akan dengan sukarela memaafkanmu demi diriku. Dia menyerahkan segalanya padaku. Bukankah dia terlalu baik, jika aku jadi dirinya sudah ku pastikan akan menyeretmu ke dalam penjara",seru Dino ia menghapus sudut matanya yang basah.


Dera terdiam menatap Dino tak percaya,. Dino kembali duduk sambil menunduk.


"Haruskah aku melakukan semua itu ma, agar kau menyadari kesalahan dan segala keserakahanmu yang tidak ada gunanya. Tapi bagaimana aku melakukanya ma, kau mamaku, wanita yang melahirkanku. Kau satu-satunya keluargaku yang ku punya saat ini. Haruskah aku menjadi anak yang durhaka agar hatimu berubah lembut ma. "sambung Dino


Dera meremas tangannya, sebegitukah sedihnya perasaan putranya itu. Dera melangkahkan kakinya mendekati Dino.


"Dino maafkan mama.."seru Dera ia mengelus pundak Dino.


Dino menggeleng, "Aku tidak akan memaafkanmu ma. Sebelum kau minta maaf pada keluarga Paman Deni."


"Dino.."


Dino bangkit dari tempatnya "Keputusanku tidak bisa di ganggu gugat. Jika aku mama kembali berulah aku tidak segan untuk menyeretmu ke penjara ma. Dan aku juga tidak akan sudi menganggapmu mama kandungku.."tegas Dino


"Dino mama.."


"Pikirkan baik-baik perkaatanku"Dino melangkahkan kakinya


"Dino kau mau kemana, mama belum selesai bicara.."


Dio membalikkan tubuhnya, "Aku tidak akan sudi bertemu denganmu sampai kau minta maaf pada mereka. Tapi jangan salah, aku akam menyuruh seseorang untuk memata-mataimu."seru Dino


Dera menatap kepergian putranya dengan tatapan tak percaya.


"Dino.."Dera menangis terduduk lemah di lantai sambil menangis.


⚘⚘⚘


Jangan lupa like, komen, lempar hadiahnya..😊😊

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2