
Obrolan Aira dan David masih terus berlanjut, sesekali keduanya akan tertawa saat menemukan ucapan yang menurut mereka lucu.
"Aira..."Panggil David dengan lembut.
Deg.. entah apa yang Aira rasa setiap kali David memanggil namanya membuat ia meremang, lalu pikirannya bisa merambat kemana-mana.
Aira segera tersadar, lalu menoleh ke arah David "Iya Tuan..."
"Apa kau mau tau tentang cerita masa laluku.."ucap David.
"Maksudnya tuan ingin curhat dengan saya.."Sahut Aira.
"Hanya sekedar berbagi cerita, supaya kau tidak lagi berfikir jika aku itu gay.."seru David.
Aira hanya ber oh ria, lalu ia pun menyetujui untuk mendengarkan cerita masa lalu David dengan seksama.
David kembali menyeruput teh nya, lalu ia mulai membuka mulutnya.
"Aira, dulu aku mempunyai kekasih. Dia gadis yang lemah lembut, kami pernah mempunyai rencana untuk menikah. Saat itu kami sangat bahagia, segala persiapan telah kami lakukan. Namun pada saat hari pernikahan, sesuatu terjadi padanya Aira. Tiba-tiba saja ia jatuh pingsan tak sadarkan. Aku berusaha membawanya ke rumah sakit, namun kondisinya tidak tertolong dia telah meninggal dunia, dokter bilang ia menderita penyakit leukimia stadium empat. Hari itu aku merasa hancur Aira, bagaimana mungkin selama bersamanya aku tidak mengetahui jika ia sakit, aku terlalu sibuk mengurusi segala pekerjaanku sampai aku sering mengabaikannya. Keluarganya bilang jika ia memang sengaja menyembunyikan penyakitnya dariku,. Apa dia tidak berfikir Aira saat semua sudah terjadi bukankah itu sama saja akan menghancurkanku" kata David dengan suara serak, Aira bisa melihat ada rasa sedih saat David menceritakan masa lalunya.
"Berarti tuan belum sempat menikahinya,? Tuan saya turut sedih mendengarnya."sahut Aira
David menggeleng "Belum,"
Kemudian ia menghela nafasnya "Itu hanya masa lalu Aira. Tapi entahlah rasanya semua masih begitu membekas,."
"Apakah hal itu juga yang membuat Tuan hingga kini tidak mempunyai kekasih"tanyaAira
David mengangguk "Sepertinya begitu, entah bagaimana aku tidak lagi mengerti lagi soal cinta sejak saat itu."
__ADS_1
"Kau tau siapa gadis itu Aira..."sambung David, Aira menggeleng
"Dia Laura, sepupunya Jelita. Kau pasti ingat siapa Jelita karena kau pernah bertemu dengannya"
Aira tampak mengerti "Apakah mereka mirip tuan.."
"Sedikit, .."sahut David singkat
"Aku fikir Jelita itu kekasih Tuan. Aku tidak sengaja tadi bertemu dengannya di kantor saat aku keluar ruangan anda.."ucap Aira
David mengerutkan keningnya kemudian ia tersenyum "Bukan, hanya saja kami memang dekat. Ya dulu memang aku , Laura, dan Jelita memang dekat.."
"Tadi dia datang ke kantorku mengajak menawarkan kerja sama dengan perusahaannya"
Aira tersenyum pahit, entah mengapa mendengar kata saling dekat hatinya merasa seperti di tusuk jarum yang tajam. Tapi ia mengabaikan rasa itu, semua harus sesuai dengan perjanjian awal tidak boleh ada rasa cinta di antara mereka semua murni kontrak kerja.
"Kau sendiri, Aira..? bagaimana dengan masa lalumu bolehkah aku tau.."tanya David.
"Tidak ada yang bisa ceritakan padamu Tuan, karena aku tidak memiliki kisah apapun. Hidupku dari dulu monoton, dari kecil aku hanya tau cara mencari uang.."ucap Aira sambil terkekeh.
"Benarkah.. Berarti kau pekerja keras.."seru David.
"Tidak juga, terkadang aku juga merasa bosan pada kehidupanku." Aira menghela nafasnya. David mengamati wajah Aira, wanita itu memang terlihat berbeda dari wanita lain.
"Tuan lupakanlah semua itu, hari sudah malam aku ingin masuk ke kamar dan istirahat.."ucap Aira.
David mengangguk "Baiklah kau masuk saja duluan.."
"Selamat malam tuan,"pamit Aira
__ADS_1
"Malam juga.."sahut David.
🎋🎋🎋🎋
Pukul lima sore Aira keluar dari kantornya, ia menaiki motornya bukan untuk pulang. Hari ini ia ada janji dengan sahabatnya Jhony untuk melihat rumah yang akan ia beli.
Jhony telah mengirimkan alamatnya pada Aira, jadi mereka akan bertemu di sana. Satu jam berlalu Aira telah sampai di tempat tujuan, di sana ia telah di tunggu kedatangannya oleh Jhony.
"Kau hanya sendiri.."tanya Aira saat melihat Jhony menghampirinya.
"Tentu saja, aku tidak mungkin mengajak Siska kondisinya sedang tidak memungkinkan.."sahut Jhony
"Aku mengerti.."seru Aira.
Setelah menyelesaikan obrolan singkatnya, Jhony mengajaknya untuk melihat rumahnya yang akan di beli Aira.
Rumah itu terlihat sederhana memang, dengan cat berwarna putih. Di depannya ada sedikit taman kecil, saat masuk ke dalam pun di perlihatkan ruang tamu yang sederhana. Di sana hanya dua kamar tidur dengan kamar mandi dalam. Pun rumah itu di lengkapi dapur.
"Bagaimana Aira, apa kau menyukainya.."tanya Jhony
"Baiklah aku akan mengambilnya, aku menyakai tempatnya, dan ini juga jauh dari kota jadi masih terlihat asri. Tapi Jhony aku belum bisa membayar lunas"seru Aira
"Tidak masalah, kau bisa membayar setengah dulu"sahut Jhony
"Makasih.."ucap Aira.
Meski Air mendapat bayaran yang tinggi dari David, tapi tetap saja masih kurang. Uangnya ia kirimkan juga untuk keperluan rumahnya juga berobat papanya, pun demikian Aira harus menabung. Saat kontrak perjanjian dengan David sudah selesai, ia tidak tau nanti harus apa. Yang jelas ia hanya berfikir saat itu terjadi ia harus tetap mempunyai uang.
🎋🎋🎋
__ADS_1
Bersambung..