Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
When you come back


__ADS_3

ADINATA GROUP


David sedang sibuk dengan beberapa berkas di tangannya, sesaat sebelum pintu ruangannya terbuka. Terlihat seorang wanita cantik datang padanya.


"Apa kau tidak bisa mengetuk pintu sebelum masuk, tolong bertingkahlah yang sopan di kantorku,"tegur David dengan mata tajam.


Jelita mendesis tanpa permisi atau di persilakan duduk oleh David, ia langsung duduk di kursi depan meja David.


"Ayolah David aku ini tunanganmu dan sebentar lagi aku pasti menjadi istrimu, jangan terlalu keras padaku."ucap Jelita


David mendelik tajam, "Siapapun dirimu, bagiku tidak berpengaruh selama kau tidak bersikap sopan di kantorku, jika bukan karena mamaku aku juga tidak mau bertunangan denganmu."


Jelita terlihat kesal, namun sebisa mungkin ia menahannya, "Aku datang kesini ingin mengajakmu makan siang"ucapnya


"Aku sibuk tidak ada waktu, tolong jangan ganggu aku pergilah.."usir David tanpa melihat ke arah Jelita.


"Tapi..._"


"Pergi, atau perlu aku panggilkan petugas keamaanan untuk mengusirmu"ucap David


Dengan rasa kesal Jelita berlalu pergi dari ruangan David. Enam bulan yang lalu David dan Jelita resmi bertunangan, meski pertunangan itu hanya di hadiri pihak keluarga saja, atas permintaan David, David tidak mau pertunangan itu di ketahui oleh pihak luar.


David terpaksa menyetujui pertunangan itu, karena berkat Jelita lah yang menyelamatkan mamanya yang saat itu hendak tertabrak mobil, mamanya lah yang memohon untuk David mau bertunangan dengan Jelita. Karena Mega menganggap jika tidak Jelita ia pasti sudah mati saat itu juga. Meski begitu sifat David tidak mencerminkan layaknya pasangan bagi Jelita, membuat Jelita begitu kesal.


Tidak lama pintu di ketuk dari luar, "Ya masuk.."ucap David


"Tuan, anda sudah di tunggu di ruang meeting.."ucap Novi setelah ia masuk ke ruangan David.


David hanya menganggukan kepalanya. Beberapa tahun belakangan ini David semakin sibuk mengembangkan bisnisnya, hingga kini David di kategorikan orang yang tersukses. Meski begitu ia merasa hidupnya hampa, tidak pernah ia merasa bahagia ataupun sukses.


🎋🎋🎋

__ADS_1


GRAND VILLAGE


Aira memasuki rumahnya dengan perasaan lelah, namun rasa lelahnya itu seolah langsung sirna saat ia melihat raut wajah sang putra, yang tengah bersandar di sofa sambil menonton televisi.


"Mommy pasti lelah.."tanya Axel


Aira tersenyum, "Tidak sayang, di mana Onty Tia.."tanya Aira


"Sedang memasak.."jawabnya


Axel terlihat mengganti-ganti chanel televisinya, sesaat ia menghentikan aktivitasnya itu melihat sebuah berita di televisi.


David Adinata seorang pembisnis hebat yang terus mengembangkan sayap bisnisnya, bahkan pria itu terus membuka cabang kantornya.


Deg.. jantung Aira rasanya langsung berhenti tatkala mendengar nama seseorang di berita itu. Aira memegang dadanya yang terasa nyeri, entah karena apa, berbagai ingatan kejadian lima tahun lalu terlintas begitu saja di otaknya.


Sedangkan Axel justru tersenyum senang mendengar berita itu.


Wajah Aira memucat, "Maksudnya.."mendadak pikiran Aira terasa kosong.


"Lihatlah berita itu Mommy, uncle itu begitu hebat. Dia bahkan sangat sukses. Jika aku besar nanti aku ingin seperti dia, agar Mommy tidak perlu bekerja keras lagi. Mommy hanya cukup berdiam diri di rumah menungguku pulang"seru bocau itu.


Aira memijat pelipisnya, entah bagaimana Axel bisa berpikiran jauh seperti itu, usianya bahkan baru empat tahunan, namun tanda-tanda otak jenius itu semakin terlihat.


"Iya sayang, tapi sekarang kau harus rajin-rajinlah belajar,"tutur Aira ia menahan segala gejolak rasa.


"Siap Mommy, aku akan bikin Mommy bangga padaku"seru Axel


Aira mengangguk, "Mommy masuk kamar dulu ya sayang"


Axel mengangguk, Aira berlalu pergi meninggalkan Axel yang masih terdiam asyik menonton televisi.

__ADS_1


Sampai di depan kamarnya Aira membalikan tubuhnya kemudian menatap ke arah sang putra, "Maafkan Mommy sayang, "seru Aira tanpa sadar air matanya jatuh menetes, rasa bersalah pada putranya menghinggap di hatinya begitu besar.


🎋🎋🎋


Pukul sembilan malam Aira memasuki kamar putranya, terlihat di sana Axel sudah tertidur lelap, Aira menghampiri Axel mengelus putranya lalu mencium keningnya.


"Selamat tidur putra Mommy yang hebat.."ucapnya.


Aira melihat sebuah selembar kertas di atas meja belajar sang putra. Entah bagaimana Aira berjalan menghampiri meja itu, lalu melihat kertas itu. Mendadak hatinya terasa nyeri, sebuah tugas dari sekolah yang guru berikan untuk menggambarkan sosok seorang ayah bagi dirinya.


Di sudut meja Aira menemukan secarik kertas, dan ia mengambil lalu membacanya


...DADDY, WHERE ARE YOU..?...


...Aku ingin selalu menghabiskan waktuku bersamamu Daddy....


...Aku ingin tertawa seperti mereka yang tertawa bersama ayahnya....


...DADDY, WHEN YOU COME BACK..?...


...Aku ingin merasakan bagaimana rasanya berada dalam pelukanmu....


...I miss you Daddy....


Hati Aira begitu sakit dan teriris, bagaimana bisa seorang anak yang baru berumur empat tahun mempu menuangkan isi hatinya ke dalam curahan tinta hitam pada kertas putih itu. Bagaimana Axel begitu merindukan ayahnya, Aira tidak mengerti harus berbuat apa.


"Maafkan Mommy sayang, Mommy belum mampu jujur padamu, Mommy tidak akan siap kehilangan dirimu. Mommy juga tidak yakin jika Daddymu tau kau adalah putranya dia akan mengakui dirimu apa tidak"serunya di sela-sela isak tangisnya.


🎋🎋🎋


jangan lupa like, komen, hadiahnya..

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2