
Seharian ini Felicia mood nya jelek, gara-gara suaminya. Bagaimana tidak, ia sudah berkali-kali mengirimkan pesan tak satupun di balas. Telpon apalagi tidak juga di balas.
Sejak bangun tidur Felicia sudah tidak mendapati suaminya di apartemen. Wira pergi pagi-pagi sekali. Ia hanya menyiapkan sarapan dan meninggalkan sebuah note di atasnya.
'Jangan lupa sarapan. Kakak berangkat kerja dulu. Hari ini mungkin sibuk, tidak bisa menjemput ataupun memberi kabar padamu'
"Tidak bisakah menambahkan kata sayang, atau emoticon love di note nya.."gumam Felicia
Bertambah kesal lagi Felicia saat ke rumah David, kakak iparnya itu malah memberi kabar jika Tia istrinya Dino sudah hamil.
"Seru kali ya Fel kalau kita bertiga hamil barengan.."celetuk Aira
Felicia hanya nyengir, mau hamil gimana ia dan Wira bahkan belum sampai tahap itu.
🌹🌹
Menghela nafasnya Felicia memilih untuk menunggu suaminya pulang sambil menonton televisi, kepalanya sedikit pusing akibat kemafin-kemarin di sibukkan dengan tugas kampus.
Ting.. tong.. Bunyi bell apartemen.
Felicia segera bangkit dari tempatnya membukakan pintu.
"Hai Nona"
Felicia menekuk wajahnya saat yang datang justru Novi sekretaris kakaknya bukan suaminya.
"Ya Kak Novi, ada apa..?"tanyanya dengan kesal.
Novi tersenyum tipis lalu memberikan sebuah paper bag yang di dalamnya berisi gaun "Nona gantilah pakaian anda dengan gaun ini, saya akan membawa anda untuk bertemu seseorang.."
Felicia menggeleng, "Tidak mau.."
"Nona ini perintah dari kakak anda, Tuan David.."seru Novi
Dengan kesal Felicia mengambil gaun itu dan menggantinya di kamar. Felicia terlihat cantik dengan gaun putih yang membalut tubuhnya. Novi menyuruh Felicia duduk di kursi rias lalu ia mulai memoleskan make up tipis di wajahnya. Tak lupa Novi memberikan hiasana yang senada di rambut Felicia.
"Sempurna.."celetuk Novi
🌹🌹
Duduk di sebelah kursi kemudi Felicia tampak gelisah, wanita dengan gaun putih itu tidak merasa tenang, entah kenapa ia merasa gugup. Semua tidak luput dari pandangan Novi.
"Kak kita mau kemana? kakak tidak menjual ku pada pria hidung belang kan.."celetuk Felicia saat menyadari Novi membelokkan mobilnya ke sebuah hotel bintang lima.
Novi ingin tertawa," Mana berani saya Nona. Saya bisa di cincang habis oleh suami anda.."
"Ayo Nona.."sambungnya saat ia berhasil memarkirkan mobilnya.
Keluar dari area parkiran, Felicia mengerucutkan bibirnya kesal. Novi membawa masuk Felicia berjalan menuju lift lalu ia membawanya menuju lantai lima,.
Sampai di lantai lima Novi menuntun Felicia ke sebuah kamar.
Deg..
Felicia menggeleng, "Kakak aku takut.."
"Masuklah Nona, seseorang menunggu anda.."
Novi menuntun Felicia masuk,
"Kak.."panggil Felicia terlambat Novi sudah keduluan menutup pintunya.
Jantung Felicia berdegup kencang, menghela nafasnya Felicia berusaha bersikap setenang mungkin mengenyahkan segala pemikirannya, terkadang wanita itu memejamkan matanya.
Kini ekor mata Felicia mulai bergerak menyapu setiap sudut kamar itu.
Indah.. ya terlihat indah. Ranjang yang di hias dengan kelopak mawar merah berbentuk love, lalu di dinding tersematkan tulisan HAPPY TWO MOUNTHS OF MARRIAGE
Felicia menutup mulutnya tak percaya, kini ia tau siapa yang memberi kejutan ini, siapa lagi kalau bukan suaminya. Sepasang tangan kekar memeluk pinggang Felicia.
"Happy two mounths of marriage, sayang.."bisik Wira.
__ADS_1
Felicia terkekeh, "Dasar jahil..."sahutnya
"Kenapa..?"tanya Wira
"Aku sempat berfikir buruk, aku fikir Kak Novi mau menjualku pada pria hidung belang.."ujar Felicia
"Sorry, habis gimana ya. Mau minta tolong kakak ipar mana berani, istri kakakmu itu sedang hamil.. Bisa di cincang habis aku sama kakakmu.."celetuk Wira
Felicia memutar tubuhnya menghadap Wira, "Kapan kakak mempersiapkan ini semua.."
"Rahasia,.. Ayo kita balkon..."serunya
Felicia bertambah kejut saat di balkon di suguhkan dengan pemandangan indah, meja dan lantai yang di hias sedemikin rupa, di atas meja sudah tersaji makanan yang terlihat begitu lezat.
"Kau sudah makan.."tanya Wira, Felicia menggeleng.
Wira menggandeng Felicia dan menarik kursi untuknya.
"Ayo makan.."ajaknya
Felicia jadi ingin tersenyum sendiri, senang tentu saja. Selama ini ia tidak tau jika suaminya itu bisa bersikap romantis seperti ini.
"Kakak bisa romantis juga.."ucap Felicia
"Belajar romantis untuk istri tidak masalah kan. Malam ini kau boleh meminta apapun pada suamimu ini.."
"Benarkah.."sahut Felicia antusias.
Wira menganggukan kepalanya, "Tapi setelah aku memberikanmu hadiah, kau juga haru memberiku hadiah.."
"Perhitungan.."celetuk Felicia, Wira terkekeh.
Dua bulan hidup bersama Felicia meski rumah tangga keduanya di awali dengan kepahitan, Wira sudah memahami karakter istrinya itu, terkadang sifatnya memang kekanak-kanakan, tapi Wira tidak mempermasalahkan hal itu. Hari ini usia pernikahan keduanya sudah memasuki dua bulan, Wira ingin memulai semuanya dari awal berharao setelah kejadian hal itu hanya ada kebahagiaan yang msnghampiri rumah tangga keduanya. Ide dari menghias kamar di hotel ini tentunya bukan dari Wira, melainkan dari Novi, demi menyenangkan istrinya Wira akan melakukan apa yang tidak pernah ia lakukan selama ini. Bersikap romantis pada istri tidak masalah kan.
Selesai makan Wira menatap Felicia.
"Sebelum suamimu ini meminta hadiah darimu, apa ada yang kau inginkan dariku Feli.."tanya Wira
Glek.. Wira menelan ludahnya sendiri, bagaimana bisa pikirnya.
"Bisa di tukar hadiahnya,.." Wira menggaruk tengkuknya, ia merasa terjebak dengan ucapannya sendiri.
"No.. jika kakak tidak bisa memberikannya aku juga tidak akan memberikan apapun.."jawab Felicia
"Ayolah kak, di sini juga hanya ada aku.."sambung Felicia
"Baiklah, kalau di tengah-tengah pas aku nyanyi kau tertawa, aku tidak akan melanjutkannnya.."ujar Wira
"oke.."
"Ayo tuan puteri kita dansa.."ucap Wira dengan wajah datarnya.
"bisa tidak mukanya di buat manis dikit lah kak, jangan kaku begini.."
"Mau gimana lagi, udah cetakannya begini.."ucap Wira asal.
Wira mulai menempatkan kanannya di pinggang Felicia, sementara tangan kirinya menggenggam lembut tangan kanan Felicia. Sementara tangan kiri Felicia berada di bahu Wira, keduanya mulai berdansa dan Wira mulai bernyanyi.
Not sure if know this
But When we first met
I got so nerveous I couldn't speak
In that Very moment
I found the one end
My life had found its missing piece
So as long as i live i love you
__ADS_1
Will have dan hould you
You look so beutiful in white
And from now till my very last breat
Thisa day i'll cherish
Yo look so beutifull in white
To night..
Felicia mulai hanyut dalam lagu yang di nyanyikan Wira, ia menyandarkan kepalanya di dada Wira.
What we have is timeless
My love is endless
And with this ring I
Say the world
You're my every reason
You're all that i belive in
With all my heart i mean every word
So as long as i live i love you
Will haven and hand you
You look so beutiful in white
And from now till my every last breath
This day i'ill cherish
You look so beutiful in white
tonight
"Sudah, kenapa kau malah tertidur.."ucap Wira saat melihat mata Felicia terpejam dalam pelukannya.
"Aku suka sekali lagunya, suaramu ternyata bagus. Kenapa tidak menjadi penyanyi saja.."celetuk Felicia.
Wira mendelik, "Jika bukan demi dirimu aku juga tidak mau bernyanyi.."
"Dasar si robot bernafas.."cetus Felicia
"ayo kita masuk.."ucap Wira
"Ngapain. Di sini pemandangannya indah kok.."tanya Felicia
"Suamimu sudah memberikan hadiah untukmu, sekarang gantian kau yang memberi hadiah pada suamimu ini.."ucap Wira
"Memangnya kakak minta apa..?"
"Apalagi? malam pertama yang tertunda. Ayo masuk.."seru Wira membawa Felicia masuk.
🌹🌹
Romantis juga kan bang Wira?
Hayo mau ngapain mereka berdua..?
Jangan lupa komentarnya ya..😊 part selanjutnya part uwu-uwu😂
jangan lupa like, dan hadiahnya juga
bersambung..
__ADS_1