
RUANG BERSALIN
Aira mencengkram erat lengan David, saat ia harus mengejan berusaha melahirkan kedua bayinya dengan normal.
"Ayo sayang, semangat..."ucap David. Sejujurnya pria itu sudah menyarankan Aira untuk lahiran cesar saja, namun Aira menolak dengan tegas. David tidak kuasa melihat Aira kesakitan seperti ini.
Mengambil nafas sejenak, Aira kembali mengejan. Kali ini wanita itu mengambil dasi sang suami hingga David seperti tercekik.
"Uhuk.. uhuk.."
Menyadari suaminya tercekik, Aira melepaskan dasi David, dan berpaling ke pakaian pria itu. David masih memakai pakaian kerja lengkap, saat tadi pria itu sedang memimpin meeting di beritahukan jika istrinya mau melahirkan, tentu saja ia langsung kalang kabut.
oek.. oek..
Terdengar suara tangisan bayi yang menggema di ruang bersalin. David tersenyum lega dan menghapus sudut matanya yang basah. Bagaimana ia melihat perjuangan istrinya melahirkan putra-dan putrinya kedunia.
"Terimakasih.."bisiknya, pria itu memberi kecupan singkat di pipi, dan kening Aira. David masih menggenggam erat tangan Aira. Wanita itu masih terbaring dengan lemah.
🌹🌹🌹
Aira sudah di pindahkan ruang perawatan VVIP dengan kondisi yang sudah fit. Kini semua keluarga tengah berkumpul di sana.
"Senangnya opa dapat cucu sepasang kan.."ucap Deni
"Iya opa, aku udah jadi kakak sekarang.."seru Axel girang, semua menatap ke arah Axel tersenyum senang.
"Siapa namanya David.."tanya Mega
David menatap Aira sejenak, Aira menganggukan kepalanya.
"Yang laki-laki aku kasih nama Aideen Adinata, dan yang perempuan aku kasih nama Aileen Adinata.."tutur David, pria itu masih menggenggam tangan Aira dengan penampilan kacau.
"Bagusnya namanya.."
"Ya papa juga setuju nama itu.."timpal Deni
"Mama bisakah aku menggendongnya.."pinta Felicia
"Tentu sayang.."Mega menyerahkan baby Aileen pada Felicia. Wanita itu sudah terlihat mahir dalam menggendong baby Aileen.
"Ehem.."David berdehem menatap Felicia dan Wira.
Entah kenapa tiba-tiba Wira mempunyai firasat yang tidak enak.
"Ma, Pa di sini siapa yang belum menyumbang cucu.."ucap David to the point.
Sontak Mega dan Deni menatap ke arah Felicia dan Wira. Wira menggaruk kepalanya.
"Kok pada menatap ke aku sih."cetus Felicia
"Fel, kau belum tanda-tanda gitu ya.."seru Mega
Felicia mengerucutkan bibirnya kesal, "Ada ma,.."
"Yang benar.."
"Tanda-tanda lapar, aku sedari tadi nahan lapar ma."jawabnya, membuat semua tergelak. Aira justru terkekeh.
"Feli..."teriak Mega kesal,
__ADS_1
Oek.. oek.. Baby Aileen yang berada dalam gendongan Felicia langsung nangis.
"Mama ih, kan jadi nangis suaranya udah kaya toa.."celetuk Felicia ia kembali menenangkan keponakannya itu.
"Beneran Fel kau belum ada tanda-tanda hamil.."tanya Mega serius.
Felicia menggeleng, "Iya ma, aku bahkan sekarang lagi datang bulan, iya kan kak.."jawab Felicia, ia melirik ke arah suaminya meminta persetujuan.
Wira melongo, "iya ma.."
"Kau dan suamimu kurang berusaha kali Fel.."ucap Mega
"Apaan, Kak Wira mah tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Kelihatannya aja dia dingin dan kaku kalau soal begituan mah hem.. jangan di tanya.. jago malah.."ujar Felicia membuat semua orang di sana tergelak, sementara Wira merasa malu wajahnya memerah, ya ampun tuh mulut istrinya ngomong gak ada sensornya.
"Feli.. duh gusti. Ngapain begitu aja kau ceritakan.. Ya ampun nyidam apa aku dulu hamil kamu."
"Kok marah sih ma, kan mama yang nanya.."jawab Felicia.
"Mama sih tanyanya aneh-aneh saja. Gak liat apa tuh muka menantumu udah malu.."ucap Deni menunjuk ke arah Wira.
"Maaf ya nak Wira.."seru Mega, Wira menganggukan kepalanya dan tersenyum tipis.
"Oh ya. Ayo Wira cobalah gendong baby Aideen siapa tau nanti kau cepat ketularan punya baby sendiri..."sambung Mega
Wira menggeleng, "Tidak ma, aku takut.."
"Udah sih ma, suamiku mana bisa gendong bayi. Diamah bisanya gendong aku doang.. Jago malah.."celetuk Felicia,
Glek.. Wira menelan ludahnya mendengar ucapan Felicia yang ceplas-ceplas yang lainya tampak melongo.
"Feli.."teriak Mega
"Ih mama berisik.."
Tangan Wira tampak sedikit gemetar, merasakan kulit bayi itu begitu mulus dan halus, Wira memandang bayi mungil itu, tampak tampan hidungnya mancung, matanya mirip David, bibirnya mirip Aira. Tanpa sadar Wira menarik sudut bibirnya ke atas.
Sampai ia merasakan sesuatu hangat mengalir membasahi pakaiannya.
"Kok basah.."ucap Wira
Felicia meletakkan Baby Aileen di box, dan ia mendakati suaminya.
"Kakak kau di ompolin.."ucap Felicia terkikik geli.
Wira membulatkan matanya, "ngompol.."
"heem.."
David dan Aira tergelak dan tertawa, melihat muka Wira yang begitu terkejut.
"Bagus itu kata orang dulu kalau pas gendong di ompolin nanti kau juga akan cepat dapat bayi.."ucap Mega, Wira hanya tersenyum tipis. Mega mengambil baby Aideen dari gendongan Wira.
"Sama aja ma, kalau gak di buat ya gak bakal dapat lah.."seru Felicia.
"Fel, diamlah. Aku malu kamu ngomongin itu mulu dari tadi. Kita pulang saja ya.."bisik Wira.
Felicia menutup mulutnya seketika.
🌹🌹🌹
__ADS_1
Keesokan harinya Dino dan Tia beserta keluarganya datang menjenguk Aira dan baby twins. Mereka terlihat begitu senang melihat kehadiran baby twins.
Tia menggendong baby Aideen yang tampak menggemaskan.
"Kau sudah tau jenis kelamin anakmu Dino.."tanya David
Dino mengangguk, "Dino perempuan.."
"Kak."panggil Dino
"ya.."
"Bisa bicara sebentar.."seru Dino,
David mengangguk, "Ayo kita keluar.."
David mengajak Dino keluar ruangan menuju kantin rumah sakit itu.
"Apa yang ingin kau katakan Dino, apa tentang mamamu.."ucap David, Dino terkejut bagaiman David bisa tau.
"Jangan kaget, selama ini aku selalu memantau keadaan mamamu yang berada di penjara. Dia sudah berubah bukan, dan kau sudah menemuinya.."sambung David
"Apa kakak sudah memaafkannya.."tanya Dino ia berusaha menatap kakaknya.
David mengangguk, "Aku, papa, mama, Aira sudah mamaafkannya Dino. Maaf, sebelum kau datang kesana. Sebelumnya kami sudah mengunjunginya, aku menawarkan diri untuk membebaskannya, tapi dia menolak keras dia tidak mau kembali mengecewakan dirimu.."
"Aku..."ucapan Dino terhenti.
"Maafkan dan lupakan kesalahannya Dino. Apapun perbuatannya dia tetap mama kandungmu. Yakinlah dia sudah berubah. Dia sudah mendapatkan gajarannya, biarkan ia kembali bersamamu Dino. Aku tau juga menginginkan kehadirannya bukan.."tutur David.
"Kakak aku.."
"Lakukan apa yang harus kau lakukan Dino. Aku tidak ingin kau menyesal.."
Dino mengangguk, "terimakasih kak.."
Keduanya beranjak berdiri, David memeluk Dino.
Mata Dino tampak berkaca, ia merasa beruntung memiliki kakak sepupu seperti David. Juga memiliki Mega dan Deni, yang begitu besar lapang dada memaafkan perbuatan mamanya yang jelas bersalah.
Tamat..
🌹🌹Mohon maaf tadi gak up, Ara kehabisan kuota🌹🌹
🌹🌹Sampai sini ya readers, tapi jangan di unfavorit dulu ya, aku bakal tambahin beberapa extra part nanti🌹🌹
🌹Kan ada yang pengen liat Felicia hamil kan😊🌹
🌹Bagi yang suka karya aku, kalian bisa klik profil aku ada dua novel lagi.
Cinta segitiga (tamat)
Do you love me -squel cinta segitiga (on going)
Jangan tanya squel novel ini ya guys, aku gak akan bikin squel novel ini. Mungkin nanti ada karya baruku..
Tetap beri aku like, komen, hadiahnya ya😊
Terimakasih readers tercintaku
__ADS_1
^^^salam^^^
^^^by, Ara^^^