
Pagi ini Axel terbangun dengan tangisan kencang.
"uwaaa... Mommy gigi Axel sakit..." Axel menangis kencang, sementara Tia berusaha menenangkannya, namun usahanya sia-sia, anak kecil itu terus menangis semakin kencang.
Aira datang menghampiri keduanya, "Ada apa sayang..."
"Mommy gigi Axel sakit.."serunya dengan tangisan yang mendera.
Tia terdiam karena ia tidak mengerti apa yang terjadi sebelumnya, Aira menggelengkan kepalanya.
"Mommy sudah mengatakannya semalam bukan, untuk tidak makan coklat dan permen begitu banyak, kau juga melanggar perintah Mommy untuk menggosok gigimu, dan sekarang lihatlah akibatnya gigimu sakit. Mungkin saja sekarang banyak kuman yang bersarang di gigimu.."
"Uwaaa Mommy Axel takut..."teriak Axel.
Aira berlalu ke lemari mengambil baju untuk Axel, "Sekarang gantilah pakaianmu, Mommy akan membawamu berobat ke Dokter gigi.."
"Uwaaaaa....... Mommy aku tidak mau pergi ke Dokter.."bantah anak itu.
"Tapi Mommy memaksa, dan kau harus mau. Mommy tidak ingin mendengar kau kesakitan, ayo cepat buka bajumu..."perintah Aira.
Akhirnya Axel pun menurut untuk mengganti pakainnya di bantu oleh Tia.
"Nona bukankah anda harus bekerja, biar saya saja yang mengantar Axel ke dokter.."kata Tia
Aira tersenyum, "Tidak bisa Tia, aku takut nanti akan ada drama yang di buat Axel untuk kabur saat Dokter hendak memeriksanya."
"Taksinya sudah di depan ayo kita berangkat.." sambungnya
Tia pun menurut mengikuti Aira dan Axel keluar, lalu masuk ke dalam taksi. Dalam perjalanan bocah kecil itu masih menangis, entah karena rasa takut bertemu Dokter atau karena ia memang merasakan sakit pada giginya.
πππ
RUMAH SAKIT ANANDA
Sebuah mobil mewah bermerk BMW X6 tiba di loby rumah sakit. Sebelumnya David memerintahkan Wira untuk membawanya ke rumah sakit di mana para karyawannya di rawat.
Keluar dari mobil lalu perlahan masuk ke dalam rumah sakit, sebelumnya Wira sudah menghubungi pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang VIP pada korban. Setelah meminta petunjuk di mana ruangan itu berada, David dan Wira berlalu menuju ruangan itu.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan kalian sekarang..?"tanya David setelah sampai di ruangan tersebut.
"Sudah jauh lebih baik Tuan.."seru salah satu pasien.
David tersenyum tipis, sebelum kemudian ponselnya kembali berdering ia hendak mengangkatnya, David pun memerintahkan Wira untuk tetap di sana sementara ia keluar sambil merogoh ponselnya dan mengangkatnya.
πππ
"Mommy aku tidak mau di priksa, aku mau pulang saja.."teriak bocah itu dengan histeris.
"No sayang, Mommy harus memastikan kau baik-baik saja.."kata Aira.
Axel terus memberontak saat Dokter Geri hendak menyuruh membuka mulutnya, Axel lalu menendangnya ia langsung berlari keluar.
"Aww.."ringis Dokter Geri.
"Mommy jahat..."seru bocah sebelum berlari menghilang di balik pintu.
Saat Aira hendak menyusulnya, Tia mencegahnya, "Nona Biar saya saja.."
Sebelum Aira menjawab Tia sudah berlalu pergi mencari Axel.
πππ
Sementara di taman rumah sakit David masih berbincang-bincang melalui ponselnya, laki-laki itu seperti tengah memberikan arahan pada seseorang.
Bugh.... David tersentak kaget saat ada seorang anak kecil yang menabrak dirinya, hingga ponselnya jatuh.
"Sorry..."seru anak itu sambil menundukkan dirinya dengan rasa takut.
David berjongkok mensejajarkan dirinya dengam anak itu.
"Are you okay..."tanya David dengan lembut.
"Jangan takut aku bukan orang jahat..."sambungnya.
Merasa nada bicara David yang lembut bocah itu pun mendongak lalu menatap David.
__ADS_1
Deg...
Keduanya sama-sama terdiam saling menatap, entah apa yang mereka rasa. David merasa ada yang berbeda saat menatap manik mata anak itu, tapi ia tidak mengerti apa.
Namun sesaat kemudian ia menyadari anak itu seperti habis menangis.
"Kau habis menangis, ada apa...?"tanya David dengan senyum.
"Aku takut di periksa sama Dokter gigi itu, makanya aku kabur sambil menangis.."ucap Anak itu dengan polosnya. Entah bagaimana ia merasa nyaman saat berhadapan dengan laki-laki yang berada didepannnya.
David tersenyum tipis, " Memangnya kenapa kau bisa sakit gigi.."
"Karena aku memakan permen dan coklat begitu banyak.."ucapnya begitu lugu.
David mengangguk sambil terkekeh kecil, "Kalau kau tidak mau sakit gigi lalu berakhir pergi ke rumah sakit, maka kau harus mengurangi makan coklat dan permen, atau bila perlu tidak usah makan coklat dan permen. Kau juga harus rajin menggosok gigimu"
Tangan David bergerak untuk menghapus sisa air mata anak itu,"Jadi anak laki-laki itu harus kuat dan tidak boleh menangis. Dan tidak perlu takut untuk di periksa oleh Dokter. Dokter itu hanya akan memeriksa gigimu, setelah itu ia akan memberikan resep obat beserta nasehat-nasehat kecil yang harus kau patuhi. Ia tidak akan berbuat jahat padamu. Mana mungkin ada yang tega berbuat jahat pada anak yang imut dan sepintar dirimu."tuturnya dengan lembut sambil mengusap rambut bocah.
Seolah mendapat ketenangan mata bocah itu kembali berbinar, saat akan membuka mulutnya, munculah seorang wanita memanggil dirinya.
"Axel ayo kembali periksa gigimu,.."panggil Tia
Axel melirik ke arah Tia, David tersenyum mengangguk pada Axel. "Kau di cari, kembalilah sana. Tidak perlu takut semua akan baik-baik saja.."
"Baiklah, terimakasih uncle tampan. Aku harap kita bisa berjumpa lagi,"serunya, kemudian ia berlari ke arah Tia, sampai di tempat Tia Axel kembali membalikan tubuhnya dan malambaikan tangannya.
David tersenyum tipis sambil memandangi kepergian Axel ,entah kenapa ia merasa dekat dengan anak itu. Sebelum kemudian ia mengambil ponselnya yang tadi terjatuh, untungnya tidak pecah atu rusak karena jatuhnya di tanah, lalu ia menghubungi Wira untuk mengajaknya kembali ke kantor. David menunda untuk mengunjungi proyek itu, karena di kantornya ia sudah di tunggu oleh klien pentingnya.
πππ
ππPertemuan pertama Axel dan David, kesannya gimana menurut kalian..? nyangka gak sih kalau mereka akan bertemu di rumah sakit..?ππ
ππJANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN LEMPAR HADIAHNYA YA BUNGA APA KOPI BUAT AUTHORπππ
πSelamat membacaπ
bersambung..
__ADS_1