
Pagi hari Aira memutuskan untuk berangkat kerja setelah Dokter memastikan kondisi Papanya baik-baik saja.
Aira memutuskan untuk pulang lebih dulu untuk mengganti pakaiannya. Jarak dari rumah sakit menuju rumah David memang membutuhkan waktu yang sedikit lama.
Pukul 07.30 Wib, Aira baru tiba di depan rumah David, Aira mengedarkan pandangannya menghitung jumlah mobil yang terparkir di garasi mobil David. Ternyata masih lengkap artinya berarti atasannya itu belum berangkat, Aira menghela nafasnya lagi-lagi ia harus bertemu atasannya itu.
Setelah melepas helmnya ia turun dari motornya, lalu ia melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah.
Saat akan menuju kamarnya Aira harus melewati meja makan di rumah David. Aira melihat jika kini David dan Wira tengah melakukan sarapan.
"Aira kau baru pulang...?"ucap Wira sontak membuat David seketika menoleh mencari sosok yang sedang di tanya David, entah secara kebetulan atau bagaimana pandangan keduanya bertemu dan mereka saling bertatapan.
Aira merasa salah tingkah "Iya, aku harus mengganti pakaianku dulu"serunya, sambil kembali melangkahkan kakinya.
"Tidakkah kau ingin sarapan lebih dulu"Kali ini bukan Wira yang bertanya melainkan David.
Aira menghentikan langkahnya kemudian berbalik ke arah David "tidak Tuan, saya sudah sarapan. Saya permisi"ucap Aira.
David menganggukan kepalanya, namun pandangannya tidak lepas dari Aira yang terus melangkahkan kakinya sampai pada akhirnya ia lepas dari pandangannya.
πππ
Waktu menunjukan jam makan siang, namun Aira masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya. Pekerjaan Aira tengah menumpuk karena kemarin ia tidak masuk.
"Aira ayo makan siang lebih dulu",ajak Sandra.
"Tidak, aku masih kenyang. Kau saja duluan", sahut Aira namun matanya terus tertuju pada layar komputer yang tengah berada di depannya, sedang tangannya tetap sibuk memijat keyboarnya.
"Tapi Aira nanti...."ucapan Sandra terhenti.
"Sudahlah cepat sana kau makan duluan, nanti keburu jam makan siang habis"perintah Aira
"baiklah..."Sandra pun akhirnya mengalah melangkahkan kakinya pergi.
Aira kembali meneruskan pekerjaannya, "Kenapa kau tidak makan siang seperti teman-temanmu Aira.."pertanyaan itu menghentikan tangan Aira yang tengah mengetik, kemudian ekor matanya bergerak mencari sumber suara itu,.
"Tuan David.."seru Aira
__ADS_1
David mengangguk, "Pergilah makan siang Aira,"perintah David
Aira menggeleng "Tidak Tuan, pekerjaan saya masih banyak"
"Saya tau pekerjaan bagimu itu penting, tapi bukankah kesehatanmu jauh lebih penting. Saya tidak ingin karywan saya jatuh sakit karena terlalu menforsir pekerjaannya"jelas David.
Aira masih terdiam dan tidak bergeming sama sekali, untung di ruangan itu hanya ada mereka berdua, sedang karywan yang lain tengah makan siang. Aira tidak tau bagaimana akhirnya kini atasannya itu bisa sampai di ruangannya.
"Aira kemarin kau kemana tidak masuk kerja"Tanya David akhirnya
Aira meneguk ludahnya kasar haruskah ia jujur atau bohong, "Sa.. saya ada keperluan Tuan.."
"Aku tau kau tidak masuk pasti ada keperluan penting, maksudku kemana perginya dirimu,?"tanya David, Aira terdiam bingung harus menjawab.
Akhirnya Aira bangkit dari kursinya, "Tuan sepertinya saya lapar, saya akan pergi makan siang"
David mengernyit bingung saat Aira kembali menghindari pertanyaannya, Aira mulai melangkahkan kakinya, namun tiba-tiba ia tersentak kaget saat tangan David menggenggam tangannya.
"Ikutlah denganku ayo kita makan siang bersama"ucap David
"Tidak tuan, biarkan saya makan siang bersama teman-teman saya.."kilah Aira, ia berusaha melepaskan tangan David.
Aira menggeleng dan berusaha untuk tersenyum, "Tuan saya sudah bilang lupakan soal dinner makan malam itu, di sini kau tuannya, kau bebas melakukan apapun, termasuk melupakan janji yang kau ucap. Saya permisi tuan" Aira kembali melangkahkan kakinya.
David terdiam mencerna baik ucapan Aira, "Ikutlah makan siang bersamaku"
"Tuan aku ..."
"Diamlah dan jangan banyak bicara, anggaplah ini sebuah perintah"ucap David dengan tegas.
David membawa Aira masuk ke dalam mobilnya, lalu David mulai menjalankan mobilnya. Aira mengedarkan pandangannya.
"Kau menyetir sendiri tuan, dimana Wira.."tanya Aira.
"Dia sedang banyak pekerjaan.."sahut David, Aira mengangguk mengerti.
Mobil David berbelok ke restoran bintang lima, restoran yang saat itu David membuat janji bersama Aira namun berujung batal, David mengajak Aira turun setelah mobil mereka terhenti di parkiran VIP.
__ADS_1
"Pesanlah yang ingin kau makan Aira.."ucap David.
Aira mengambil kertas menu uang di berikan pramusaji itu, "Tuan, kenapa harus makan di sini"tanya Aira
David menyipitkan matanya "Kenapa memangnya, memangnya tidak ada menu satupun yang kau sukai"tanya David.
Aira menggeleng, "Bukan, hanya saja harganya terlalu mahal"ucap Aira dengan jujur.
David terkekeh, "Kau pesan saja apa yang mau kau makan, nanti saya yang akan membayarnya"
"Benarkah..?"tanya Aira
David mengangguk, "Saya yang mengajakmu kesini Aira, anggap saja ini sebagai permintaan maaf saya karena tidak menepati janji saya saat itu untuk makan malam bersamamu"
Aira mulai menunjuk menu-menu yang ia pesan, sedang pramusaji itu mencatatnya "Saya sudah bilang lupakan soal itu tuan"
"Itu saja Nona, Tuan...?"tanya sang pramusaji setelah selesai mencatat pesanan yang mereka inginkan. Keduanya mengangguk.
"Tapi aku tidak bisa melupakannya begitu saja Aira, karena aku sudah berjanji"seru David.
Ingin sekali Aira bertanya mengapa David bisa membatalkan janjinya itu, tapi Aira mengurungkan niatnya saat kedatangan sang pramusaji yang menghidangkan makanannya di meja mereka. Setelah selesai kedua pramuasaji itu menundukan dirinya "selamat menikmati Tuan, ,Nona.."
Aira menelan ludahnya melihat berbagai hidangan yang tertata rapi di meja makan, "Wah ini semua sangat menggoda selera,"seru Aira dengan girangnya.
"Makanlah sepuasmu.."sahut David,
Keduanya mulai menikmati hidangannya, "Harus, karena kapan lagi aku bisa menikmati makan siang seenak ini bersama anda tuan, "seru Aira
"Kapan-kapan kita bisa datang lagi kesini."tanya David
Aira tersenyum, "Tuan melupakan sesuatu ya. Bukankah kontrak perjanjian kita hanya tinggal seminggu"seru Aira.
David langsung menghentikan aktivitas makannya, mendadak tenggorokannya terasa kering ia merasa susah menelan makanannya itu.
πππ
ππJangan lupa like, komen, votenyaππ
__ADS_1
bersambung..