Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Permintaan Axel


__ADS_3

Rumah Sakit Medical Center


David dan Aira tiba di rumah sakit.


"Wira, tolong pergilah sebentar belikan pakain ganti untuk Aira.."perintah David pada Wira.


"Baik Tuan.."sahutnya


Kemudian David pun berlalu cepat menyusul Aira masuk, David menyusuri koridor rumah sakit dengan sedikit berlari kecil.


Sampailah ia di depan pintu di mana Axel berada. Terlihat di sana ada Aira, Tia, dan seorang pria paruh baya.


Ketika pria itu menengok pandangan keduanya bertemu, keduanya sama terlonjak kaget.


"David.."


"Paman.."


"David cepatlah masuk, Dokter sudah menunggu.."ucap Aira membuat David tersadar dengan tujuannya.


David mengangguk, ia segera berlalu masuk.


Sampai di dalam David melihat Axel yang sudah tergeletak tak berdaya wajahnya pucat, bagian dahinya di perban, hatinya sakit.


"Tuan David anda..."Dokter pria yang memakai name tag Rama itu terkejut saat David, seseorang yang berpengaruh dalam bidang bisnis.


"Saya Daddynya, cepat lakukan yang terbaik untuk putra saya. Ambilah darah saya."ucap David


Dokter Ran pun dengan cepat menyuruh David untuk berbaring di samping Axel, setelahnya Dokter Rama segera melakukan transfusi darah. Selama proses transfusi darah David tidak lelah menatapa wajah sang putra.


"Bertahanlah, kau harus kembali sehat. Daddy sudah di sini, Daddy akan melakukan apapun demi dirimu sayang."ucap David dengan mata berkaca-kaca. Hatinya sakit melihat kondisi sang putra yang tak berdaya. Beberapa hari David datang ke tempat Aira selalu mendapatkan penolakan Aira ia tidak pernah bertemu dengan putranya, namun sekarang ia bertemu Axel dalam kondisi Axel tak sadarkan diri.


🎋🎋🎋


Setelah kondisi Axel di nyatakan sudah stabil, Axel di pindahkan ke ruang perawatan. Hanya tinggal menunggu Axel sadar.


Aira menyuruh Tia untuk pulang dan kembali esok hari membawakan pakain ganti untuknya. Aira sudah berganti pakain sesuai apa yang David perintahkan pada Wira sebelumnya.


Aira tidak melepaskan tangan Axel dari genggamannya. Apa yang terjadi pada Axel hari ini menjadi penyesalan yang terdalam baginya.


Pintu ruangan di ketuk, ternyata Wira yang datang.


"Tuan pesanan anda.."ucap Wira


David membuka pintu, "Terimakasih.." David menerima makanannya.


Lalu ia membawanya ke meja kecil di sana dan membukanya.


"Aira, ayo makanlah. Sejak tadi kau belum makan apapun.."ucap David ia mengambil kursi dan mendudukan dirinya di sebelah Aira.


Aira menggeleng, "Aku tidak lapar.."sahutnya


David menghela nafasnya, ia menyodorkan satu sendok nasi dan lauknya, "Ayo makan demi Axel. Kau harus tetap sehat dan terjaga saat nanti Axel bangun. Aku akan menyuapimu.."ucap David


Aira menengok ke arah David hingga pandangan keduanya bertemu, David tersenyum mengangguk "ayo.."


Aira pun mulai membuka mulutnya. David dengan telaten dan perlahan mulai menyuapi Aira.


"Aku sudah kenyang.."ucapnya


"Satu suap lagi okey. Ayolah.."David memaksa Aira.

__ADS_1


Aira pun terpaksa membuka mulutnya lagi. "Nah sudah habis.."


"Kau sendiri tidak makan.."tanya Aira


David membereskan bekas makan Aira, kembali menengok ke arah Aira.


Ia menghampiri Aira, "Nanti saja. Aira aku tinggal sebentar aku ingin mengobrol sebentar dengan Paman Surya di depan.."


"Paman yang tidak sengaja menabrak Axel tadi kau mengenalnya.."tanya Aira


David mengangguk, "Dia Papanya Dino.."


Aira terpengarah mendengarnya.


"Hubungi aku jika Axel sudah sadar, aku hanya sebentar.." seru David


🎋🎋🎋


TAMAN RUMAH SAKIT


David dan Surya kini duduk saling berdampingan.


"David, maafkan Paman yang tidak sengaja menyebabkan putramu seperti ini."ucap Surya penuh sesal.


"Aku tau Paman tidak mungkin sengaja.."sahut David.


"Paman tidak menyangka kau sudah memiliki seorang putra, kau sudah menikah.."tanya Surya


David menggeleng,


"Lalu itu.."


Surya tidak lagi bertanya ia sudah paham dengan apa yang terjadi.


"Apa kabarmu Paman.."sambung David


Surya mengedikkan bahunya, "Baik, seperti yang kau lihat sekarang.."


"Apa kau tidak merindukan putramu.."tanya David


Surya mendongak matanya tampak berkaca-kaca ia menyematkan senyum tipisnya, "Bagaimana mungkin seorang ayah tidak merindukan anaknya. Aku sangat merindukannya. Tapi kau tau sendiri bagaimana tantemu, dulu ia terus menghalangiku untuk bertemu dengan Dino. Sampai akhirnya aku terpaksa menjauh dan mulai kembali merintis bisnisku. Aku baru beberapa hari tinggal di sini David.."tutur Surya


David mengangguk, "Paman ini kartu namaku di situ nomor ponselku hubungi aku kapanpun paman mau. Maaf aku tidak bisa mengobrol banyak, putraku membutuhkanku."


"Paman akan di sini memastikan putramu harus baik-baik saja. Setidaknya Paman akan jauh dari rasa bersalah..."ucap Surya


David menggeleng, "Tidak perlu paman. Lebih baik paman pulang saja. Kondisi Axel sudah stabil hanya tinggal menunggu sadar. Ku bisa kembali besok jika ingin.."


"Baiklah, sampaikan maafku pada em calon istrimu.."seru Surya


🎋🎋🎋


David kembali ke ruangan Axel, ternyata Aira sudah terlelap di samping Axel dengan posisi duduk.


David mengamati seksama kedua orang yang ia cintai kini. Perlahan tangan David terulur untuk mengusap lembut wajah Aira.


Aira pun sontak membuka matanya.


"Maaf, mengganggumu.."ucap David tersadar saat ia telah membuat Aira terbangun.


"Kau sudah kembali.."tanya Aira

__ADS_1


David ingin membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Aira, namun David melihat pergerakan mata Axel, ia mengurungkan niatnya.


"Daddy.."lirihnya setelah ia berhasil membuka matanya.


David segera menghampiri Axel, "Daddy di sini sayang. Kau membutuhkan sesuatu.."


Axel menggeleng lemah.." Mommy.."


"Mommy juga di sini sayang, maafkan Mommy membuatmu begini.."ucap Aira penuh sesal.


David memencet tombol yang ada di sebelah brankar Axel untuk memanggil Dokter. Tidak lama Dokter Rama pun tiba. Ia segera memerika kondisi tubuh Axel.


"Syukurlah semua baik-baik saja, hanya tinggal pemulihan. Mungkin Putra anda perlu di rawat di sini untuk beberapa hari,"kata Dokter Rama.


"Baiklah, Terimakasih.."jawab David


"Kalau gitu saya permisi.."ucap Dokter Rama.


Setelah Dokter Rama keluar, David kembali menghampiri Axel.


"Apa ada yang kau inginkan Son. Barangkali kau ingin minum atau makan."tanya David,


Axel menggeleng, "Aku tidak ingin keduanya.. tapi.."


"Apa , kau menginginkan apa.."tanya Aira


"Apa Mommy dan Daddy akan menuruti permintaan ku.."tanyanya dengan lemah.


"Tergantung.."seru Aira, ia mendapat firasat tidak enak tiba-tiba.


"Pasti sayang.."timpal David


"Bisakah aku, Mommy, dan Daddy setelah ini selalu bersama-sama."pinta Axel


Aira terkejut mendengarnya, ia memandang David.


"Tentu, Daddy pastikan setelah ini kita pasti akan berkumpul bersama."ucap David


Axel tersenyum senang, ia kembali melihat ke arah Aira "Benarkah Mommy"tanya Axel


David mengkode Aira lewat matanya untuk mengangguk, "em.. i.. iya sayang."


"Aku senang sekali mendengarnya. Aku harap Mommy dan Daddy tidak membohongiku. Aku jadi tidak sabar ingin segera sembuh, agar dapat melihat Daddy dan Mommy menikah.."celoteh Axel.


Aira terkejut mendengarnya, sementara David terkekeh. "Menikah.."ucap Aira


"Iya, kata Uncle Dino jika aku menginginkan Daddy dan Mommy tidur bersama, maka harus menikah dulu. Nanti di sana bakal banyak makanan enak.."tuturnya


"Axel tapi.."


"Kalau kau mau melihat Daddy dan Mommy menikah, maka kau harus cepat sehat."tutur David memotong perkataan Aira.


Aira terdiam ia merasa kalah telak dan juga ia merasa bukan waktu yang tepat untuk menolak permintaan Axel.


*Setelah ini aku pastikan kau akan menjadi istriku, tidak peduli sekalipun kau menolak, gumam David


🎋🎋*


Jangan lupa like, komen, hadiahnya..


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2