
⚘⚘Makasih yang udah kasih kado buat David dan Aira di eps sebelumnya.. ⚘
⚘⚘⚘⚘
Setelah Deni di bawa masuk ke ruang operasi David menunggu dengan harap-harap cemas. Keadaan David sudah jauh dari kata sempurna, pakaiannya terlihat banyak noda darah yang berasal dari perut Deni.
"Ku mohon bertahanlah Pa, izinkan aku kembali merasakan kasih sayangmu.."lirihnya,
Tidak lama itu tampak Mega, Felicia dan Dino tiba.
"David, papamu.."Mega bertanya dengan kalimat yang tersendat-sendat.
David menatap ketiganya terlihat mereka menunggu jawaban David , "Papa sedang di operasi ma.."lirihnya
Badan Mega terasa lemas tak bertulang jika Dino tidak menopangnya tentu saat ini ia akan jatuh, bagaimana bisa ada orang yang begitu kejam melukai pria yang sangat ia cintai.
"Kenapa ini harus terjadi.."lirih Mega
Felicia merangkul sang Mama, "Mama percayalah Papa akan baik-baik saja.."
Tangan David mengepal sempurna, hatinya begitu sakit kala melihat tangisan mama dan adiknya kini.
'tunggu pembalasanku.'ancamnya.
Lamunan David buyar saat pintu ruang operasi terbuka. Dokter keluar dengan wajah sendunya.
" Tuan David. Kami berhasil mengeluarkan peluru yang menembus perutnya, tapi pasien membutuhkan transfusi darah, pasien kehilangan banyak darah.."jelas Dokter
"Ambil darah saya.."ucap David
"Kakak aku juga.."Felicia ikut menimpali
David menggeleng, "tidak, biar kakak saja. Kau jaga Mama.."
"ayo dok.."sambung David
David memandang kondisi sang Papa yang tergeletak lemah tak berdaya, David berbaring di sisi Deni dengan brankar yang berbeda. Dokter mulai melakukan proses transfusi darahnya.
"Beri aku kesempatan untuk meminta maaf padamu pa, ku mohon berjuanglah. Kami masih menyayangimu.."gumam David dengan mata berkaca-kaca.
Hingga malam menjelang, setelah proses transfusi darah selesai, Deni tidak juga menunjukan tanda-tanda kesadarannya.
"David, lebih kau pulanglah. Kau juga perlu mengganti pakaianmu.."ucap Mega dengan mata sembabnya.
David menggeleng, "Aku bisa menyuruh Wira untuk membawa pakaian ganti kesini.."
"Kakak, apa kau tidak memikirkan keadaan Aira kini. Dia di rumah pasti sama cemasnya dengan dirimu."tutur Dino
David menepuk keningnya, "Ya ampun aku melupakannya, aku bahkan meninggalkannya begitu saja di pesta.."David mulai cemas, ia mulai mencari ponselnya, tapi tidak ada.
"Tenanglah, Aira aman bersama dengan Tia. Tapi sekarang kau lebih baik pulang. Aku akan di sini menjaga mereka.."ucap Dino
"tapi.."
"Ayolah kak apalagi.."gertak Dino
__ADS_1
"Baiklah kabari aku jika Papa ada perkembangan atau papa sadar.."seru David
Dino mengangguk,
⚘⚘
David tiba di rumahnya, saat di hendak menaiki tangga ia berpapasan dengan Tia.
"Apa Axel sudah tidur.."tanya David
"Sudah Tuan.."
"Bagaimana dengan Aira.."
"Dia ada di kamarnya Tuan,.."jawab Tia
"Terimakasih.."ucap David, ia kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Ceklek..
Saat David membuka pintu, David tersenyum melihat Aira yang tampak sudah tertidur lelap. David menghampiri Aira ia membelai wajah wanita yang kini berstatus istrinya.
"ugh.."Aira meleguh namun ia tidak membuka matanya.
David pun kembali bangkit dari tempatnya ia menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Lima belas menit kemudian ia keluar, David mengambil piyama tidurnya dan memakainya. Kemudian ia mulai merangkak ke tempat tidurnya. David menatap langit-langit kamarnya mengingat segala rentetan kejadian tadi. Tadinya setelah pesta pernikahan usai David akan mengajak Aira menginap di hotel itu, namun karena kejadian penembakan tadi semua nya batal.
David menghela nafasnya, "Saatnya tidur, siapkan tenaga untuk membalas wanita tidak tau diri itu.."
David melingkarkan tangannya di pinggang Aira ia membawanya ke dalam pelukannya, David memberikan kecupan singkat di dahinya.
⚘⚘
"Sudah bangun..?"tanya David
"em.."jawab Aira, ia mempoisiskan dirinya untuk duduk.
"Kau sudah rapi mau kembali ke rumah sakit ya, tunggu aku.."sambung Aira
"Ada urusan yang harus ku selesaikan, kau bisa ke rumah sakit menggunakan sopir rumah. Atau menungguku untuk pulang..."ucap David
"Aku bisa menyetir sendiri, atau pake motorku mungkin.."ucap Aira
"No, aku tidak mengijinkan."
"Baiklah.."
David mengecup kening Aira lalu beralih ke bibir ranum sang istri. David membenamkan bibirnya pada bibir sang istri, ia bahkan **********. Aira memukuli dada suaminya, merasa kehabisan nafas.
"Shit, maaf lepas kendali maaf.."ucap David
"Menjijikan aku bahkan belum sikat gigi.."seru Aira.
David terkekeh, "Aku pergi dulu.."
Aira menghela nafasnya, padahal ada banyak hal yang ingin ia tanyakan pada suaminya, tapi nampaknya David terlihat terburu-buru, jadi Aira mengurungkan niatnya.
__ADS_1
⚘⚘⚘
Brakk..
David mendobrak pintu gudang dengan kasar, seorang wanita yang masih terikat tangannya terlihat membuka matanya.
"Apa kabar Nona.."tanya David dengan senyum smirknya.
Wanita itu membuka matanya dan ia terlonjak kaget melihat David di depannya dengan tatapan membunuh.
"Da..vid.. a..ku.."
"Nona Jelita... ternyata kelakuanmu tak seindah namamu.."David mencengkram erat dagu Jelita.
"David ma.. af.."
"Segampang itu kau meminta maaf, apa kau pernah berfikir sebelumnya akibat dari apa yang kau lakukan. Kau telah membuat papaku dalam ambang kematian, bagaimana jika aku melalukan hal yang sama padamu..."jelas David dengan tatapan tajam dan membunuh.
Jelita beringsut ketakutan.
"Itu salahnya, kenapa ia melindungimu aku berniat membunuhmu bukan membunuhnya.."teriak Jelita
Plak.. David menampar pipi Jelita.
Jelita tampak terkejut,
"Kau terkejut, sebelumnya aku tidak pernah kasar dengan wanita bukan. Kau adalah wanita pertama yang mendapatkan perlakuan buruk dariku. Aku ucapkan selamat.."Ucap David sambil bertepuk tangan.
Plak..
David kembali menampar pipi Jelita.
David kembali mencengkram erat Jelita dengan kuat, "Wanita sampah seperti dirimu pantasnya memang mati.."David merogoh pistolnya lalu mengarahkan pada Jelita.
Jelita beringsut mundur rasa takut kini mulai menghantui dirinya.
"Tuan.."panggil Wira
David menatap tajam Wira membuatnya langsung terdiam.
"Wira, bawa dia ke pulau yang terpencil aku ingin dia tersiksa secara perlahan-lahan. Wanita sampah seperti ini memang pantas di beri pelajaran, cihh menjijikan..."perintah David, David kembali menyimpan pistolnya.
Wira mengangguk, ia mulai memerintahkan anak buahnya.
"David lepaskan aku. Aku tidak mau. Ku mohon David.."Jelita meronta dalam saat anak buah Wira menyeretnya secara paksa.
"Tuan, bagaimana dengan orang tua Nona Jelita.."tanya Wira
David tersenyum sinis, "Tunjukan rekaman kelakuan putrinya padanya, aku yakin keduanya akan terkejut sekaligus kecewa pada putrinya.."
"Baik Tuan, Tuan ada kabar dari pihak rumah sakit kalau Tuan besar..."
"Ayo kita ke rumah sakit.."ucapnya,
⚘⚘
__ADS_1
⚘⚘Jangan lupa like, komen, hadiahnya⚘⚘
bersambung..