
THE TASTE COFFEE
Dan di sinilah kini David dan Aira berada, sebuah cafe kecil yang tidak jauh dari sekolah Axel maupun kantor cabang David. Axel di bawa oleh Felicia dan Wira entah kemana. Wira dan Felicia jika David membutuhkan waktu berdua dengan Aira.
Aira merasa dejavu duduk berhadapan dengan seorang pria berkharisma tinggi di depannya kini. Menghela nafasnya berusaha menutupi rasa gugup yang ia rasa, Aira seperti pernah mengalami hal serupa.
Ah iya dia mengingat sesuatu saat dimana David memutuskan untuk membuat kesepakatan bersamanya. Jika dulu Aira merasa gugup karena takut di suruh membayar hutang, sekarang pun ia merasakan hal yang sama, bedanya jika kini ia merasa takut jika David ternyata mencurigai sesuatu, terutama tentang Axel.
Sudah sepuluh menit berlalu namun keduanya masih sama-sama terdiam, saling asyik dengan pemikirannya sendiri. Bahkan minuman yang berada di depannya sama sekali belum tersentuh. David tidak hentinya memandang Aira dengan tatapan yang sulit di artikan, tentu saja itu membuat Aira salah tingkah. Namun Aira tetaplah Aira yang dulu, yang selalu pandai menutupi segala sesuatu yang ia rasa.
Aira meremas tangannya yang sudah tampak berkeringat dingin. Sejujurnya David mengerti jika Aira saat ini tengah menahan rasa gugupnya, namun pria itu tetap pura-pura tidak mengerti.
"Apa kabar Aira...? Lama kita tidak bertemu. "tanya David memecah keheningan yang tercipta.
Aira yang semula menunduk memberanikan diri untuk menatap David, hingga pandangan keduanya beradu. "Ba.. baik Tuan..."
"David... panggil aku David. Aku bukan atasanmu lagi Aira..."bantah David
Aira menggelengkan kepalanya, "Itu tidak sopan..."
David menghela nafasnya, "Jadi di sini selama ini kau berada...?"
Aira merasakan tenggorokannya kering, kemudian ia mengambil minuman yang berada di depannya lalu menyesapnya sedikit untuk membasahi tenggorokannya,"iya.."jawabnya singkat.
David yang semula menyandarkan bahunya di kursi ia memajukan badannya menatap Aira dalam-dalam. Jika tidak mengingat bagaimana bisa adanya Axel mungkin David sudah membawa wanita itu ke dalam pelukannya saat ini, tapi David menahan diri untuk tidak melakukan hal itu. Ia takut kembali membuat Aira kecewa, apalagi dia belum mengetahui status Aira kini.
"Aira.. Apa Axel putramu...?"tanya David
"Iya Tuan.."
David berusaha untuk bersikap biasa, "Jadi kau sudah menikah...?"
Deg...pertanyaan inilah yang Aira takutkan, haruskah ia jujur atau berbohong. Kening David mengkerut melihat keterdiaman Aira.
__ADS_1
"Aira... Apa pertanyaanku menganggumu.. maaf.."
"Oh tidak sama sekali Tuan. Aku memang sudah menikah.."ucapnya entah bagaimana kata itu yang keluar dari bibir Aira.
David tersenyum kecut, "selamat Aira..."ucapnya, namun dalam hati David merasa kecewa. Tapi apa yang bisa ia lakukan.
"Terimakasih..."
David menganggukan kepalanya, "Aku fikir Axel putraku..."ucap David
Aira terkejut akan ucapan David wajahnya berubah pucat, jantungnya berdetak kencang, namun sejurus kemudian David terkekeh, "Aku hanya bercanda Aira, jangan di fikirkan."
Hati Aira merasa lega mendengarnya.
"Tuan... apa masih di ada yang yang di bicarakan. Maaf aku tidak bisa lama-lama, aku harus kembali bekerja.."ucap Aira sambil bangkit dari tempat duduknya namun David kembali bersuara.
"Duduklah Aira, aku belum selesai bicara.."ucap David.
"Aku mengerti, tapi aku meminta waktumu sebentar lagi.."
Aira pun akhirnya kembali duduk di kursinya.
"Aira.. Aku minta maaf soal kejadian waktu lima tahun yang lalu.. Setelah kejadian itu aku berusaha mencarimu kemana-mana, tapi tidak berhasil, kau hilang bagai di telan bumi Aira. Maaf aku tidak menepati janjiku untuk melindungimu. "ucap David.
Dada Aira kembali bergemuruh mengingat peristiwa lima tahun yang lalu, sebuah kejadian yang sangat tidak ingin ia ingat kembali hingga berakibat ia harus kehilangan papanya, sayangnya otak Aira merekam jelas kejadian itu seakan tersimpan di memori yang paling dalam. Aira menahan diri untuk tidak menjatuhkan air matanya saat ini juga, tidak.. Aira tidak ingin menjadi wanita yang lemah, cukup lima tahun yang lalu Aira menangis tersedu-sedu.
Aira tersenyum kecut, "Tuan lupakanlah kejadian itu, anggap saja kejadian itu tidak pernah terjadi. Maaf aku harus pergi.."ucap Aira ia bangkit dari tempat duduknya, David pun mengikuti Aira bangkit dari tempatnya.
Saat Aira ingin melangkah seseorang datang dengan terburu-buru menabraknya hingga Aira hampir terjatuh, untung saja dengan sigap David yang berada di belakang Aira menahannya menggunakan kedua tangannya.
Deg...
Pandangan keduanya beradu, bunyi suara detak jantung keduanya terdengar jelas. Aira dapat mencium aroma maskulin dari tubuh David. David menatap dalam wajah Aira, bagi David Aira masih sama seperti dulu tetap cantik tidak ada yang berubah.
__ADS_1
"Maaf Tuan.."ucap Aira melepaskan diri dari pelukan David.
"Terimakasih Tuan..."sambungnya.
"Aira..."panggil David menghentikan langkah Aira dan berbalik menghadap David.
David menyodorkan ponselnya, "Berikan aku nomor ponselmu.."
"Untuk apa...?"
"Aku merasa senang saja bermain dengan Axel, anak itu terlihat pintar dan menyenangkan. Tidak masalah bukan jika aku berteman dengannya.."tanya David.
Aira merasa ragu namun akhirnya Aira mengambil ponsel David dan mengetikan nomor ponselnya.
"Terimakasih.."
Aira menganggukan kepalanya, "Perlukah aku mengantarmu dan Axel.."tanya David
"Tidak perlu tuan, aku membawa kendaraan sendiri. Aku permisi.."
David masih setia mengamati kepergian Aira, hingga Aira membuka pintu cafe itu. Seketika Aira menengok ke arah David hingga pandangannya beradu, keduanya tersenyum canggung.
'Maafkan aku Tuan, tidak jujur padamu soal Axel. Aku menyadari siapa diriku siapa dirimu, kita berbeda jauh, aku ibarat bumi dan kau ibarat langit. Akan banyak masalah yang timbul jika kau mengetahui kenyataan yang sebenarnya, dan aku tidak siap menghadapi kenyataan itu. Axel.. jika suatu saat semua ini terbongkar, Mommy harap kau tidak membenci Mommy nak.. Maafkan Mommy yang membawamu ke dalam jurang derita ini. Mommy tau kau sangat merindukan Daddymu.'lirih Aira dengan mata berkaca-kaca
.
πππ
ππGimana tuh jadinya coba? Airanya gak mau jujur. Tapi tidak segampang itu David mengtahui semuanya, nanti ceritanya cepat tamat dong..πππ
ππJangan lupa like, komen, hadiahnya yang banyakππ
bersambung...
__ADS_1