Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Aku ingin bicara denganmu


__ADS_3

"Kak David..."Panggil Felicia


David yang hendak masuk ke dalam mobil mengurungkan niatnya, "Ada apa..?"


"Mau kemana...?"tanya Felicia setelah ia berada di samping Kakaknya.


"Mau mengunjungi proyek pembukaan cabang baru perusahaan..."serunya sambil masuk ke dalam mobil.


Felicia ber oh ria namun sesaat kemudian senyumnya mengembang, ia berjalan mengitari mobil kakaknya lalu ikut masuk ke dalam dan duduk di samping David.


"Kenapa ikut masuk, turunlah..."perintah David


"Ikut denganmu, aku bosan di rumah. Aku sedang tidak ada jadwal kuliah hari ini.."seru Felicia.


Saat David hendak membuka mulutnya Felicia kembali menyelanya, "Ayolah kak biarkan aku ikut, aku janji tidak akan membuat kekacauan.."


David menghela nafasnya, Wira yang berada di depan tersenyum tipis, "Wira ayo jalankan mobilnya..."


"Terimakasih kakakku memang terbaik.."Ucap Felicia sambil bergelayut manja di lengan David.


David melepaskan tangan Felicia, "Duduklah yang anteng, jangan peluk-peluk aku risih.."


Felicia tergelak tak percaya akan ucapan kakaknya, "Tapi aku adikmu lho kak.."


"Tetap saja kau perempuan.."serunya


Felicia mendengus kesal sambil mengerucutkan bibirnya.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Pagi ini Aira yang akan mengantarkan Axel ke sekolah, berhubung Tia sedang tidak enak badan.


"Tia istirahatlah biar cepat sembuh, biar aku yang mengantar Axel ke sekolah.."ucap Aira


"Tapi Nona. Nona kan harus bekerja.."seru Tia dengan suara lemahnya,


"Aku akan berangkat setelah mengantar Axel, lalu aku akan menjemputnya nanti.."


"Baiklah..."


"Axel ayo berangkat..."ajak Aira


"Let's go Mommy..."sahut Axel


Setelahnya Aira segera mengantar Axel ke sekolah menggunakan motornya. Lima belas menit kemudian mereka telah sampai pelataran sekolah CHILDREN FOREIGH SCHOOL.


"Sayang, Mommy harus berangkat kerja jadi tidak bisa menunggumu di sekolah. Nanti tolong kau tunggu di sini saja ya saat pulang, Mommy akan menjemputmu nanti.."titah Aira


"Oke Mommy.."


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Sebuah mobil mewah bermerk Porsche Macan 2.0 memasuki pelataran bangunan baru yang menjulang tinggi berlantai dua puluh satu. Setelah Wira memarkirkan mobilnya David dan Felicia segera turun, David membenarkan jasnya yang sedikit berantakan. Sementara Felicia merentangkan kedua tangannya.


"Pegal sekali, ternyata tempatnya jauh.."ucap Felicia.


Wira memicingkan matanya lalu tersenyum seraya menggelengkan kepalanya akan ucapan Felicia. Sedangkan David tampak acuh tak perduli.


"Mari Tuan..."ucap Wira


Terlihat di sana banyak pekerja yang sedang melakukan pekerjaan sesuai dengan tugas masing-masing.


"Selamat datang Tuan..."sambut para pekerja


David tersenyum tipis sambil menganggukan kepalanya, "Terimkasih, silahkan di lanjut.."


David mengitari tempat itu terkadang ia juga tersenyum tipis, "Apa liftnya bisa sudah bisa di pakai..."

__ADS_1


"Sudah Tuan..."seru Wira


Setelahnya David, Wira dan Felicia masuk ke dalam mobil.


"Wira bagaimana dengan kasus kecelakaan kemarin..."tanya David


"Semua murni kecelakaan Tuan, tidak ada masalah apa-apa. Mereka juga hanya mengalami luka kecil,"ucapnya


David mengangguk bernafas lega.


Ting..


Pintu lift terbuka kini mereka telah sampai di lantai paling atas.


"Wah indah sekali, hanya saja bangunannya belum rapi. Masih banyak material yang berserakan di mana-mana.."ucap Felicia.


"Kakak, apa kau berencana setelah kantor ini jadi kau akan bekerja di sini.."sambung Felicia


"kenapa tanya begitu.."Ucap David


"hanya ingin bertanya saja.."serunya


"Aku tidak tau..."sahut David


Merasa sudah puas bekeliling dan melihat semua berjalan lancar tidak ada kendala, David yakin dalam waktu dekat proyek ini akan segera selesai.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Sudah setengah jam yang lalu Axel yang menunggu sang Mommy datang menjemputnya, namun sampai kini belum juga tiba. Axel lama-lama merasa jenuh karena semua teman-temannya sudah pulang.


Axel berjalan ke arah gerbang, di pintu gerbang ia melihat seekor kelincii, karena meras gemas Axel berniat untuk menangkapnya.


"Happ..."


Namun kelinci itu terus menghindar dan berlari, tanpa banyak berfikir Axel terus mengejar kelinci itu. Hingga ia tidak menyadari ia telah sampai di depan sebuah bangunan baru.


Kening David mengkerut saat melihat Axel terduduk lemah di samping mobilnya sambil mengelus kelinci. David berjalan menghampiri Axel.


"Hallo son, sedang apa..."tanya David sambil berjongkok mensejajarkan tubuhnya pada Axel.


Axel yang merasa tak asing dengan suara itu mendongak, ie terkejut sekaligus merasa senang, "Uncle kan..."


"Kita bertemu lagi.."seru David


Axel tersenyum senang, Felicia dan Wira merasa aneh saat David tiba-tiba akrab dengan seorang anak kecil.


"Sedang apa di sini, kau seperti habis sekolah.."tanya David


"Aku mengejar kelinci ini, kau benar aku memang habis sekolah, dan aku sedang menunggu Mommy menjemputku. Sudah setengah jam aku menunggu tapi Mommy belum juga datang, aku merasa jenuh..."


"Kalau begitu, bagaimana jika Uncle saja yang mengantarmu pulang.."David berusaha menawarkan tumpangan.


Axel menggeleng, "Tidak mau, nanti Mommy marah. Mommy ku itu galak.."bisiknya


"Oh ya.."David pura-pura terkejut.


"Oh ya kita belum berkenalan siapa namamu...?"tanya David seraya mengulurkan tangannya.


Axel membalas uluran tangan David, "Axel Lionel, panggil Axel saja,.."


"Wah nama yang bagus, sepertinya orang tuamu pecinta singa.."seru David.


"Entahlah... Oh ya siapa nama Uncle..."tanya Axel.


"David, panggil Uncle David oke..."ucapnya,


Axel terkejut mendengar saat David menyebutkan namanya, 'David, apakah dia Daddyku. Tapi kenapa ia tidak mengenaliku.."serunya dalam hati, tanpa sadar Axel melepaskan kelinci yang berada dalam dekapannya.

__ADS_1


David bingung karena Axel terdiam begitu saja, "Ada apa..?"


"Ti.. tidak uncle, aku hanya seperti pernah melihatmu. Tapi di mana ya..?"ucap bocah itu sambil melepaskan tangannya.


"Oh ya di televisi, Uncle kan yang seorang pembisnis hebat itu.. Jika aku besar nanti aku ingin seperti uncle.."


"Semoga keinginanmu terkabul... Oh ya kenalkan juga teman Uncle, dia Uncle Wiran dan ini Onty Felicia.."ucap David


"hai..."sapa keduanya


"Hai juga uncle dan Onty..."


πŸŽ‹πŸŽ‹


Sementara itu Aira yang baru saja tiba di sekolah Axel terkejut saat tidak mendapati Axel di sana. Aira bertanya pada gurunya, salah satu gurunya menjawab jika tadi tidak sengaja ia melihat Axel berlari-lari mengejar kelinci, sepertinya ia keluar gerbang.


Aira keluar dari gedung sekolah itu dengan berjalan kaki. Sepanjang jalan ia terus memanggil nama putranya.


"Axel..."


"Axel kamu di mana nak, Mommy mencarimu.."


"Axel..."panggipnya lagi.


Aira merasa lelah ia keringat bercucuran di dahinya, pikirannya berkecamuk kemana-mana, ia takut sesuatu buruk terjadi pada putranya.


Langkah Aira semakin mendekati bangunan baru di dekat sekolah Axel, gedung itu memang terlihat belum memiliki gerbang.


"Axel.."panggil Aira.


Sementara itu Axel yang tengah berbincang-bincang dengan David, "Sepertinya Mommy memanggilku..."


Axel bangkit ia melihat Mommynya lalu ia melambaikan tangannya niatnya menyuruh sang Mommy untuk menghampiri Axel akan mengenalkannya pada David.


"Mommy aku di sini.."teriak Axel.


Aira menghampiri Axel dengan nafas terengah-engah, "Axel Mommy sudah bilang bukan untuk menunggu Mommy di depan sekolah, kenapa kau kau keluar dari sana. Kau membuat Mommy takut, Mommy sudah katakan jangan bicara pada sembarangan orang.."cecar Aira


David yang merasakan nada bicara Mommynya Axel yang penuh ke khawatirkan pun bangkit lalu membalikkan badannya, dan David begitu terkejut saat mendapati Aira lah yang di maksud Axel.


"Aira.."lirih David penuh dengan keterkejutan.


Pun dengan Aira sama terkejutnya, "Tuan.."


Felicia dan Wira pun sama terkejutnya saat melihat sosok Aira di depannya,.


"Kak Aira..."


"Nona Aira..."


Semua menatap Aira penuh dengan rasa terkejut.


Entah apa yang kini Aira rasakan, ia merasa sekujur tubuhnya mendadak lemas tak bertenaga, sungguh Aira belum siap mengadapi kenyataan ini. Aira menggigit bibirnya berusaha menahan rasa gugup dan rasa takut yang kini Aira rasa.


Aira mengalihkan pandangannya ke Axel saat David menatap Aira penuh dengan damba, Aira memegang tangan Axel, "Axel ayo kita pulang.."Aira membalikan tubuhnya bersiap meninggalkan David.


Namun saat Aira ingin melangkah, Aira merasakan tangannya di cengkram erat oleh seseorang.


"Aku ingin bicara denganmu.."ucap David dengan tatapan mata yang tajam.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Sorry baru up, gak tau kenapa mood lagi berantakan. Kalau udah nulis hapus lagi nulis hapus lagi. Gak sempat baca ulang, maaf kalau banyak typo..πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Jangan lupa like, komentar, beri aku hadiah yang banyakπŸŽ‹πŸŽ‹


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2